Drama Menyusui Part 3: GROWTH SPURT!

drama menyusui growth spurt honeymoonjournal.com

Drama Menyusui Part 3: Growth Spurt – Happy new year 2020, everybody! Semoga di tahun 2020 ini, saya semakin rajin publish di blog ini ya. Sedih juga sih tahun 2019 lalu cuma berhasil publish 18 artikel. Blogger macam apa saya ini? huhuhu :(( Target tahun ini at least bisa tembus 50 artikel sampai akhir tahun nanti. Semangaaat!

Yuk, kita lanjutkan tulisan tentang #dramamenyusui lagi! Yang belum pernah baca, silakan ke Part 1 dan Part 2 nya.

#dramamenyusui kali ini tentang growth spurt atau biasa disingkat GS.

Pernah nggak buibu merasakan “Kok anak saya nyusu mulu ya nggak mau lepas-lepas?” di bulan-bulan awal pasca melahirkan? Mungkin ada juga yang biasanya bayinya anteng, kok sekarang jadi rewel, ya?

Jangan langsung jajing, “ASInya sedikit kali jadi dedenya laper mulu” atau malah “Kasih susu formula aja biar dede bayinya nggak rewel dan anteng tidur.” Kagak gitu juga, maliiiiih…

Nah, mungkin dede bayinya sedang mengalami growth spurt alias percepatan pertumbuhan. Jadi, bayi ‘didorong’ untuk tumbuh lebih cepat dari biasanya sehingga membutuhkan asupan ASI lebih banyak. GS biasanya terjadi pada 12 bulan bulan pertama kehidupannya. Diawali dari beberapa hari setelah bayi lahir, minggu ke-2, ke-3, ke-4 dan ke-6 lalu usia 3, 4, 6 dan 9 bulan (web bidankita).

Kabay tentu saja mengalami fase GS ini. Dari mana saya tahu Kabay sedang GS? Ada beberapa ciri bayi sedang fase GS:

  1. Pastinya, bayi akan lebih sering menyusu dari biasanya karena butuh banyak asupan ASI.
  2. Bayi lebih rewel dari biasanya.
  3. Bayi mengubah pola tidurnya menjadi lebih sering terbangun tengah malam.
  4. GS pada beberapa bayi justru ditandai dengan lebih banyak tidur.

Nah, ciri 1, 2 dan 4 ada pada Kabay waktu GS. Alhamdulillah sih, Kabay termasuk bayi yang nggak ngajak begadang sedari lahir. Tapi kalau siang hari pas GS, wuoooh saya sampai nggak boleh pindah dari tempat tidur, hahaha…

Kalau Kabay sedang GS, dia akan semakin sering menyusu di pagi dan siang hari. Saya bener-bener nggak bisa pindah dari tempat tidur selama lebih dari 4 jam!

Bukan berarti Kabay terus-terusan nen 4 jam itu, sih. Nen dia biasanya sekitar 15-20 menit terus tidur. Ini nih yang bikin saya nggak bisa bangun dari tempat tidur adalah: KABAY PENGENNYA TIDUR DI PANGKUAN SAYA.

Kalau saya pindahin aja ke kasur, eh jangankan gitu, saya geser aja posisi tidurnya, dia akan bangun dan nangis. Supaya nangisnya berhenti, ya saya sumpel nen lagi baru tidur. Gitu aja terus. Baiqlaaa naak, Mbun jabanin deh biar kata badan Mbun pegel-pegel. Emang dikata nggak cape apa ya di tempat tidur mulu?

kabay drama menyusui growth spurt honeymoonjournal.com
“Pangkuan Mbun itu nyaman banget tau, jadinya aku bobo puleesss…”

Saya sempet pengen misuh-misuh sih sebenernya. Tapi saya inget, GS ini nggak akan selamanya kok. 2-3 hari aja. Paling lama seminggu lah. Lagian, kasian juga kan bayi tak berdosa jadi korban emosi. Orang emang udah fasenya dia harus GS. Sabarrr… Sabarrr… Stok sabar ibu mah harus buanyaaak…

drama menyusui growth spurt honeymoonjournal.com
drama menyusui growth spurt honeymoonjournal.com
Kalau nggak di pangkuan, harus di atas bantal biar agak mendelep gitu. Ya terserah kamu deh, nak :’)

Terus, gimana dong biar saya nggak mati gaya di tempat tidur terus?

Berdasarkan pengalaman, jadi saya siasati beberapa hal supaya bisa menjalani fase GS Kabay dengan aman sentosa:

  • 🔰 Mandi dan sarapan pagi waktu subuh. Jadi saya mengurus diri saya sendiri dulu biar nggak repot nantinya.
  • 🔰 Di tempat tidur, posisi saya agak lebih ke pinggir. Biar apa? Biar deket sama colokan listrik buat nge-charge hp, hahaha… Etapi seriusan loh ini, mati gaya saya kalau nggak ada hp. Lah anak tidur tapi saya nggak boleh bangun, terus mau ngapain coba?
  • 🔰 Sedia air minum dan cemilan di samping tempat tidur. Kalau saya sih disimpan di kursi samping tempat tidur, jadi saya gampang kalau haus atau laper.
  • 🔰 Selama di tempat tidur, kepoin akun IG yang bermanfaat, macam @asiku.banyak atau @olevelove tentang ASI. Jadi, berfaedah gitu loh waktunya.

*****

“Mbuuun, nenenku manaaa?”

“Terus, gimana kalau mau ke kamar mandi?”

Ya ini mah mau nggak mau ya, gimana lagi. Pindahin pelan-pelan Kabay ke kasur agak tengah, terus caw deh ke kamar mandi. Kalau nangis? Ya udah biarin aja dulu. Lagian bayi sebulan mah nggak bakal ngeguling ini. Rasa nggak tega denger bayi nangis kalah oleh rasa kebelet pengen pipis, hehehe…

Ini ada tips ala saya saat menghadapi bayi yang sedang mengalami GS:

  • Stay positive thinking ya, buu… Bayi nangis dan rewel bukan karena ASInya kurang atau nggak enak (lagian, nggak ada loh faktanya ASI itu nggak enak), tapi emang sedang fase GS yang butuh asupan ASI lebih banyak. Percaya diri ASI kita cukup dan pasti cukup untuk kebutuhan bayi.
  • Makan makanan favorit. Mau nyemilin kue cokelat, martabak, spageti, makan aja semuanya. Namanya juga busui, bebas alasan untuk makan banyak, hahaha… Jangan lupa tetep makan makanan yang bergizi seimbang. Biar ASInya makin berkualitas.
  • Banyak minum. ASI itu 90% kan air. Biar kita nggak dehidrasi.
  • Lakukan hal yang disukai. Dalam case saya nggak bisa kemana-mana, ya scrolling medsos atau nonton film di hp.
  • Edukasi anggota keluarga tentang fase growth spurt ini, terutama ke suami, dan ibu atau mertua wanita. Biasanya akan keluar kata-kata “Kasih susu formula aja biar kenyang” atau “Dikasih pisang”. NOOOO UNTUK MPASI DINI! Edukasi pelan-pelan kalau GS ini wajar dan bayi HANYA BUTUH ASI.
  • Siapkan stok sabar yang buanyaaaak ya, buuuu… Emang kadang bikin frustasi pas fase GS tuh. Dibawa enjoy and happy aja. Tenang, GS akan berlalu.

Sekian curhatan #dramamenyusui tentang growth spurt ini. Next, saya mau curhat tentang pumping sebelum cuti melahirkan habis.

See you and happy breastfeeding, mom!

happy breastfeeding

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *