Parenting Bukan Hanya Tentang Anak

parenting-bukan-hanya-tentang-anak-honeymoonjournal-dotcom

Semenjak tahu Kabay sudah menghuni rahim saya (Hai, Kabay sayaaang….), obrolan sehari-hari dengan Kangmas ga jauh-jauh dari seputar kehamilan. Mulai dari membaca review aplikasi hamil yang kece di smartphone, perkembangan janin dari minggu ke minggu, kesehatan ibu hamil, amalan ibadah ibu hamil sampai bingung tentang panggilan. Mau ayah-bunda? Atau bapak-ibu? Saya juga ga pernah absen setiap hari cerita tentang yang rasakan di hari itu kepada Kangmas. Namanya juga pengalaman hamil pertama yah, serba excited, hihihi…

Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah quote yang kurang lebih berkata seperti ini, “Semua anak terlahir hebat. Kitalah orang tuanya yang harus memantaskan diri, agar layak mendampingi.” Sejenak saya merenung. Beberapa bulan dari sekarang, insya Allah Kabay akan lahir ke dunia dan itu artinya saya dan Kangmas akan mendapat gelar baru: orang tua.

Continue Reading

Happy 1st Anniversary – Merajut Cinta

tahun-pertama-pernikahan-honeymoonjournal-dotcom

Tahun kesatu dari lima tahun pertama pernikahan adalah langkah awal untuk saling beradaptasi. Sudah banyak yang bilang kalau tahun pertama itu penuh dengan perjuangan. Faktanya? Perjalanan 1 tahun pertama kami penuh dengan rasa! Manis, asem, pahit, gurih, pedessss… Semuanya, suka ga suka, memang harus dicicipi.

Continue Reading

Daster Adalah Koentji!

daster-adalah-koentji-honeymoonjournal-dotcom

Ayoo, tunjuk jari, siapa yang baju kebangsaan di rumahnya itu daster? Saya!

Tunjuk jari lagi, siapa yang dulu (sebelum nikah) ga pernah pake daster? Saya juga! 😂

Jujur, saya dulu termasuk orang yang mempertanyakan kenapa sih ibu-ibu suka banget pake daster di rumah? Kalau tidur kan kebuka-buka gitu, nanti masuk angin, hehehe… Sebelum nikah, baju tidur kebangsaan saya adalah celana pendek gombrang dan kaos. Koleksi kaos saya sampe bejibun di lemari. Kalau weekend di rumah pun kaos dan celana pendek teuteup dabest lah, pokoknya!

Continue Reading

Institut Ibu Profesional – Pendaftaran Matrikulasi Batch 6

pendaftaran-institut-ibu-profesional-batch-6-honeymoonjournal-dotcom

“Institut Ibu Profesional? Jadi seorang ibu aja ada institutnya? Jadi ibu profesional pula?”

Itulah pertanyaan pertama yang terbersit waktu baca tentang Institut Ibu Profesional ini pas blogwalking ke blog orang. Baca-baca sekilas ada yang tentang proyek antara anak dan ibu gitu. Ko kayaknya seru, yah? Searching-searching, waah ternyata ada kelasnya gitu. Harus daftar dulu.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Beberapa hari kemudian, ada seorang kakak kelas yang ngasih tau bahwa Institut Ibu Profesional (IIP) buka kelas baru (batch 6) sebentar lagi di IG-story. Cusss lah saya langsung nanya-nanya. Dia bilang, “Ga bakal rugi deh ikut kelas ini. Banyak ilmunya!” Makin kepo deh saya 😀

Pas scrolling IG Institut Ibu Profesional, ada sebuah quote yang bikin saya makin nyessss pengen ikut kelas matrikulasi batch 6 ini.

Continue Reading

Kangmas dan Piala Dunia 2018

kangmas-dan-piala-dunia-2018-honeymoonjournal-dotcom

“GOOOOLLLLL!!!!”

Piala Dunia 2018 sudah memasuki babak semi final, nih! Ayooo, apakah tim negara jagoan kalian masuk ke 4 besar? Piala dunia tahun ini ternyata memberikan hasil yang unexpected! Beberapa tim besar yang dijagokan harus legowo mudik duluan, bahkan sejak penyisihan grup. Sebut saja Jerman, Argentina dan Brazil yang menurut statistik mempunyai chance paling besar jadi juara dunia ternyata reunian di airport sambil bawa koper, hihihi…

Continue Reading

Menikah, Menggapai Berkah Hingga ke Jannah

menikah-menggapai-berkah-hingga-ke-jannah-honeymoonjournal-dotcom

Menjelang satu tahun pernikahan kami, saya ingin merenungkan kembali makna pernikahan bagi saya pribadi. Bukan hanya sekedar target milestones dalam perjalanan hidup saya (dulu saya menargetkan ingin menikah maksimal usia 25 tahun) atau bahkan hanya next step setelah saya memiliki pekerjaan dan lulus sarjana.

Sejak saya mengutarakan niat saya ingin menikah pada Bapa dan Ibu, kedua orang tua saya berkali-kali menanyakan apakah saya sudah yakin dengan keputusan ini? Sudah yakinkah saya dengan calon pasangan saya? Sudah lurus kah niat saya menikah untuk ibadah?

Continue Reading