Untuk wanita yang punya baju yang satu lemari pun tak sanggup menampung, kegiatan beberes (bahasa Sunda dari beres-beres) dan sortir lemari tentu butuh waktu seharian dan tenaga yang lumayan. Bukan apa-apa, kita sebagai wanita punya baju berbeda-beda tergantung peruntukkannya. Baju kerja tentu beda dengan baju jalan-jalan. Baju untuk pergi undangan sudah pasti beda lagi. Belum koleksi jilbab beraneka warna untuk bisa di-mix-and-match dengan gamis. Paling yang dipakai itu-itu saja adalah daster rumah kesayangan yang sudah agak luntur tapi entah kenapa makin enak dipakai. Hayooo, ngaku… Kita samaan deh, hehehe…

Naaah, sebelum menikah, saya sengaja beli lemari baju yang lebih besar dari lemari lama saya biar (niatnya siiih) nanti baju suami bisa masuk sekalian. Nyatanya? Satu lemari itu full baju saya semua 😝. Saat sudah menikah dan suami pindah ke rumah orang tua saya dengan membawa baju-bajunya, mulai deh saya bingung gimana ngaturnya biar baju suami juga muat. Ga mungkin kan, baju suami ditaro di koper terus?

Setelah beberapa saat mengetik “organizing clothes” di pinterest (pinterest is my inspiration!), saya menemukan metode KonMari. Apa sih KonMari itu?

Metode KonMari adalah metode beres-beres yang ditemukan oleh wanita asal Jepang bernama Marie Kondo. Beberes juga ada metodenya? Wah, tentu dooong! Ga mau kan setelah beberes, eeeh lemari kembali berantakan lagi? *pengalaman* Nah, KonMari ini intinya mengeluarkan barang yang sudah kita tidak butuhkan dan hanya menyimpan barang yang benar-benar kita pakai. Barang-barang yang masih dipakai tapi menyimpan kenangan kurang menyenangkan juga sebaiknya keluarkan saja. Buat apa mengingat masa lalu jika hanya membuka luka lama? *tsaaaah*

Oke, mari singsingkan lengan baju dan mulai beberes!

Semua kaos lengan pendek, lengan panjang, baju tidur, celana panjang maupun pendek saya keluarkan dari rak. Pakaian dalam, kaos kaki, kerudung instan juga dikeluarkan dari laci. Lalu, saya kumpulkan di atas lantai agar mudah disortir dan disusun kembali. Oh iya, saya benar-benar meluangkan satu hari penuh untuk beberes lemari ini. Lumayan banyak juga soalnya.

Sebenarnya, KonMari menyarankan agar baju dilipat 2 atau 3 lalu dimasukkan ke dalam laci/drawer agar kita bisa melihat baju dengan lebih baik dan tidak melewatkan satu pun. Tapi, berhubung bagian laci sudah penuh dengan pakaian dalam dan printilannya, kaos, celana dan baju tidur saya tetap simpan di bagian rak. Dengan menggunakan metode melipat ala KonMari, ternyata lumayan looh bisa saving space yang tadinya 1 rak cuma muat 2 tumpukan jadi bisa 3.

Gimana sih, cara melipat ala KonMari?

Kalau saya pakai panduan gambar di bawah ini dan searching juga di youtube dengan keyword KonMari.

baju-atasan-beres-beres-lemari-pakaian-konmari-honeymoonjournal-dotcom- baju-bawahan-beres-beres-lemari-pakaian-konmari-honeymoonjournal-dotcom-

baju-dalam-beres-beres-lemari-pakaian-konmari-honeymoonjournal-dotcom-
(pict by jujusprinkles.com)

Untuk laci, saya buat dulu sekat-sekat dari kardus bekas agar lebih terorganisir. Jadi ga kecampur-campur lagi deh antara celana dalam dan kaos kaki, hihihi…

Dulu, saya penggemar berat kaos dan celana pendek kalau di rumah. Dan ternyata setelah disortir, banyak kaos yang sudah lama saya tidak pakai dan sudah kekecilan. Ada kali yah 10 lebih kaos yang akhirnya saya hibahkan pada adik. Dia sih seneng-seneng ajah dapet kaos dari kakaknya. Sebelas dua belas lah kita kalau soal fashion style di rumah. Kalau di luar? Waaah, 180 derajat banget kita berdua! Dia lebih jago mix-and-match dan fashionable dibanding kakaknya ini, hehehe…

Akhir-akhir ini, berhubung saya sedang hamil dan lebih nyaman pakai baju yang loose, daster menjadi andalan kalau di rumah. Alhasil, sebagian besar kaos saya kasih ke adik lagi dan beberapa yang dia tidak suka tapi masih layak kita donasikan. Makin lowong deh lemari.

Untuk gamis panjang, seragam kerja dan batik masih saya gantung. Kembali ke prinsip KonMari, gantunglah pakaian jika dia memang ‘bahagia’ jika digantung.

Terus, gimana persentase bagian untuk baju istri dan suami? Teuteup yaah, baju kita-kita para wanita syantiq ini lebih banyak dari pada baju lelaki. Jadi, 80% tetep bagian saya 🤭 At least, baju suami masih muat ko di lemari.

Buat kita, ibu-ibu (kalau saya mom-wanna be), urusan beberes pasti akan menjadi endless works. Beres lemari baju, eeeh lemari buku belum. Terus nanti lemari baju anak, terus tempat mainan. Udah beres, diberantakin lagi sama krucil-krucil. Yowess, nikmati sajaaa *menghibur diri sendiri sambil ngebayangin nanti keadaan rumah kalau udah punya anak*

Semoga, metode KonMari ini bisa membantu kita dalam mengorganisir rumah agar menjadi lebih rapi 😄

 

Salam cinta,
honeymoonjournal-dotcom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *