Honeymoon Journal http://honeymoonjournal.com A FAMILY JOURNEY TO JANNAH Fri, 15 Mar 2019 06:33:26 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.1.1 https://i1.wp.com/honeymoonjournal.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-HJ-logo-copy.jpg?fit=32%2C32 Honeymoon Journal http://honeymoonjournal.com 32 32 150097801 Habiskan Saja Uangmu dengan JENIUS! http://honeymoonjournal.com/habiskan-saja-uangmu-dengan-jenius/ http://honeymoonjournal.com/habiskan-saja-uangmu-dengan-jenius/#comments Fri, 08 Mar 2019 16:59:35 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=820 Siapa yang bahagia setiap tanggal gajian tiba? Sayaaa… Siapa yang bahagia kalau tengah bulan dapat bonus? Sayaaa… Siapa yang bingung saat akhir bulan ini uang habisnya ke mana ya? Hayooo, ngaku… Kalau pertanyaan ini diajukan pada saya sebelum nikah, kita sama dong, suka bingung uang di rekening dan di dompet kok sudah sisa-sisa recehan ya, […]

The post Habiskan Saja Uangmu dengan JENIUS! appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Siapa yang bahagia setiap tanggal gajian tiba? Sayaaa… Siapa yang bahagia kalau tengah bulan dapat bonus? Sayaaa… Siapa yang bingung saat akhir bulan ini uang habisnya ke mana ya? Hayooo, ngaku… Kalau pertanyaan ini diajukan pada saya sebelum nikah, kita sama dong, suka bingung uang di rekening dan di dompet kok sudah sisa-sisa recehan ya, habis dipakai apa? Niat mau nabung dari sisa pengeluaran kok malah nggak bersisa? Yang awal bulan bisa mesen pizza tapi di akhir bulan cuma bisa mesen roti bakar di warung pinggir jalan sambil berharap tanggal gajian buru-buru datang.

Zaman sekarang, melek finansial bukan hanya urusan orang ekonomi saja. Dengan meningkatnya kebutuhan hidup dan kemudahan memperolehnya, finansial menjadi wajib dipahami oleh siapapun. Apa lagi untuk seorang istri yang menjadi menteri keuangan dalam sebuah keluarga. Terlepas dari ia seorang working mom atau stay at home mom, seorang istri diharapkan mampu mengatur flow cash agar masakan tetap tersedia di meja makan, anak sehat dan cekatan, suami semangat ke tempat kerjaan dan kita tetap terjaga kewarasan.

Oh iya, jangan lupa uang juga tetap aman di tabungan.

Nah, pusing nggak sih ngatur keuangan ini?

Pusying boooo mikirin budjeting keluarga itu! Beberapa bulan pertama pernikahan, saya malah merasa ‘tersiksa’ duduk di ‘jabatan’ baru ini. Beban terasa berat karena harus ada uang sisa dari budjet bulanan untuk bisa disimpan demi goals saya dan Kangmas di masa depan. Saya jadi pengen lambai-lambai tangan ke kamera saja, tapi ini kehidupan nyata, bukan acara settingan belaka. Pengen pakai pilihan phone a friend, ask the audience atau fifty-fifty, tapi ini bukan kuis pilihan ganda. Jadi ketahuan kan saya anak kelahiran berapa, hihihi…

Really, how I miss my young age when I spent my money without thinking hundreds times.

Kenapa tanya kenapa?

Usut diusut, tilik ditilik, teliti diteliti.

Ternyata eh ternyata, setelah saya dan Kangmas berdiskusi sesiangan (iya, kami diskusi di siang hari libur), kami terlalu terpaku pada kata SISA untuk MENABUNG. Coba, saat mendengar kata ‘sisa’, yang ada malah puyeng. Kita saja kadang nggak mau makan dari sisa, masa menabung malah dari sisa.

Akhirnya, setelah atur sana, atur sini, corat-coret di papan tulis (beneran loh ini, kami punya white board untuk bikin plan), ngobrol sambil ngemil mie. Eng, ing, eng! Kami ubah mindset kami menjadi MENGHABISKAN UANG.

Sekarang, apa yang dirasakan saat mendengar kata-kata ‘menghabiskan uang’? Wow, serasa jadi orang kaya gitu ya ngabisin uang. Pasti nggak ada yang nggak suka kalau soal ngabisin uang. Terasa lebih menyenangkan dan lebih mudah menghabiskan uang dibanding menyisakan uang. Dari pada berusaha untuk menyisakan uang tapi malah kadang kehabisan, ya udah sekalian saja kita habiskan.

“Loh kok malah dihabisin? Nanti gimana buat nabung? Buat pendidikan anak? Kalau tiba-tiba harus berobat? Pengen traveling ke tempat yang ketjeh untuk jadi bahan instastory? Nyeruput secangkir kopi di café yang instagramable?”

Eits, tenang dulu, sodara… Sini saya bisikin cara MENGHABISKAN UANG DENGAN JENIUS.

1.Pay Your God First

Di agama manapun pasti diajarkan untuk saling berbagi kepada yang membutuhkan. Di Islam sendiri pun ada 2.5% bagian dari harta kita adalah hak orang lain. Siapakah yang memberi kita rezeki selain Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki? Jadi, mengikuti The Golden Rules pertama dari buku Habiskan Saja Gajimu! Karya Ahmad Gozali, ‘membayar’ Tuhan adalah prioritas pertama dari cara menghabiskan uang dengan benar sebagai bentuk syukur kita kepada-Nya. Memberi kepada orang lain juga membentuk mentalitas kaya dalam diri kita. Mentalitas orang kaya nggak akan merasa kekurangan dan merasa cukup dengan apa yang dimilikinya.

Tanggal gajian udah tiba, sedekah dulu, bro!

2. Fixed vs Flexible

Cicilan hutang, bayar asuransi kesehatan, biaya transportasi, kuota internet, uang belanja bulanan. Hayoo, yang mana yang masuk pengeluaran fixed dan yang mana yang masuk ke flexible? Pengeluaran fixed itu artinya yang nominalnya nggak bisa ditawar-tawar lagi. Sepakat yah cicilan hutang dan bayar asuransi itu pengeluaran fixed. Bahkan, kalau mereka-mereka itu telat dibayar, kita akan kena denda yang malah bikin nambah pengeluaran. Jadi, saat gajian tiba, langsung bayar deh itu semua cicilan dan asuransi.

Dulu, kami pernah punya cicilan hutang yang memiliki waktu jatuh tempo pembayaran. Nah, setiap awal bulan, langsung deh kami bayar cicilan dulu setelah menyisihkan uang untuk zakat. Kami juga mempersiapkan saldo di rekening untuk autodebet asuransi di tengah bulan. Dengan cara ini, kami bisa lebih tenang karena kebutuhan yang wajib sudah dibayar lebih dulu.

Pengeluaran flexible adalah pengeluaran yang sifatnya masih bisa diatur-atur lagi nominalnya. Dalam hal ini, kuota internet masih bisa dibilang fleksibel walaupun zaman now kuota sudah masuk ke dalam kebutuhan pokok: sandang, pangan, papan dan kuota internetan, hihihi… Tinggal pinter-pinternya kita saja mencari paket internet yang murah dan sesuai kebutuhan.

Untuk biaya transportasi, kita dapat memanfaatkan jasa transportasi online yang menyediakan banyak promo. Pembayarannya bisa melalui saldo fintech supaya makin murah bayarnya. Kalau masih ada sisa saldo bulan lalu, kita cukup top up saldo seperlunya saja di bulan ini.

Bagaimana dengan belanja bulanan? Pasti buibu nggak setuju nih kalau jatah belanja bulanan masuk ke pengeluaran fleksibel, hahaha… Ternyata, biaya belanja bulanan masih lebih fleksibel dibandingkan dengan cicilan dan asuransi. Kebutuhan sehari-hari, misalnya sabun atau shampoo, bisa dibeli dalam ukuran yang besar untuk mengurangi biaya belanja di bulan depan. Ini dia saatnya insting buibu dibutuhkan, ciaaaat!

3. Saving-lah dahulu, baru shopping kemudian

Ini dia kunci utama dari konsep menghabiskan uang dengan cara jenius. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Saving-lah dahulu, baru shopping kemudian. Seperti yang sudah saya tulis di atas, kalau menabung dari uang sisa pengeluaran, yang ada malah pusyiiiing! Jadi, menabung harus kita anggarkan di awal setelah membayar kebutuhan fixed. Belanja justru dari uang sisa budjeting kita.

Coba kita bayangkan belanja dulu baru nabung. Yang ada kita khawatir cukup atau nggak untuk nabung di akhir nanti. Mana online marketplace lagi gencar-gencarnya promosi. Apalagi para wanita cantik seperti kita ini mudah teracuni oleh gratis ongkir, cashback, flash sale, you name it. Waduuuh, kalau ga diubah mindset-nya, rekening bisa jebol dan malah nggak jadi-jadi nabungnya.

Sekarang pakai konsep menabung dulu baru belanja. Saat ada diskon atau promo belanja, kita nggak bakal terlalu mikirin tentang tabungan. Kan sudah nabung di awal. Tenaaaang…

4. Catat Setiap Pengeluaran

Kangmas mengajari saya untuk mencatat secara detail setiap pengeluaran tiap hari sebelum kami tidur. Awalnya sih ribet. Apaan sih sampai uang parkir saja harus dicatat? Tapi lama-lama terbiasa juga. Setelah beberapa bulan berjalan, saya tercengang sendiri. Ternyata hampir 30% dari gaji saya sendiri habis untuk jajan. Padahal jajannya yang kecil-kecil gitu. Kisaran dua ribu sampai sepuluh ribu. Tapi cukup banyak dan tiap hari, hehehe… Makan besar di restoran paling bisa dihitung jari. Dua atau tiga kali lah dalam sebulan. Tapi biayanya cukup besar untuk sekali makan.

Nah, ini fungsinya pencatatan. Kita bisa mengevaluasi pengeluaran kita dan mencari bagian mana yang bisa dihemat.

Sekarang banyak kok aplikasi untuk mencatat keuangan di smartphone. Tinggal sesuaikan saja dengan kenyamanan kita. Bisa juga bikin di excel agar bisa lebih leluasa dalam formatnya. Bebaaas… Asal harus rajin yah mencatatnya.

5. Miliki rekening di bank yang bisa mengatur keuangan dengan aman, mudah dan cerdas

Di zaman yang praktis ini, pengaturan keuangan juga harus praktis dooong… Rasanya sudah ketinggalan zaman bayar tagihan listrik harus ke loket, beli pulsa harus ke konter, atau buka program tabungan khusus harus datang ke bank. Makanya, kita harus punya rekening di bank yang punya aplikasi all in one. Mau transfer uang tinggal klik, top up saldo transportasi online tinggal klik, sampai bisa buka tabungan berencana tinggal klik. Nggak ribet!

Mau tahu bank apa ini?

Ya, Jenius dari BTPN adalah jawabannya! Yeaay!

Saya dan Kangmas sudah menggunakan Jenius dari tahun 2017. Pertama kali saya kenal Jenius itu gegara Kangmas cerita kalau Jenius itu adalah kartu debit sekaligus kredit yang biaya transfer antar banknya gratis. Dengar kata gratis, saya langsung on dong. Lumayan loh biaya transfer 6.500 rupiah itu, bisa dapet gorengan beberapa biji. Apa lagi saat itu kami lagi seneng-senengnya jalan-jalan. Ada beberapa One Travel Agent yang mengharuskan punya kartu kredit untuk booking. Nah, Jenius adalah satu-satunya layanan perbankan yang menyediakan fasilitas debit dan kredit dalam satu kartu. Jadi, nggak usah ribet mengajukan kartu kredit baru dan harus nyicil tiap bulannya karena kredit dari Jenius sesuai dengan saldo yang ada di kartu kita.

HABISKAN SAJA UANGMU DENGAN JENIUS

Jenius dapat membantu kita mengelola keuangan dengan mudah. Dengan aplikasi yang user friendly dan anak milenial banget, kita bisa mengatur keuangan dengan aman, mudah dan cerdas dari smartphone. Semua serba digital. Mulai dari pengajuan pembukaan rekening, pembuatan kartu, sampai ke buka deposito hanya dari satu aplikasi kapan saja dan di mana saja. Inovatif banget, kan?

Ini dia cara menghabiskan uang dengan jenius:

1.BERAMAL DENGAN JENIUS

Sesuai tips di atas, sedekah dan zakat menjadi prioritas utama kita. Kita bisa loh menyalurkan zakat lewat aplikasi Jenius. Uang yang kita sedekahkan akan langsung ditransfer ke BAZARNAS. Caranya: Buka menu send it, lalu klik ‘tagihan’, pilih ikon ‘amal dan donasi’, lalu masukkan nominal yang akan kita sedekahkan, transfer, deh. Gampang kaaan…

2. CERDAS MENABUNG DENGAN JENIUS

Setelah sedekah beres, saatnya menabung! Jenius memiliki beberapa fitur tabungan yang sangat inovatif. Ada Flexi Saver, Dream Saver dan Maxi Saver.

Di Flexi Saver, kita bisa menyimpan dan menarik dana kapan saja. Uang di Flexi Saver terpisah sendiri dari saldo aktif jadi nggak akan terganggu dengan kebutuhan lain. Kami menyimpan dana darurat di Flexi Saver milik Kangmas. Meskipun terpisah, uang di Flexi Saver dapat ditarik dengan mudah saat dibutuhkan.

Dream Saver adalah fitur tabungan otomatis untuk mempercepat mimpi kita segera terwujud. Misalnya, kita ingin jalan-jalan di tahun depan dengan biaya 2.5 juta. Dream Saver dapat membantu kita menyisihkan uang karena sifatnya yang autodebet. Jadi nggak kerasa kan kalau kita sebenarnya sedang menabung.

Autodebet dari Dream Saver bisa diatur bulanan, mingguan, bahkan harian. Nominal maupun tanggal pencapaiannya bisa diatur sesuka kita. Nanti Jenius sendiri yang akan menghitung otomatis berapa yang harus ditabung atau kapan pencapaiannya sesuai pengaturan kita.

Maxi Saver di Jenius adalah layanan investasi dalam bentuk deposito dengan jangkan 1 – 12 bulan. Minimal setoran sebesari 10 juta rupiah. Uniknya, Maxi Saver dapat ditarik sebelum jatuh tempo tanpa kena denda loh! Kalau ditarik sebelum masa depositonya habis, kita nggak akan kena penalti seperti deposito bank lain tapi kita nggak akan mendapat bagi hasil dari deposito itu. Fleksibel bukan?

3. CATATAN TELITI DENGAN JENIUS

Selain mencatat di aplikasi, Jenius juga membantu kami untuk telusur uang yang telah dikeluarkan. Kita dapat membuat catatan pengeluaran sesuai kategorinya, mulai dari amal dan donasi hingga service kendaraan. Bahkan Jenius mencatat dengan detail setiap transaksi yang kita lakukan jika menggunakan mesin EDC. Seperti kemarin saya membeli buku di event Big Bad Wolf, lengkap loh keterangannya!

4. BEBAS TRANSFER DENGAN JENIUS

Jenius juga membantu kita dalam hal transfer uang. Kita nggak perlu lagi susah-susah copy-paste nomor rekening yang dituju karena Jenius menyimpannya. Bahkan kalau transfer ke sesama Jenius cukup dengan menggunakan cashtag saja. Nggak perlu repot memasukkan angka yang panjang-panjang. Simple! Oh iya, jangan lupaaaa… Transfer ke bank lain juga bisa gratis alias 0 rupiah loooh sampai 25 kali. Cocok banget deh untuk emak-emak irit kayak kita, hihihi…

Nah, semua fitur di atas bisa dilakukan cukup dengan smartphone saja. Nggak perlu ke ATM, nggak perlu antri berjam-jam di bank. Ketjeh nggak tuuuh?

Selain itu, banyak fitur keren lainnya dari Jenius. Seperti pengaturan limit penarikan, top up e-wallet untuk saldo transportasi online sampai ke pengajuan kartu tambahan. Dengan Jenius, #hari2jenius tanpa pusing mengelola keuangan.

Semoga berguna ya tips dari saya. Yuk, kita habiskan uang dengan Jenius!

The post Habiskan Saja Uangmu dengan JENIUS! appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/habiskan-saja-uangmu-dengan-jenius/feed/ 4 820
Review Kontrol Kehamilan di RSUD Kota Bogor http://honeymoonjournal.com/review-kontrol-kehamilan-di-rsud-kota-bogor/ http://honeymoonjournal.com/review-kontrol-kehamilan-di-rsud-kota-bogor/#comments Sun, 03 Mar 2019 21:35:26 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=740 Kontrol kehamilan merupakan hal yang wajib dilakukan setiap bulan bagi ibu hamil untuk mengetahui kondisi kesehatan sang (calon) ibu maupun janin. Kontrol kehamilan bisa dilakukan di bidan, puskesmas ataupun rumah sakit. Tergantung kebijakan dan pertimbangan keluarga masing-masing. Saat saya sudah tahu kalau saya hamil, mulai deh saya bergerilya mencari review SpOG yang Te O Pe […]

The post Review Kontrol Kehamilan di RSUD Kota Bogor appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Kontrol kehamilan merupakan hal yang wajib dilakukan setiap bulan bagi ibu hamil untuk mengetahui kondisi kesehatan sang (calon) ibu maupun janin. Kontrol kehamilan bisa dilakukan di bidan, puskesmas ataupun rumah sakit. Tergantung kebijakan dan pertimbangan keluarga masing-masing.

Saat saya sudah tahu kalau saya hamil, mulai deh saya bergerilya mencari review SpOG yang Te O Pe beserta tempat prakteknya. Mulai dari bertanya ke grup Mahmud alumni angkatan SMA saya sampai gugling ke forum-forum buibu.

Oh iya, ada beberapa syarat dokter SpOG dan RS versi kami:

  1. Harus Perempuan
  2. Tempat prakteknya dicover oleh asuransi dari perusahaan Kangmas
  3. RS dapat dijangkau dari rumah dalam waktu 15 menit (in case untuk lahiran)
  4. Kalau memungkinan, jadwal praktek bersahabat dengan jadwal kami sebagai daily worker, terutama Kangmas yang waktu tempuh perjalanan kantor-rumah itu kurang lebih 2 jam.

Sebenarnya, ada satu dokter yang ingin sekali saya kunjungi karena merupakan favorit buibu. Katanya sih enak saat menjelaskan, kata-katanya menenangkan dan yang penting pro normal. Saat mencari di mana beliau praktek, eeeh daftar antriannya di salah satu RS yang lumayan terkenal di sini panjang booo! Sampai harus booking H-seminggu. Kalau di RS satunya lagi antriannya ga sepanjang di RS sebelah. Paling hanya harus booking via telepon H-2. Tapi, jadwal beliau ga bersahabat (jadwal tanggung jam 10an pagi) dan RSnya belum bekerja sama dengan asuransi. Yaaah, ga jadi deh diperiksa sama beliau.

Setelah beberapa pertimbangan, akhirnya pilihan kami jatuh pada RSUD Kota Bogor. Saat saya browsing tentang review kontrol hamil di sini, ternyata belum ada yang menulis reviewnya. Oke deh, saya coba aja kontrol di RSUD Kota Bogor sekalian jadi bahan blog, hihihi…

KESAN PERTAMA REVIEW KEHAMILAN DI RSUD KOTA BOGOR

Kesan saat pertama kali mendengar RSUD Kota Bogor, yang terbersit di otak saya adalah rumah sakitnya peserta BPJS. Karena ada kata BPJS, mungkin kebanyakan dari kita agak meng-underestimate untuk kontrol kehamilan di sini. Denger kata BPJS tuh aduuuh, yang kebayang adalah ribet ngurusnya. But, I’ll say thank you to BPJS later.

Teman-teman saya baru satu orang yang saya tahu pernah kontrol hamil di RSUD Kota Bogor. Yang lainnya rerata memilih kontrol di RS swasta atau di bidan dekat rumah dibandingkan di RS pemerintah. Ya saya pun awalnya begitu. Karena beberapa hal di atas, jadi deh kontrol di sini.

Pertama kali saya kontrol di RSUD itu hari Sabtu. Wuiiih, bener doong banyak peserta BPJS yang sedang menunggu nomornya dipanggil. Dan ruang tunggunya itu penuh banget. Tapi kalau sekarang sepertinya antrian BPJS sudah berkurang karena RSUD Kota Bogor masuk ke RS tipe B. Artinya, faskes 1 tidak bisa langsung merujuk ke sini, tapi harus merujuk ke RS tipe C dulu.

Awalnya saya kontrol dengan dr. Elly Gustom. Tapi karena satu dan lain hal, saya beralih ke dr. Astry Susanti meskipun jadwal beliau di hari kerja.

*******

Selama kontrol hamil Kabay, ada beberapa sisi positif yang saya rasakan dari RSUD Kota Bogor:

1.Harga relatif lebih murah dari rumah sakit swasta✅

Biaya dokter sebesar Rp82.000, USG 2D (no print) 50.000, USG+print out 120.000. Jadi biaya untuk sekali kontrol kehamilan di RSUD Kota Bogor sebesar 132.000 – 202.000 di luar obat. Karena baru pertama kali hamil, saya selalu mencetak hasil USG sebagai dokumentasi setiap bulannya.

2. Ruang registrasi, ruang tunggu dan ruang periksa kandungan terpisah dari ruang tunggu umum✅

Di beberapa bulan awal, kita harus melewati ruang tunggu umum sebelum menuju poli kandungan. Ibu hamil yang kondisinya sedang rentan harus bertemu dengan berbagai macam orang kan agak gimanaa gitu yah, agak riskan kalau harus bercampur dengan banyak kuman dan virus dari orang sakit lainnya. Untungnya, sekarang poli kandungan sudah berbeda gedung dan berada di gedung baru dekat pintu besuk. Jadi udah ga takut lagi terkontaminasi dengan pasien lain.

3. Tersedia masjid yang cukup luas✅

Beberapa RS yang pernah saya kunjungi hanya menyediakan area seadanya untuk mushola. Bahkan tempat sholat untuk wanita bisa dibilang sempit sehingga jika waktu sholat tiba harus mengantri. RSUD Kota Bogor memiliki masjid sendiri yang cukup luas sehingga kita bisa sholat dengan nyaman tanpa harus mengantri. Meskipun jaraknya agak  jauh karena di area parkir motor.

4. Pembayaran di-cover asuransi perusahaan✅

Ini nih yang penting, hihihi… Selama kontrol kehamilan, Alhamdulillah asuransi dari perusahaan Kangmas bekerja bisa meng-cover semua pembayaran, termasuk vitamin. Lumayan kan, uang bulanan bisa buat beli baju Kabay.

5. Tersedia ATM dari beberapa bank✅

Seingat saya, di gerbang masuk RSUD terdapat gerai ATM dari bank Mandiri, BCA, BRI dan BNI.

6. Area parkir luas✅

Sama kasusnya dengan ketersediaan masjid, beberapa RS hanya memiliki area parkir yang sempit. RSUD Kota Bogor memiliki area parkir yang sangat luas yang berada di area depan, baik untuk motor ataupun mobil. Jadi, para biker (yang bawa motor, termasuk saya dan Kangmas) tidak merasa dianaktirikan karena area parkir motornya cukup luas.

Tapi RSUD Kota Bogor juga memiliki keterbatasan:

1.Sistem registrasi yang masih manual ⚠

Di saat RS lain sudah bisa booking via telepon, WA dan bahkan aplikasi, sayangnya registrasi di RSUD Kota Bogor masih manual. Kita harus datang terlebih dahulu ke resepsionis pertama, bilang mau ke dokter siapa, BPJS atau umum dan menunggu nomornya dipanggil. Setelah itu ke resepsionis poliklinik untuk mendapatkan nomor urut dokter di poli masing-masing. Biasanya sih kalau saya ambil nomor antrian dulu siang, setelah itu saya pulang dulu. Lalu saat pulang kantor langsung meluncur ke poli kandungan.

Untuk poli kandungan, sekarang kalau sudah mendapatkan nomor antrian di resepsionis pertama bisa langsung ke poli kandungan untuk mendapatkan nomor urut dokter tanpa harus menunggu. Sebuah perbaikan yang sangat baik saya rasa. Good job!

2. Susah sinyal! ⚠

Untuk emak-emak milenials, sinyal merupakan sebuah kebutuhan yang haqiqi yang tydac bole terganggu. Nah, sinyal di sini itu syusyaaaah kalau sudah masuk ke bagian poli.

Baiqla. Sepertinya mamak harus bersosialisasi ngobrol ke ibu-ibu sebelah supaya ga mati gaya. Tapi saya masih termasuk manusia yang lebih baik menatap layar dibandingkan ngajak ngobrol, hahaha…

3. Jadwal dokter yang sering telat ⚠

Ga hanya di sini sih sebenernya. Di RS lain pun dokternya suka telat. Whyyyy? Jadilah saya harus nunggu kurang lebih 1-2 jam padahal saya sudah datang sesuai jadwal dan mendapatkan nomor urut awal. Bahkan pernah belum waktu prakteknya selesai, dokternya sudah pulang karena sudah ga ada pasien lagi. Jadinya saya harus kontrol ke RS yang lebih jauh, huhuhu…

4. Tidak tersedia jadwal dokter di website ⚠

Ini juga termasuk hal yang harus diperbaiki dari RSUD Kota Bogor. Menu jadwal dokter sih ada. Tapi pas diklik isinya kosong melompong. Jadi, kalau mau tahu jadwal dokter harus datang langsung ke sana untuk mengambil kertas jadwal. Di zaman yang serba digital ini kan seharusnya lebih bisa memanfaatkan website karena orang lebih memilih melihat di internet dari pada pergi ke sana atau telepon ke CS.

5. Poli kandungan agak jauh di belakang⚠

Dari area parkir motor menuju ke poli kandungan jaraknya agak jauh. Jadi, untuk bumil yang lagi hamil besar, harap bersabar yaaah bawa perut yang semakin berat. Kalau bawa mobil atau pakai gocar/grabcar, masih bisa sih turun di pintu masuk besuk.

Nah, mungkin review ini bisa jadi pertimbangan buibu untuk tempat kontrol kehamilan ananda tercinta. Semoga membantu 😀

Kabay’s Journal:

The post Review Kontrol Kehamilan di RSUD Kota Bogor appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/review-kontrol-kehamilan-di-rsud-kota-bogor/feed/ 2 740
Trimester Ketiga Kehamilan Kabay http://honeymoonjournal.com/trimester-ketiga-kehamilan-kabay/ http://honeymoonjournal.com/trimester-ketiga-kehamilan-kabay/#comments Thu, 14 Feb 2019 03:26:31 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=699 Trimester ketiga kehamilan Kabay. Heyhoo~ Setelah hampir 3 bulan blog ini vakum karena diriku masih asyik bermesraan dengan Kabay yang sudah lahir ke dunia bulan November tahun lalu. Maafkan yaah kalau ada yang nungguin dan bertanya-tanya kenapa Honeymoon Journal kok ga apdet-apdet postingannya sejak BPN Challenge hari keempat. Tadinya mau langsung cerita tentang proses kelahiran […]

The post Trimester Ketiga Kehamilan Kabay appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Trimester ketiga kehamilan Kabay. Heyhoo~ Setelah hampir 3 bulan blog ini vakum karena diriku masih asyik bermesraan dengan Kabay yang sudah lahir ke dunia bulan November tahun lalu. Maafkan yaah kalau ada yang nungguin dan bertanya-tanya kenapa Honeymoon Journal kok ga apdet-apdet postingannya sejak BPN Challenge hari keempat. Tadinya mau langsung cerita tentang proses kelahiran Kabay. Tapi ga afdol kayaknya udah posting dari awal hamil sampai trimester kedua tapi trimester ketiganya ga ditulis.

Yowess, inilah kisah trimester kehamilan Kabay yang disambut dengan “SELAMAT DATANG DI BAGIAN WAKTU BUMIL SUSAH MENCARI POSISI TIDUR…”

 

1. Baby bump semakin besar.

Huooo, perut ini semakin gendut dan semakin membulat! Dulu ga pernah terbayang kalau saya hamil bakalan seperti apa bentuknya. Ga hanya saya, tapi teman-teman yang lain juga penasaran, gimana sih saya yang bertubuh imut-imut ini jika hamil? Naah, pertanyaan ini terjawab sudah. Jawabannya adalah… Ya seperti ini lah, hehehe… Ukuran badan saya sendiri ga bertambah ukurannya secara signifikan. Naik 1 sampai 2 nomor wah wajarlah yah. Tapi ukuran baby bump yang sangat terlihat. Gimana ga, berat janin Kabay selalu over 1-2 minggu via USG padahal saya makannya sedikit. Sepertinya metabolisme Kabay turunan dari ayahnya nih, hihihi…

maternity-shoot-1-trimester-ketiga-kehamilan-kabay-honeymoonjournal-dotcom
Bigger baby bump!

 

2. Kabay semakin aktif dan gerakannya semakin keras.

Semakin besar usia kandungan, maka semakin banyak perkembangan janin. Salah satunya adalah gerakan janin yang semakin aktif. Kalau di trimester kedua itu gerakannya bikin geli-geli lucu gitu, sekarang udah mulai bikin ngilu. Urgh! Alhamdulillah, posisi kepala Kabay udah di bawah dari usia minggu ke-30an. Naah, kalau ndul-ndulan itu ke arah bawah dan otomatis kalau nendang ke arah ulu hati. Uuuuh, itu rasanya syedaaaap… Tapi kadang suka kerasa ‘gerenyem-gerenyem’ di bagian bawah kanan. Mungkin itu jari-jari tangannya lagi kelikitik ibunya. Setiap gerakan Kabay saya nikmati saja, mau yang geli ataupun yang nyeri. Karena saya tahu saya akan merindukan saat-saat seperti ini. (Tuuh kan baper pas nulis ini, jadi pengen hamil lagi *nengok ke Kabay *baru juga 2 bulan *hamil laginya nanti aja deh)

 

3. Awal-awal mulai susah posisi tidur.

Karena baby bump yang semakin membesar, jadinya ngefek ke kebiasaan tidur. Harus pelan-pelaaaan kalau mau mengubah posisi tidur, perutnya dipegangin dulu baru ubah posisi. Telungkup udah pasti ga bisa, miring ke kanan berat ke kanan, miring ke kiri perut serasa tumpah juga ke kiri, telentang eungap ga ketolong. Ini kali yah yang tertulis di Al-Quran dengan kalimat “Keadaan saat hamil yang semakin berpayah-payah.” Tuuh, kalian-kalian nakanak, inget perjuangan ibu kalian waktu hamil kalian, mau tidur aja syusaaaah…

 

4. Telapak kaki bengkak.

Asli deh ini kaki bukan kayak kaki sendiri. Bengkak, booo! Bulet-bulet gitu sampai sepatu yang biasa dipake jadi ga muat. Padahal bahan sepatunya dari kain karet melar. Kalau dibawa jalan bawaannya kurang nyaman. Cara mengatasinya adalah setiap tidur malam, kaki harus diganjal bantal biar posisinya lebih tinggi dari kepala. Biasanya besok pagi bengkaknya udah berkurang atau bahkan hilang. Pernah kakinya ga diposisikan kayak gini, eeeh besok pagi bengkak lagi. Kalau jalan terlalu lama juga bikin kaki bengkak.

 

5. Susah bangun dari posisi tidur.

Udah mau tidur nyari posisinya rada susah, pas tidur suka kram, bangunnya juga susah, hahaha… Nikmati saja yaaaa… Kalau mau bangun dari posisi tidur, harus pelaaaan. Pertama badan miringin dulu, lalu angkat badan perlahan dengan tangan, terus bangun deh. Kangmas suka gemes kalau kita lagi buru-buru. Atuh gimana yah pak, ini perut kan ga bisa ditaro dulu terus pasang lagi.

 

6. Mudah ngantuk saat siang.

I felt so guilty for this point, really. Keseringan saya suka ketiduran di jam kerja. Bawaannya tuh nguantuk poll! Mungkin karena tidur malemnya kurang berkualitas jadi siangnya ngantuk. Jadi suka merasa bersalah sama temen satu tim karena saya (ke)tidur(an) mulu.

 

7. Stretch mark dataaaang!

Pertamanya saya ga sadar kalau stretch mark alias garis-garis di perut sudah muncul. Karena kalau saya lihat dari atas sih perut gendut ini masih mulus-mulus saja. Yesss! Waktu saya ngaca, ternyata stretch mark-nya muncul di bagian bawah. TIDAAAAK! Jadi penuh loreng perut saya. Aku kudu piyeee? Salah saya sendiri juga siih kurang menjaga kelembaban kulit. Yowesss lah Kangmas pun katanya ga masalah. Tapi akan malu akutuuu… Huhuhu…

 

8. Ga mau jalan jauh dan lama.

Ini mah jangan ditiru ya, hehehe… Harusnya mendekati kehamilan itu semakin rajin jalan biar bayi masuk ke panggul. Saya malah makin males, hhh… Kalau tiap naik-turun lantai di kantor selalu pake lift. Terus kalau weekend bawaanya ga mau kemana-mana, pengennya di rumah aja. Ini ada istilahnya, yaitu nesting instinct. Jadi pengennya di rumah dan beberes. Kalau saya sih pengennya di rumah terus leyeh-leyeh, hehehe…

 

9. Beli persiapan baju Kabay.

Saya sampai bikin daftar perlengkapan Kabay yang mau dibeli looh… Lengkap dengan harga, merk, jumlah sampai ke link toko online-nya. Baju-baju ada yang dibeliin oleh ibu saya di Pasar Anyar, ada juga yang online. Saya beli ga sekaligus. Kalau ternyata lebih murah di online, saya beli online Dan kebetulan di salah satu marketplace lagi banyak promo cashback! Jadi belanja dapet cashback, cashback-nya dibelanjain lagi, deh… Makmalyfe banget, hohoho…

cat-kamar-trimester-ketiga-kehamilan-kabay-honeymoonjournal-dotcom
Yabi cat kamar untuk persiapan menyambut Kabay :*

jemuran-1-trimester-ketiga-kehamilan-kabay-honeymoonjournal-dotcom
Jemur yuk, kita jemur

jemuran-2-trimester-ketiga-kehamilan-kabay-honeymoonjournal-dotcom
jemur lagi yuuuk

 

10. Makin suka bau bensin, oli dan karbol. Pelampiasannya ke sampel lemongrass oil.

Ga tau kenapa, saya jadi makin suka bau-bauan di atas. Pada dasarnya, saya emang suka bau bensin. Tapi ini semakin menjadi dong… Kalau saatnya ngantri lama di pom bensin, saya malah seneng karena bisa nyium bau bensin lama-lama. Jangan ditiru yah, buibu… Bahkan pernah, saking ‘sakawnya’ saya pengen nyium bensin, tutup tanki bensin saya hirup! Kutak tahu mengapaaaa… Untungnya, di kantor ada sampel lemongrass oil alias minyak sereh (kayaknya sih essential oil) yang lebih aman untuk saya cium-cium. Sampai saya bawa ke rumah beberapa mili supaya bisa saya cium aromanya. Fyuuuh…

 

11. Maternity Shoot Project.

Ini ide punyanya Kangmas. Setelah nyari-nyari vendor, akhirnya kami berdua memutuskan untuk kerjasama dengan sebuah tim fotografi yang kebetulan teman sekelas saya waktu SMK. Sekarang dia udah punya tim sendiri dan udah sering jadi vendor fotografi untuk engagement dan Nah, untuk projek maternity shoot baru kita aja nih, hihihi… Nama timnya adalah @a_story_id. Ketjeh-ketjeh loooh hasil jepretan mereka. Cuss aja langsung kepoin aja IGnya.

H-seminggu, timnya A Story ini survey dulu ke rumah karena konsep kita adalah foto di sekitar rumah. Rencananya mau tanggal 4 November 2018, tapi gegara ada acara di tanggal itu, agenda kita mundurin ke tanggal 11. Sebenarnya deg-degan sih udah minggu ke-37 itu tuh. Takut lahiran duluan. Untungnya, Kabay masih betah di dalem pas foto-foto. Kalau udah lahiran, maternity photo shoot-nya berubah jadi new born photo shoot deh.

maternity-shoot-4-trimester-ketiga-kehamilan-kabay-honeymoonjournal-dotcom maternity-shoot-3-trimester-ketiga-kehamilan-kabay-honeymoonjournal-dotcom maternity-shoot-2-trimester-ketiga-kehamilan-kabay-honeymoonjournal-dotcom

 

12. USG 4D.

USG 4D sebenernya ga urgent banget sih. Tapi kami berdua penasaran pengen liat wajah Kabay. Ditambah lagi udah telat mau USG 4D kalau di atas minggu ke-36 (kata bu dokter), idealnya di minggu 26-32. Tapi Alhamdulillah, waktu di-USG masih keliatan meskipun udah sempit ruang geraknya. Plus kata budok udah mulai ada sinyal cinta dari Kabay, yaitu udah bukaan satu! Budoknya bilang, “Ini mah kayaknya minggu depan juga udah lahir.” Langsung kami berdua degdegan sekaligus seneng. Keluar dari ruangan speechless lah kami. Bener nih dalam hitungan minggu kami udah ganti status jadi seorang ibu dan ayah?

usg-4d-trimester-ketiga-kehamilan-kabay-honeymoonjournal-dotcom
The baby has Kangmas’ nose!

usg-trimester-ketiga-kehamilan-kabay-honeymoonjournal-dotcom
USG 2D di minggu ke-30, berdasarkan USG udah minggu ke-34 ajaa

Begitulah trimester tiga yang penuh dengan warna-warni ini. Dihiasi oleh badan yang semakin cepat cape tapi hati semakin bahagia karena ga lama kami akan bertemu dengan sang buah hati. We love you even before we meet you!

 

Kabay’s Journal:

 

The post Trimester Ketiga Kehamilan Kabay appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/trimester-ketiga-kehamilan-kabay/feed/ 4 699
BPN30 #4 | Saya Menyesal Ikut Blogger Perempuan Network! http://honeymoonjournal.com/saya-menyesal-ikut-blogger-perempuan-network/ http://honeymoonjournal.com/saya-menyesal-ikut-blogger-perempuan-network/#comments Fri, 23 Nov 2018 14:49:41 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=663 Saya menyesal ikut Blogger Perempuan Network! Nah loh, kenapa? Waktu awal-awal blog honeymoonjournal.com ini lahir, saya pengen dong blog ini ada yang baca. Saya sempat sharing postingan di facebook saya, tapi kok traffic-nya masih gitu-gitu aja (baca: miris, huhuhu). Akhirnya, saya coba searching bagaimana caranya menaikan blog traffic dan page view. Salah satunya adalah ikut […]

The post BPN30 #4 | Saya Menyesal Ikut Blogger Perempuan Network! appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Saya menyesal ikut Blogger Perempuan Network!

Nah loh, kenapa?

Waktu awal-awal blog honeymoonjournal.com ini lahir, saya pengen dong blog ini ada yang baca. Saya sempat sharing postingan di facebook saya, tapi kok traffic-nya masih gitu-gitu aja (baca: miris, huhuhu). Akhirnya, saya coba searching bagaimana caranya menaikan blog traffic dan page view. Salah satunya adalah ikut komunitas blogger. Satu pertanyaan sudah terpecahkan. Lalu muncul pertanyaan lainnya: komunitas blogger yang kayak gimana nih?

Pencarian demi pencarian (ceilaaah bahasanyaaa) saya lakukan. Blog demi blog telah saya arungi. Nah, saya nemu satu, eh dua persamaan: mayoritas blogger perempuan (persamaan pertama) pasang sidebar atau footer sebuah komunitas, yaitu Blogger Perempuan Network (persamaan kedua). Walaupun banyak yang pasang banner komunitas lainnya, tapi ini kok hampir semuanya pasang banner BPN yah?

Kekepoan saya terhadap BPN dimulai saat itu.

Mulai deh saya kepo ke situs BPN dan medsosnya. Saya lakukan perbandingan dengan beberapa komunitas lain. Ada beberapa komunitas yang sepertinya sudah tidak aktif lagi. Tapi BPN ini masih tetap aktif di Twitter, Facebook fanpage dan Instagram-nya. Ada group facebook-nya tapi ternyata harus gabung jadi anggota BPN dulu.

Akhirnya, setelah kepo sana-sini, melihat anggotanya yang seru, medsosnya yang aktif, saya memutuskan untuk daftar menjadi anggota BPN. Udah kayak nyari jodoh aja ya banyak pertimbangan? Hehehe…

Setelah proses konfirmasi dan sebagainya, saya terdaftar juga di blog directory dan bisa masuk ke grup BPN. Beberapa bulan berlalu. Dan saya merasakan sebuah penyesalan. Sungguh, saya menyesal masuk ke komunitas Blogger Perempuan Network ini! Saya menyesal kenapa ga dari duluuuu saya ikutaaaaan?

Ternyata banyak manfaatnya looh ikut Blogger Perempuan Network! Ini dia manfaat yang saya rasakan sejak masuk ke komunitas ini. Cekidot, gaes!

  1. Ga bingung saat ingin blogwalking. Di blog directory, ada banyak blog yang terdaftar. Bisa juga looh disortir berdasarkan niche blog-nya. Nah, BPN ini banyak anggotanya, jadi kita ga usah bingung-bingung kalau hasrat ingin blogwalking-nya lagi keluar. Selain dapat ilmu baru, blogwalking bisa menaikan DA kita loooh kalau memberikan komentar. Kalau ga dikunjung balik gimana? Ya udah ga apa-apa, kan lumayan udah naro link blog, hihihi…
  2. Sumber inspirasi saat sedang malas nge-blog. Ada kalanya saya lagi suntuk banget untuk menulis blog. Apa lagi kalau kerjaan kantor lagi mumet-mumetnya. Boro-boro untuk bikin tulisan, mau nyentuh laptop aja, aduuuuh kok bawaannya malah pengen dikekepin aja yah dibawa tidur?

    Pas buka Facebook, ada notifikasi dari grup BPN. Scroll scroll banyak yang share link blog masing-masing. “Waah, pada rajin amat yah nge-blog? Mereka bisa kenapa saya ga bisa?” Tuh, jadi semangat lagi untuk bikin tulisan.

    Lalu, kalau lagi bingung mau nulis apa, bisa baca-baca juga blog anggota BPN yang lain, deh…

  3. Punya teman baru seperjuangan dan sepenanggungan. Punya temen baru saya rasakan saat #BPN30daychallenge2018 ini. Kita saling follow IG, saling komentar padahal sebelumnya mah ga kenal sama sekali. Tapi kok rasanya kalau ngasih komentar udah kayak yang kenal lama gitu. The power of sepenanggungan kali yah, hehehe…
  4. Sharing lebih nyaman karena sesama perempuan. Karena kita berspesies sama, jadi lebih nyaman aja kalau sharing. Apa lagi perempuan itu kan punya kuota 20.000 kata sehari yang harus dihabiskan. Kalau ga habis, bisa pusyiiiiing! Nah, karena kebutuhannya sama, jadi bahasa yang digunakan pun sama alias kebanyakan curhatnya, hihihi… Tapi kan seru ya baca blog yang isinya curhat, apapun isinya. Bisa tentang hidup, tentang anak, tentang tetangga, tentang kucingnya tetangga, pokoknya apa aja bisa dicurhatin kalau seorang perempuan udah nge-blog. Kita yang ngasih komentar pun suka ga sengaja ikutan curcol deh…

    Baca juga: Tema Blog Favorit Saat Blogwalking

  5. Dapat info lomba dan event. Kalau langganan newsletter BPN, pasti tiap minggu dapat email. Dan yang paling seru itu kalau email-nya berisi tentang pengumuman lomba! Asiiiik, kalau menang bisa nambah uang jajan… Apa lagi kalau ada kesempatan untu dapat produk gratis. Kayak waktu lomba #AsikTanpaToxic Ala Ibu Hamil ini. Awalnya saya iseng-iseng daftar untuk dapat produk gratis. Eh Alhamdulillah, kepilih dapat 4 botol gratis! Kebetulan di minimarket daerah rumah saya produk ini belum banyak yang jual jadi agak susah untuk belinya. Rezeki ibu hamil yaaah… Terus lombanya menang ga? Ga, hehehe… Ya gapapa, nambah pengalaman ikut lomba aja…

    Di grup Facebook pun admin suka membagikan info event-event blogger. Tapi satu pun belum pernah saya ikuti karena lokasinya jauh euy… Semoga next time, saya bisa ikut.

Nah, itu dia alasan yang bikin saya menyesal kenapa ga ikut gabung ke BPN dari dulu. Kalau kalian, apa manfaat yang kalian rasakan sejak ikut BPN? Sharing di kolom komentar yaah 😀

The post BPN30 #4 | Saya Menyesal Ikut Blogger Perempuan Network! appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/saya-menyesal-ikut-blogger-perempuan-network/feed/ 6 663
BPN30 #3 | Honeymoon Journal dan Doa di Baliknya http://honeymoonjournal.com/memilih-nama-blog-honeymoon-journal/ http://honeymoonjournal.com/memilih-nama-blog-honeymoon-journal/#comments Thu, 22 Nov 2018 05:00:14 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=649 Memilih nama blog itu menurut saya susah-susah gampang. Kebanyakan susahnya dibanding gampangnya. Apalah arti sebuah nama, ceunah kata orang luar sana. Tapi justru nama itu harus punya arti, penuh filosofi dan disematkan sebuah doa dan mimpi. Apa lagi kalau memilih nama untuk anak. Saya dan Kangmas sempet galau mau ngasih nama apa untuk Kabay. Eh […]

The post BPN30 #3 | Honeymoon Journal dan Doa di Baliknya appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Memilih nama blog itu menurut saya susah-susah gampang. Kebanyakan susahnya dibanding gampangnya. Apalah arti sebuah nama, ceunah kata orang luar sana. Tapi justru nama itu harus punya arti, penuh filosofi dan disematkan sebuah doa dan mimpi. Apa lagi kalau memilih nama untuk anak. Saya dan Kangmas sempet galau mau ngasih nama apa untuk Kabay. Eh ko malah curhat nama anak siiih? *fokus*

Perjalanan saya nge-blog lumayan lama sebelum lahirnya blog ini. Menulis blog-nya pun di platform yang berbeda-beda. Karena tempatnya berbeda, alhasil namanya juga beda-beda, deh. Dari perbedaan nama ini sih ceritanya mau bikin kesan yang berbeda gitu. Kalau pakai istilah blogging sekarang, niatnya mau personal branding yang beda. Hahaha, namanya juga dulu itu zaman sedang pencarian jati diri. Seorang remaja yang butuh aktualisasi diri untuk diakui.

Baca juga: 5 Alasan Nge-blog

 

LAPSUS SI ACIL

Sssst, saya mau buka rahasia dikit yang belum pernah saya tulis di sini, niih… Di blog ini kan saya selalu menggunakan nama RANIA yang memang nama saya sebenarnya. Padahal dulu waktu di sekolah, saya dipanggil dengan nama ACIL alias singkatan dari Anak keCIL karena tubuh saya yang mungil. Saking terkenalnya nama panggilan ini, ada seorang teman saya yang bingung sendiri waktu mencari nama saya.

👩🏻: “Cil, gw mau liat nilai lu di daftar. Tapi kok ga ada, ya?”
🧕: “Masa? Ga mungkin ga ada, kan itu daftar satu kelas.”
👩🏻: “Iya, serius ga ada.”
🧕: “Emang lu nyarinya namanya siapa?”
👩🏻: “Acil. Terus gw nyari di alfabet A.”
🧕: “Yaiyalah ga adaaaaa. Nama asli gw kan Rania. Carinya di R laaah…”
👩🏻: “Oh, iya! Hahaha! Gw sampai lupa nama asli lu itu siapa!”

Begitulah personal branding yang sebenarnya sudah melekat kuat. Karena di SMK saya setiap praktek selalu membuat laporan yang dinamai lapsus (laporan khusus), makanya blog di wordpress pun saya beri nama Lapsus Si Acil karena berisi tentang kisah-kasih dan pengalaman ajaib selama sekolah dengan bahasa yang (pengennya sih) kocak. Jadi kalau teman-teman saya nemu blog saya di gugel, udah ketauan itu blog punya saya.

Nama ini bertahan sangat lama sekitar 6.5 tahun di blog gratisan. Saya sempat berganti blog header untuk menunjukkan karakter saya.

header1 memilih nama blog honeymoonjournal.com

Saya pakai header ini untuk menunjukkan blog saya yang isinya seru-seruan. No serious things here. Pokoknya pengalaman yang lucu dan kocak deh.

lapsus si acil memilih nama blog honeymoonjournal.com

Lalu, saya ganti dengan header ini untuk karena saat itu saya sudah mau lulus kuliah dan kepribadian saya (perasaan) lebih dewasa. Padahal kayaknya ga ada yang berubah, masih kayak anak kecil, hehehe… Niatnya header yang ini menunjukkan pengalaman saya yang lebih berwarna.

 

ANOTHERSTORYOFACIL

Nah, nama ini untuk Tumblr saya. Ceritanya sih mau personal branding yang beda gitu dengan blog di wordpress. Kalau di wordpress untuk cerita dengan bahasa sehari-hari, di Tumblr ini cerita dengan bahasa yang lebih nyastra. Kisah yang lain dari seorang Acil. Ceilaaaah, gaya banget yah saya…

Tujuan awal saya bikin Tumblr ga bertahan lama dan akhirnya sebagai sumber asupan fangirling-an saya waktu saya ngefans banget sama Sherlock, Benedict Cumberbatch dan Marvel Cinematic Universe. Makanya, waktu kominfo ngeblokir Tumblr¸ saya sediiiih banget. Sumber asupan paling update saya hilang, huhuhu…

 

DUNIA RANIA

dunia rania memilih nama blog honeymoonjournal.com

Awal tahun ini, nama Lapsus Si Acil saya ganti menjadi Dunia Rania karena saya ingin re-branding diri menjadi sosok yang lebih dewasa. Karena saya sudah menikah, rasanya perlu untuk re-branding biar ga dianggap anak kecil mulu, hihihi… Tapi tetep dengan warna-warna yang colorful.

 

HONEYMOON JOURNAL

header HJ memilih nama blog honeymoonjournal.com

Naaah, ini niih… Untuk blog TLD ini, awalnya saya dan Kangmas mikir mau ngasih nama apa. Awalnya, kami pilih nama journal karena cita-cita kami untuk traveling. Nama honeymoon ya karena traveling-nya untuk bulan madu. As simple as that. Jadi honeymoonjournal.com menjadi catatan perjalanan bulan madu kami, review tempat wisata, tips and trick honeymoon murah. Siapa tahu dapet sponsor supaya bisa honeymoon gratis kan…

Tapiiii, etapiiii… sayangnya saya lupa riset dulu caranya mencari nama domain yang google-friendly. Jadinya, daftar domain dulu baru riset. Ternyata, nama honeymoon journal itu masih kurang spesifik karena niat awalnya kan kami buat blog ini agar bisa nangkring di page one google.

Yowessslah, domain sudah terlanjur dipesan juga dan sempat ngisi beberapa postingan. Sayang (uang) juga untuk ganti lagi.

Tapi (lagi), ternyata kami tidak sesering itu untuk melakukan traveling. Traveling yang pernah kami lakukan (tapi belum sempat saya tuliskan) itu adalah budjet traveling ke Singapore-Malaysia-Thailand dalam 5 hari, ke Lembang Bandung dan ke Yogyakarta. Sisa isi tulisan di blog ini lebih ke curhat tentang pernikahan dan kehamilan.

Jadiiii, kami memperlebar tujuan blog ini bukan hanya sekedar catatan perjalanan traveling, tapi juga berisi perjalanan-perjalanan “bulan madu” kami dan insya Allah bersama anak-anak tercinta yang berkah hingga ke Jannah. Nama honeymoon journal juga memiliki doa karena kami ingin menjadikan pernikahan kami selalu semanis madu, dari saat ini sampai ribuan jam yang akan kami lalui bersama.

Ups, ada bonus foto maternity 2 minggu yang lalu sama Kangmas, hihihi…

doa memilih nama blog honeymoonjournal.com

The post BPN30 #3 | Honeymoon Journal dan Doa di Baliknya appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/memilih-nama-blog-honeymoon-journal/feed/ 1 649
BPN30 #2 | Tema Blog Favorit: Niche Blog & Blogwalking http://honeymoonjournal.com/tema-blog-favorit-niche-blog-blogwalking/ http://honeymoonjournal.com/tema-blog-favorit-niche-blog-blogwalking/#comments Wed, 21 Nov 2018 13:54:05 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=637 Tema favorit saya saat baca blog itu berbeda dengan genre favorit kalau saya membaca cerita fiksi, terutama fan fiction. Kalau fiksi, saya cenderung lebih suka yang temanya dark, entah jalan ceritanya atau ending-nya. Kalau ditanya kenapa, karena hidup itu tidak selalu berjalan indah, Marimar! *efek meme Tom and Jerry*. Nah, gimana halnya dengan blog? Ngomongin […]

The post BPN30 #2 | Tema Blog Favorit: Niche Blog & Blogwalking appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Tema favorit saya saat baca blog itu berbeda dengan genre favorit kalau saya membaca cerita fiksi, terutama fan fiction. Kalau fiksi, saya cenderung lebih suka yang temanya dark, entah jalan ceritanya atau ending-nya. Kalau ditanya kenapa, karena hidup itu tidak selalu berjalan indah, Marimar! *efek meme Tom and Jerry*. Nah, gimana halnya dengan blog?

Ngomongin tema atau niche blog, di luar sana tersebar blog dengan niche yang bermacam-macam. Mulai dari yang spesifik seperti parenting, teknologi, kuliner, beauty, traveling, sampai yang gado-gado alias semuanya dibahas seperti lifestyle blogger.

Waktu isi niche blog untuk submit keanggotaan komunitas blogger, saya selalu mengisi family and parenting blog. Pengennya begitu. Niat aja dulu. Iya, ga? Hehehe… Tapi setelah saya lihat-lihat lagi, agak campur-campur gitu isi blog ini meskipun masih ada hubungannya dengan family and parenting, seperti curhatan tentang Kabay di Kabay’s Journal, komunitas Ibu Profesional dan nyempil tentang resep masakan meskipun saya ga jago-jago amat kalau masak. Malah lebih jago Kangmas kalau soal mengolah bumbu *malu deeeh*

baca tema blog favorit honeymoonjournal.com

Kalau soal blogwalking yang masih jarang saya lakukan, padahal ga boleh males, ada beberapa tema yang saya senang membacanya.

  • Curhat. Sebenernya ini bukan tema sih yah, tapi lebih ke gaya kepenulisan. Biasanya saya suka mampir ke blog yang temanya lifestyle karena mayoritas membahas lebih banyak hal dengan gaya kepenulisan ala curhat ini. Pada dasarnya, saya suka dengerin orang curhat meskipun saya kurang bisa memberikan nasihat yang baik. I’m a good listener, but sorry I’m not a good advicer. Kalau baca orang curhat di blog, bawaannya seneng aja gitu. Seru!
     
  • Family and parenting. Nah, kalau ini curhat yang lebih spesifik tentang keluarga dan mengurus anak. Karena saya sedang hamil, jadi saya juga senang membaca pengalaman ibu-ibu yang sedang hamil juga. Tiap kehamilan memiliki cerita istimewa masing-masing. Kalau tentang parenting bisa menambah ilmu saya untuk nanti mendidik Kabay dan Debay-debaynya (uuu, udah direncanain aja punya adik, hihihi). Kisah tentang pernikahan juga seru untuk dibaca. Bagaimana kisah menyatukan 2 insan menjadi 1 visi.
     
  • Blogging. Tema ini jadi favorit saat saya lagi semangat untuk meningkatkan kemampuan blogging saya. Cara memilih judul yang baik, tentang SEO dan apapun tentang blogging membuat saya terus belajar.

3 tema blog itu yang menjadi favorit saya saat blogwalking. Lewat challenge ini, saya juga harus kudu wajib rajin blogwalking dan ninggalin komen biar nambah traffic juga, hehehe…

So, tema apa yang jadi favorit kalian saat blogwalking?

 

The post BPN30 #2 | Tema Blog Favorit: Niche Blog & Blogwalking appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/tema-blog-favorit-niche-blog-blogwalking/feed/ 12 637
Serunya Era Digital Untuk Emak Milenial http://honeymoonjournal.com/serunya-era-digital-untuk-emak-milenial/ http://honeymoonjournal.com/serunya-era-digital-untuk-emak-milenial/#comments Tue, 20 Nov 2018 14:45:38 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=588 Coba, apa yang terpikir di otak kita ketika mendengar kata ‘era digital’ dan ‘milenial’? Pasti yang terpikir pertama kali adalah ‘anak zaman now’ banget! Perkembangan dan penyebaran informasi yang begitu cepat di dunia sekarang ini membuat pepatah “Dunia tak selebar daun kelor” mulai bergeser menjadi “Dunia dalam genggamanmu” karena semakin canggihnya teknologi. Dulu ya, waktu […]

The post Serunya Era Digital Untuk Emak Milenial appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Coba, apa yang terpikir di otak kita ketika mendengar kata ‘era digital’ dan ‘milenial’? Pasti yang terpikir pertama kali adalah ‘anak zaman now’ banget! Perkembangan dan penyebaran informasi yang begitu cepat di dunia sekarang ini membuat pepatah “Dunia tak selebar daun kelor” mulai bergeser menjadi “Dunia dalam genggamanmu” karena semakin canggihnya teknologi.

Dulu ya, waktu pertama kali kenal internet kayaknya saya masih duduk di bangku SMP sekitar 12 tahun yang lalu. Ups, jebakan umur deh, hihihi… Pertama kali bikin media sosial Friendster yang bikin hobi otak-atik html sederhana untuk buat tema profilnya tiap kali ke warnet. Kalau dapat testimonial dan komentar senengnya pake banget. Terus mengunduh lagu dan burn ke CD yang tarifnya lumayan bikin jebol kantong anak sekolahan yang uang jajannya masih terbatas. Sampe saya dan temen-temen rela muter-muter keliling Bogor untuk nyari tarif warnet yang berkepri-anaksekolahan-an meskipun harus naik angkot lebih jauh.

medsos pertama serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Yang paling ga bisa dilupakan setiap ke warnet adalah wajib buka MIRC, aplikasi chatting yang username-nya bisa bikin sendiri dan bebas masuk ke channel kota mana, selain nyari tema yang ketjeh buat Friendster. Kalau udah main MIRC, seakan lupa waktu deh. Mengobrol dengan beberapa orang yang ga dikenal sekaligus.

“asl pls” adalah kalimat default setiap mulai chatting. Awalnya saya kira ‘asl’ itu singkatan dari kata ‘asal’. Padahal mah singkatan untuk menanyakan age-sex-location, dong, hahaha… Namanya juga dulu masih polos ya, masih ikut-ikutan teman juga. Chatting di MIRC bisa berlanjut ke tukeran nomor hp untuk SMSan. Kalau inget zaman itu saya ga habis pikir, kok bisa ya saya percaya dan mau ngasih nomor hp ke orang yang cuma ngobrol sebentar di dunia maya? Dulu mah ga kepikiran kalau bisa saja nanti ada modus negatif. Hiii, ngeriiii… Alhamdulillah, dulu ga sampe gimana-gimana SMSannya juga. Hanya sekedar ngisi waktu luang dan senang dapet temen baru soalnya tarif perSMS masih mahal, boooo… Bisa-bisa uang jajan habis hanya untuk ngisi pulsa dibanding ngisi perut.

Friendster sempat mengeluarkan fitur blog untuk yang suka menulis (baca: suka curhat). Karena dari kecil saya memang hobi menulis, saya termasuk yang memanfaatkan fitur ini untuk menulis apa saja, ga peduli seremeh apa pun itu. Lalu, hobi tulis-menulis ini saya lanjutkan ke multiply yang sekarang sudah menjadi sejarah bagi banyak blogger.

medsos kedua serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Pendidikan naik ke jenjang yang lebih tinggi, begitu juga perkembangan internet. Media sosial mulai menjamur ke Facebook dan twitter. Sebagai remaja yang masih haus akan eksistensi diri, saya juga harus punya dong 2 akun di medsos itu. Rekam jejak kealayan saya sampai 9 tahun lalu masih tersimpan rapi di facebook memories yang notifikasinya selalu muncul setiap hari. Bikin saya ketawa-ketawa sendiri saat baca status “Aduh, tugas lagi! Tugas lagi! Jam segini belum tidur gegara masih bikin presentasi! Kayaknya enaknya deh kalau udah lulus sekolah.”

Belum tahu aja, 9 tahun ke depan kehidupan dunia nyata berbicara, “Hohoho, tidak semudah itu, Ferguso!”

tidak semudah itu, ferguso!

Sayangnya, akun twitter saya setahun lalu kena hack dan membuat saya harus menghapus akun secara permanen. Jadinya, beberapa bulan kemudian saya bikin ulang lagi dengan username yang sama tapi mulai dari 0 lagi, huhuhu…

Untuk dunia blogging, saya mulai pindah dari Multiply ke wordpress karena terinspirasi dari kakak kelas saya yang mengabadikan kisah kehidupan sekolah dengan serunya di blog. Jam belajar dan bobot materi di SMK saya emang rada-rada ‘ekstrim’ sih, jadi banyak cerita ajaib yang bisa ditulis. Sampai sekarang, tulisan saya di wordpress masih ada dan ga bakal saya hapus.

 

ERA DIGITAL UNTUK EMAK MILENIAL

Nah, sekarang status saya sudah berubah~ Yang dulu kenal internet sebagai anak kinyis-kinyis yang manis, sekarang sudah menjadi seorang wanita karir merangkap seorang istri cantik untuk kangmas tercinta dan calon emak beranak satu.

Dalam satu dekade ini, internet yang tadinya menjadi barang eksklusif dan butuh effort untuk mencapainya, kini menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Sepertinya, kebutuhan pokok kita sandang, pangan dan papan bertambah dengan charger-an dan internetan. Saya juga termasuk orang yang kadang lupa kapan terakhir kali mengisi pulsa reguler tapi selalu kelabakan kalau kuota internet sudah habis.

Tak bisa dipungkiri, sekarang orang-orang lebih memilih mengirim pesan melalui aplikasi dibandingkan SMS. Mulai dari mengirim pesan sederhana, menyematkan emoticon dan stiker lucu sampai mengirim foto dan file semuanya sudah disediakan oleh aplikasi. Ada yang tanpa iklan maupun fitur stiker yang berbayar, semuanya ada. SMS mungkin hanya digunakan sebagai pengingat dari provider kalau kuota atau masa aktif sudah mau habis atau aktivasi paket saja.

Sebagai emak-emak zaman now atau emak-emak milenial, pasti era digital ini memiliki banyak sekali manfaat untuk mendukung kehidupan sehari-hari. Ini dia serunya era digital untuk emak milenial!

 

1. Mudahnya informasi bagi (calon) ibu baru

mudahnya informasi serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by Rawpixel-Unsplash)

Dengan internet di genggaman tangan, mau mencari informasi tentang apapun tinggal ketik-ketik di layar sentuh smartphone, lalu voila! Sekarang, peran media sosial dan influencer sangat mendominasi. Banyak akun-akun yang sangat bermanfaat untuk kita ikuti sebagai emak milenial, seperti akun tentang hypnobirthing, tentang ASI, MPASI, sampai ke dokter anak. Mereka juga tidak pernah bosan menyampaikan informasi-informasi berguna untuk para pengikutnya.

 

2. Ga sempet belanja sayur ke pasar? Pakai aplikasi saja!

aplikasi belanja sayur serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by Alexandr-Unsplash)

Saya pernah memanfaatkan aplikasi belanja sayur ini bareng-bareng dengan teman sekantor. Lumayaan, gratis ongkos kirim kalau belanja minimal nominal tertentu. Saya jadi ga perlu lagi jalan ke pasar dengan kondisi perut yang semakin membesar. Tinggal order, bayar dan tunggu deh pesanan datang ke kantor.

 

3. Males macet-macetan untuk ke toko baju bayi? Online shopping solusinya

online shopping serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by pexels.com)

Saat kehamilan sudah masuk ke bulan ketujuh, saatnya hunting perlengkapan Kabay~ Berbekal pengalaman ibu-ibu yang pernah saya baca sebuah blog, saya sudah memiliki daftar belanja Kabay. Nah, karena kalau Senin sampai Jumat saya kerja, saya cuma punya waktu di hari Sabtu dan Minggu. Kota Bogor kalau weekend itu, beeeeuh, bikin mendingan ga pergi kemana-mana deh! Macet di banyak titik. Apa lagi kalau pergi menggunakan mobil, bisa kelamaan di jalan. Karena males macet-macetan, jadinya solusinya adalah online shopping. Selain bebas macet, semua marketplace bisa menyortir barang yang kita inginkan berdasarkan harga dari yang termurah atau penjualan yang paling banyak. Pas banget waktu saya ingin belanja beberapa keperluan Kabay, lagi banyak promo cashback dan gratis ongkir. Hihihi, makmaklyfe sudah dimulai rupanya.

 

4. Promo yang bertebaran di aplikasi transportasi online

promo transportasi online serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by harapanrakyat.com)

Kalau Kangmas atau Bapak sedang tidak bisa mengantar saya ke suatu tempat, transportasi online selalu jadi andalan saya. Banyak promo yang ditawarkan oleh aplikasi transportasi online, seperti diskon jika memakai fintech yang tersedia. Bahkan diskonnya bisa mencapai 90%! Bukan lumayan lagi dooong bagi emak-emak milenial yang segalanya serba diperhitungkan. Harga murah, perjalanan aman, nyaman dan cepat sampai tujuan.

 

5. Banyak diskon untuk emak-emak irit yang tetap pengen liburan saat weekend

diskon weekend serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by pexels.com)

Ini hampir sama dengan aplikasi transportasi online, tapi ini di aplikasi booking. Tak jarang aplikasi booking online, baik itu hotel maupun tiket nonton menawarkan diskon yang sulit untuk ditolak. Beberapa kali saya dan Kangmas bisa menonton di bioskop saat weekend dengan harga 20.000 rupiah untuk 2 tiket! Ngirit banget kaaaan? Tinggal rajin-rajin aja buka aplikasinya.

 

6. Semakin mudah untuk sharing pengalaman dengan ibu-ibu di luar sana

sharing pengalaman serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by pexels.com)

Selain akun-akun yang memang spesialis di bidangnya, kita juga bisa sharing pengalaman dengan ibu-ibu yang lain. Yang sedang kekinian adalah berbagi cerita di instastory sampai terkadang titik-titik di dekat foto profilnya sudah seperti tanda ‘gunting di sini’, hihihi… Masih banyak juga ibu-ibu yang rajin berbagi pengalamannya dengan menulis di blog. Tidak masalah platform-nya apa, sharing positive content is caring, right?

 

Selain banyak serunya, dunia digital juga seperti dua sisi koin. Ada sisi positif, ada juga negatifnya. Sebagai emak-emak milenial yang sudah melek internet, jangan lupa melek literasi juga yaah… Saya coba tuliskan beberapa sisi negatif era digital menurut saya.

efek negatif serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

  1. Tsunami informasi
    Dengan mudahnya akses informasi di era digital ini, kalau tidak siap kita bisa terkena tsunami informasi loh! Serasa semua informasi itu penting. Nah, kita harus pintar-pintar memilah dan memilih informasi yang memang kita butuhkan dan tidak menyesatkan.
  2. Banyak hoax yang tersebar
    Karena adanya tsunami informasi tadi, hoax jadi mudah tersebar. Emak-emak milenial juga suka jadi korbannya. Apa lagi kalau sudah tentang anak, misal makanan berbahaya atau info-info yang bikin khawatir. Sebagai emak milenial yang melek literasi, kita harus mau dan mampu telusur informasi yang beredar, apakah berasal dari sumber yang terpercaya atau hanya hoax belaka.
  3. Standar kebahagiaan yang semakin tinggi
    Terkadang, mengikuti akun sebuah influencer membuat kita ‘mupeng’ dengan kehidupan mereka. Mereka endorse barang-barang branded yang lucu-lucu jadi bikin pengen punya. Lihat perkembangan anak-anak mereka umur sekian sudah bisa apa, “Coba anak saya seperti dia”. Sampai terkadang kita lupa bahwa setiap anak terlahir unik dan istimewa. Anak mereka memiliki keunikan sendiri dan anak kita memiliki keistimewaan sendiri. Jangan sampai kehidupan para influencer membuat standar kebahagiaan kita semakin tinggi namun terbatas seperti mereka. Selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki ya, mak!
  4. Kecenderungan semakin konsumtif
    Menjelang akhir tahun, marketplace semakin gencar mengadakan promosi dengan bentuk yang bermacam-macam. Ada yang subsidi ongkir, diskon sekian persen sampai flash sale banting harga. Kalau ga sadar diri, bisa jebol looh anggaran belanja. Sebagai emak-emak milenial yang cerdas harus semakin jago memilih barang mana yang memang butuh atau pengen beli karena hanya ‘mumpung diskon’.

Semoga pembaca honeymoonjournal.com merupakan pengguna internet yang bijak dan bisa memanfaatkan perkembangan era digital dengan baik.

 

BERBAGI PENGALAMAN MELALUI BLOG

Salah satu sisi positif perkembangan era digital untuk emak milenial adalah dapat berbagi pengalaman dengan ibu-ibu yang lain. Salah satu sarana berbagi pengalaman adalah dengan menulis di blog. Terlebih lagi, konten-konten di blog bisa dengan mudah kita cari melalui Google. Kan apa-apa sekarang tanya Mbah Gugel. Ingin tahu cara menyimpan ASI perah dengan benar? Gugling saja. Cara mengobati iritasi pada kulit anak? Ketik saja di gugel. Mencari tahu merk clodi yang recommended (ini saya banget sih, hahaha)? Cari saja di gugel dan nanti akan diarahkan ke banyak blog ibu-ibu yang sharing tentang pengalamannya bersama anak-anak mereka.

Karena ingin menjadi salah satu bagian yang memberikan andil positif di tengah gelombang arus informasi ini, saya dan Kangmas ingin berbagi pengalaman, baik tentang pernikahan maupun parenting yang dapat bermanfaat untuk orang banyak. Apa lagi Kangmas sangat mendukung saya untuk membuat TLD (Top Level Domain) blog. Dengan menulis suatu konten positif, semoga menjadi amal jariyah saya dan keluarga.

quote serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Saya dulu sempat membuat blog ini dari sebuah penyedia hosting. Tapi, setelah berjalan setahun, saya tidak sreg dengan beberapa service yang mereka sediakan. Setelah survey sana-sini, banyak membaca artikel tentang tips mencari penyedia hosting yang oke, baca-baca ulasan beberapa penyedia hosting beserta harganya, saya mencoba untuk tanya-tanya ke DomaiNesia via live chat.

Kesan pertama saya, yaitu: WOW! Ga butuh waktu lama pertanyaan saya dijawab oleh tim customer service. Bahkan tengah malam sekalipun! Dan mereka selalu menjawab pertanyaan saya sampai hal-hal kecil.

chat domainesia 1 serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

chat domainesia 2 serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Dengan niat agar dapat berbagi pengalaman dengan lebih baik, akhirnya saya resmi pindah hosting dan domain ke DomaiNesia. Harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif. Apa lagi DomaiNesia sering mengadakan promo diskon. Uuu, menggiurkan banget ga sih untuk emak-emak milenial sekaligus blogger yang seneng dapat diskonan?

Karena saya terbiasa menggunakan wordpress, saya memilih paket WordPress Instant Deploy dengan hosting paket Super. Hosting sudah punya. Nah, proses transfer domain yang memerlukan waktu sekitar 6 hari karena saya harus memindahkan domain dari penyedia yang lama. Sambil menunggu, saya sering konsultasi dengan tim customer service dan mereka dengan cepat juga sabar selalu menjawab sampai saya merasa jelas.

domainesia dan wordpress serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Suatu sore, saya mendapatkan email dari google yang menyatakan bahwa transfer domain sudah beres. Lalu, lahir lah blog honeymoonjournal.com ini! Yeay!

Untuk teman-teman yang ingin tahu cara membuat website dengan mudah, langsung aja kepoin ke DomaiNesia!

fitur unggulan domainesia serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Nah, itu deh serunya era digital untuk emak-emak milenial! Yuk, sama-sama jadi emak milenial yang semakin cerdas dalam memanfaatkan teknologi di era digital ini!

The post Serunya Era Digital Untuk Emak Milenial appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/serunya-era-digital-untuk-emak-milenial/feed/ 2 588
BPN30 #1 | 5 ALASAN NGEBLOG: Dari cuma curhat sampai tabungan akhirat http://honeymoonjournal.com/5-alasan-menulis-blog/ http://honeymoonjournal.com/5-alasan-menulis-blog/#comments Tue, 20 Nov 2018 05:00:23 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=625 Rada serem ga sih ini judulnya bawa-bawa akhirat? Tenaang, tulisan saya ga ada serem-seremnya, malah lebih ke curcol, hihihi… Berawal dari sebuah pertanyaan di grup WA Blogger Perempuan Support tentang tips agar bisa konsisten menulis, Mba Shintaries mengusulkan membuat program #onedayonepostBPN sebagai booster ide. Besoknya, pengumuman sekaligus prompt untuk 30 hari sudah rilis resmi dooong […]

The post BPN30 #1 | 5 ALASAN NGEBLOG: Dari cuma curhat sampai tabungan akhirat appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Rada serem ga sih ini judulnya bawa-bawa akhirat? Tenaang, tulisan saya ga ada serem-seremnya, malah lebih ke curcol, hihihi…

Berawal dari sebuah pertanyaan di grup WA Blogger Perempuan Support tentang tips agar bisa konsisten menulis, Mba Shintaries mengusulkan membuat program #onedayonepostBPN sebagai booster ide. Besoknya, pengumuman sekaligus prompt untuk 30 hari sudah rilis resmi dooong di Blogger Perempuan Network! Gercep banget!

Rasanya gimana waktu baca tantangan ini? Tertantang banget! Ini lebih dari tantangan Kangmas untuk update blog 3 artikel per minggu. 30 hari ga boleh bolong nge-blog karena alasan ga ada ide. Ini menguji konsistensi bangeeet… Lalu ada merchandise spesial juga, jadi makin semangat kan, hihihi…

Tapi, tadinya saya ga mau ikutan dulu karena sudah mendekati HPL Kabay. Berhubung Kabay sudah memberikan sinyal-sinyal cinta, saya jadi maju mundur syantiq. Ikutan ga yah? Ikutan ga yah? Nah, berhubung hari ini saya sudah cuti kantor, yowess jadinya saya ikutan dulu aja. Soal nanti bisa ga update blog setelah Kabay lahir itu urusan nanti. Yang penting, coba dulu!

Banner BPN30

Untuk tema pertama adalah KENAPA MENULIS BLOG. Waah, jadi nostalgia *menatap masa lalu*

Dulu, waktu Friendster menyediakan fitur blog (upss, ketauan kan saya anak zaman kapan), saya mencoba untuk menulis di situ. Ga banyak sih seinget saya mah, kurang dari 10 post. Lebih banyak curhat ga jelas yang cuma beberapa paragraf doang, hihihi… Lalu beralih ke Multiply dan sama, isinya banyak curhat sok galau ala anak SMP. Saya inget banget deh dulu pakai theme-nya itu fallen angel yang gambarnya ada seorang malaikat yang sayapnya patah lagi terduduk di pinggir danau lalu bulan purnama menyinari. Warnanya biru-biru gelap gitu. Sok sedih bin galau niatnya, hahaha… Saya juga ga tau kenapa kepikiran kayak gitu.

Waktu SMK, facebook mulai muncul, Friendster dan Multiply juga mulai saya tinggalkan. Terkadang suka sih sesekali nengok ke sana (sebelum FS dan MP berganti fungsi dan akhirnya ditutup). Nah, di sekolah ada seorang kakak kelas saya yang suka bikin postingan tentang kehidupan di sekolah kami yang ‘ekstrim’ itu. Pas baca blog-nya, “Wah iya sih ini gw banget!” sambil ketawa ngakak. Dia juga mengemas ceritanya dengan bahasa yang kocak jadinya ga bikin bosen. Walaupun mungkin ada beberapa istilah dan nama-nama yang cuma beredar di sekolah kami, ga masalah sih, toh kami satu sekolahan.

Berangkat dari suka baca blog itulah saya terpikir, kenapa ga saya juga bikin blog sendiri? Menceritakan pengalaman belajar dan kisah-kasih di sebuah sekolah kimia pasti jadi hal yang seru. Apa lagi waktu itu hubungan saya dan Kangmas complicated gituuu… Jadi sekalian ajang curhat (lagi) *eeeh…

Karena sekarang usia sudah bertambah dan pola pikir (semoga) semakin dewasa, orientasi nge­-blog pun ikut berubah. Dari yang dulu cuma mikirin gimana caranya mengungkapkan perasaan tanpa peduli EYD dan kenyamanan yang baca (yang penting udah curhat, legaaa) sampai sekarang ingin ikut andil menyediakan konten positif di dunia maya.

Ini dia rangkuman KENAPA SAYA MENULIS BLOG?

 

1. Media curhat yang ga bakal dihakimi

Netizen dulu belum sekejam netizen sekarang. Dulu kalau mau buka blog atau facebook aja harus rela pergi ke warnet. HP pun masih monoponik yang bunyinya cuma tengtengteng dan games-nya cuma snake, belum ada yang support internet. Kalau pun rilis, mihil booo… Lalu, saya termasuk orang introvert, jadi saya lebih suka curhat lewat tulisan dibanding cerita ke orang lain. Saya merasa bebas untuk curhat apapun tanpa harus takut dihakimi oleh siapa pun. Tapi ga semua hal dicurhatin juga siiih. Kalau kangen-kangen lagi LDRan gitu nulis deh sekalian rada ngirim kode buat yang dituju, hihihi…

2. Rekam jejak berbagai pengalaman waktu sekolah

Di blog gratisan yang saya punya, lumayan banyak cerita tentang sekolah saya. Mulai dari mengerjakan tugas, praktek dan laporannya yang ga beres-beres, kegiatan sekolah sampai Praktek Kerja Lapangan yang seru. Waktu saya baca-baca lagi, saya ketawa sendiri mengingat, “Dulu ternyata sekolah kayak gini yah…” atau “Kenapa saya bisa kepikiran nulis kayak gini, sih?

3. Catatan perjalanan rumah tangga saya dan Kangmas

Setelah menikah, Kangmas mendukung saya untuk membuat blog berbayar sebagai catatan perjalanan rumah tangga kami berdua. Eits, insya Allah sebentar lagi akan bertiga (menulis ini juga sambil menunggu sinyal-sinyal cinta dari Kabay). Blog honeymoonjournal.com ini Insya Allah akan terus saya isi dengan pengalaman saya dan Kangmas mengarungi rumah tangga bersama anak-anak kami. Mungkin suatu hari nanti, Kabay dan adik-adiknya bisa baca blog ini dan menemukan kalau Ayah dan Ibunya punya pengalaman macem-macem sebagai orang tua milenial.

4. Amal jariyah untuk saya dan keluarga

Selain sebagai catatan perjalanan, menulis blog juga semoga menjadi amal jariyah untuk saya dan keluarga. Berbagi pengalaman dan ilmu yang bermanfaat kepada orang yang membutuhkan semoga memperberat timbangan amal kami di akhirat. Karena di era digital ini arus informasi semakin cepat, kami ingin mengambil andil sebagai penyedia konten positif.

5. Bonus: mendapat penghasilan tambahan

Dulu waktu main di blog gratisan, saya ga tau kalau dari nge-blog bisa dapat penghasilan. Yang saya tau itu di blog bisa pasang iklan yang kalau banyak yang klik nanti dapat sekian dolar. Dulu sih mikirnya buat apa? Toh, saya nge-blog buat curhat doang, hehehe… Eh, semenjak blog jadi TLD, saya selalu dapat info lomba blog. Alhamdulillah, saya beberapa kali menang lomba dan giveaway meskipun belum sesering para langganan menang blogger lain yang ketjeh-ketjeh banget. Dapat penghasilan tambahan saya anggap bonus meskipun kalau ikut lomba tetep aja ya saya ngarep menang, hihihi…

Begitulah perjalanan alasan saya menulis blog. Dari hanya curhat sampai tabungan akhirat. Semoga saya dapat konsisten mengisi blog ini dengan hal-hal positif dan semakin sering berbagi melalui 🙂

The post BPN30 #1 | 5 ALASAN NGEBLOG: Dari cuma curhat sampai tabungan akhirat appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/5-alasan-menulis-blog/feed/ 1 625
Kopdar Playdate Ibu Profesional Bogor http://honeymoonjournal.com/kopdar-playdate-ibu-profesional-bogor/ http://honeymoonjournal.com/kopdar-playdate-ibu-profesional-bogor/#respond Fri, 16 Nov 2018 15:11:34 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=574 Waah, udah berapa minggu blog ini ga ada postingan terbaru? Pada kangen gaaa? Semoga kangen yah, biar nyenengin saya gitu kalau blog ini ada yang baca, hehehe… Sebenarnya, sudah ada beberapa daftar ide mau nulis apa. Tapi, minggu-minggu kemarin itu saya dan Kangmas lagi sibuk mengurus revisi skripsi untuk menebus ijazah sarjana yang sudah 2 […]

The post Kopdar Playdate Ibu Profesional Bogor appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Waah, udah berapa minggu blog ini ga ada postingan terbaru? Pada kangen gaaa? Semoga kangen yah, biar nyenengin saya gitu kalau blog ini ada yang baca, hehehe…

Sebenarnya, sudah ada beberapa daftar ide mau nulis apa. Tapi, minggu-minggu kemarin itu saya dan Kangmas lagi sibuk mengurus revisi skripsi untuk menebus ijazah sarjana yang sudah 2 tahun masih nginep di kampus, hihihi… Jadi, fokus saya lebih terprioritaskan untuk melengkapi persyaratan mengambil ijazah, seperti revisi skripsi, membuat poster dan bolak-balik kampus untuk tanda tangan dosen sebelum Kabay keburu launching.

Long story short, hardcover skripsi sudah beres dan bertanda tangan lengkap. Tinggal distribusi ke dosen pembimbing dan kampus. Klo Kabay keburu lahir, tugas negara ini saya serahkan pada Kangmas aja deh, ups… Ga apa-apa yah mas, demi istri~

Nah, saya mau cerita tentang Kopdar Playdate Ibu Profesional Bogor sebulan yang lalu. Seperti batch-batch sebelumnya, setiap kelas matrikulasi per kota mengadakan kopdar alias kopi darat untuk mengenal lebih dekat siapa sih observer, fasilitator dan para matrikan yang pada semangat belajar meskipun hanya saling menyapa di grup whatsapp?

Awalnya kita berdiskusi mau kopdar di mana dan mau ada acara apa lagi selain say hi saja? Untuk tempat, diputuskan di Kebun Raya Bogor karena lokasinya di tengah-tengah dan enak juga untuk membawa anak. Biar bisa lari-lari bebas. Tapi, tanggal yang diusulkan terlalu mepet untuk persiapan. Akhirnya, ternyata dari IP Bogor sendiri punya rencana untuk mengadakan kopdar dan playdate. Yowesss, kita gabung saja sekalian biar rame pesertanya.

Terputuskanlah acara kopdar ini jatuh di hari Minggu, 21 Oktober 2018 di Kebun Raya Bogor. Acaranya akan ada lomba menghias donat untuk anak-anak di atas 2 tahun, kegiatan mencap daun dan untuk ibu-ibunya ada sharing session dengan Bunda Nesri, koordinator pertama IP Bogor, tentang Happy Mom, Happy Problems! Bapak-bapaknya gimana? Bisa milih, kalau tidak membawa/belum punya anak, bisa ikut sharing session, atau mendampingi anak-anak yang sedang berkegiatan. Atau seperti Kangmas, asik muter-muter Kebun Raya sendiri, hihihi…

sharing session kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

Acara dimulai sekitar pukul 8 pagi. Setiap peserta dikasih label nama supaya saling kenal. Waktu mulai gabung, saya masih malu-malu gitu. Saya mah kan emang gitu orangnya, warming up-nya lama kalau ada di lingkungan baru. Lebih seneng mengobservasi dulu.

Sambil memerhatikan sekeliling, saya nyamperin beberapa orang yang saya familiar dengan foto profil whatsapp-nya. Oooh ini looh ketua kelas Matrikulasi Bogor Batch 6, Mba Tika. Oooh, ini looh observer kelas Bogor, Mba Dira. Dan kebanyakan saya yang disapa duluan oleh sesama matrikan, “Mba Rania, yah?” terus saya balas menyapa setelah lihat label nama dulu. Akhirnya, ketemu juga dengan Mba Evi, Mba Lelly, Mba Widyas, Mba Fanny dan temen-temen yang lainnya. Kalau soal wajah, saya bisa mengenal dengan cepat, tapi kalau soal nama, saya menyerah untuk menghapal dan mencocokannya dengan wajah. Maafin yah temen-temen…

kangmas dan topi chef kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjut dengan membuat topi chef dari kertas karton. Saya sih sebenarnya ga mau ikutan, toh topinya buat anak-anak yang mau ikut lomba dekorasi donat. Jadi, saya sama sekali ga bawa persiapan apa-apa untuk membuat topi chef ini. Tapi melihat antusiasme yang lain, saya kok jadi kebawa ya? Seru gitu melihat yang gunting sana-sini, melipat sana-sini. Jadi pengen ikutan kan… Untung ada yang bawa koran banyak. Akhirnya, saya bikin topi chef ala kadarnya dan Kangmas yang jadi peraganya, hihihi…

konsumsi kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

Lalu, anak-anak digiring menuju tempat dekorasi donat dan mencap daun. Naaah, saatnya buibu yang deh! Sebelumnya, dipersilakan dulu untuk ngambil makanan di spot putluck. Konsumsinya hasil buibu yang sudah sukarela bawa. Makanannya banyak bener! Sampe enak kan saya makan terus, maklum bumil, ibu hamil doyan ngemil.

Naah, sharing session-nya dengan narasumber Bu Nesri Baidani. Bagaimana sih cara menghadapi masalah sehingga menjadi seorang ibu yang bahagia?

bu nesri kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

Nah, Bu Nesri memberikan tips and tricks how to be a happy mom with happy problems!

  1. Masalah itu jangan dianggap sebagai sebuah masalah, tapi sebuah TANTANGAN

  2. Identifikasi tantangan. Tantangan ada 2 jenis: dari dalam dan dari luar

  3. Di IIP ada sebuah mantra, yaitu SWITCH! (mengganti pikiran kita dengan pikiran baru yang positif). Lakukan sambil menjentikan jari agar tubuh juga ikut terbawa emosi positif.

  4. Pikiran negatif? CANCEL! CANCEL! GO AWAY!

  5. Contoh tantangan dari dalam: malas. Malas? Cancel! Cancel! Go away! Switch ke rajin. Lelah mengerjakan switch ke harus mengerjakan.

  6. Contoh tantangan dari luar: komentar negatif dari keluarga dan tetangga. Komentar negatif? Cancel! Cancel! Go away!

  7. Kita yang tentukan kebahagiaan kita sendiri.

  8. Kenapa Ibu harus bahagia? Karena hanya ibu bahagia yang dapat mendidik anak bahagia.

bunesri 2 kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

Selain buibu dan nakanak, banyak juga pabapa yang ikut mendampingi. “Kabaaay, Kabay kapan lahirnya?” Kangmas mengusap perut saya karena pengen juga ikut gendong anak kecil kayak pabapa yang lain. Terima kasih Kangmas udah ngizinin aku ikut komunitas dan kopdar ini.

Terima kasih juga untuk IPers Bogor dan teman-teman Matrikulasi Batch 6 atas energi positif yang selalu menguar dari awal hingga akhir acara. Kalau ditanya apa yang kurang dari acara kopdar kemarin? Kurang lamaaaaaaa… Masih pengen ketemu dan kenalan lebih lanjut dari sekedar bertukar cerita lebih banyak. Insya Allah.

wefie kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

matrikan batch 6 kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

The post Kopdar Playdate Ibu Profesional Bogor appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/kopdar-playdate-ibu-profesional-bogor/feed/ 0 574
#NomNomTime: Resep Otak-otak Udang Goreng http://honeymoonjournal.com/resep-otak-otak-udang-goreng/ http://honeymoonjournal.com/resep-otak-otak-udang-goreng/#comments Wed, 24 Oct 2018 08:38:17 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=559 Resep otak-otak udang goreng. Resep ini saya dapatkan dari temen facebook saya, Mba Sandi, yang kebetulan muncul di beranda saya. Pas baca postingan-nya, waaah boleh juga nih resepnya. Biasanya kalau menu udang di rumah saya kalau ga digoreng tepung ya ditumis asam-pedas-manis. Ga ada variasi lain. Dan pas banget weekend beberapa minggu lalu, ibu saya […]

The post #NomNomTime: Resep Otak-otak Udang Goreng appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Resep otak-otak udang goreng. Resep ini saya dapatkan dari temen facebook saya, Mba Sandi, yang kebetulan muncul di beranda saya. Pas baca postingan-nya, waaah boleh juga nih resepnya. Biasanya kalau menu udang di rumah saya kalau ga digoreng tepung ya ditumis asam-pedas-manis. Ga ada variasi lain. Dan pas banget weekend beberapa minggu lalu, ibu saya beli udang setengah kilo. Jadilah menu ini yang disajikan di meja makan dengan chef saya sendiri, hehehe…

Rasanya? Uwooow, deh! Kalau ga ditahan-tahan, bisa-bisa habis duluan sebelum jadi lauk makan siang. Orang-orang rumah pada ketagihan nyemilin otak-otak udang goreng ini. Lewat ke dapur mau ke kamar mandi comot sebiji, keluar dari kamar mandi comot satu lagi, hihihi… Akhirnya, saya amankan dulu otak-otang udang gorengnya ke lemari makanan. Kalau habis, nanti mau makan siang pakai apa coba? Dan terbukti, waktu makan siang datang dan otak-otak udang goreng ini langsung ludes. Next time harus bikin lagi niiih…

Resep otak-otak udang goreng ini cocok juga loh buat menu anak-anak.

Di resep dari Mba Sandi untuk ¼ kg udang, karena saya punya setengah kilo, jadi saya kali 2 semuanya.

Ini dia resep otak-otak udang goreng!

BAHAN:

  • Udang setengah kilo, buang kepala dan cangkangnya.
  • 2 butir putih telur
  • 6 sdm santan kara
  • 6 siung bawang putih
  • 4 siung bawah merah
  • 4 batang daun bawang
  • Tepung tapioka
  • Air es
  • Garam, gula, lada dan penyedap secukupnya

 

CARA MEMBUAT:

  1. Blender semua bahan menjadi satu, kecuali tepung tapioka dan air es.
  2. Pindahkan adonan ke tempat lain, lalu tambahkan tepung tapioka hingga bisa dibentuk. Kalau saya jadinya bola-bola, bukan panjang seperti otak-otak pada umumnya.
  3. Masukkan adonan ke dalam air yang sudah mendidih.
  4. Jika sudah mengapung (tanda matang), masukkan ke dalam air es.
  5. Angkat dan tiriskan.
  6. Otak-otak udang ini bisa langsung digoreng atau disimpan di kulkas untuk digoreng nanti.
  7. Sajikan dengan saus sambal. Makan langsung juga udah endeuuus!

Selamat mencoba dan ketagihan! 😋

The post #NomNomTime: Resep Otak-otak Udang Goreng appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/resep-otak-otak-udang-goreng/feed/ 1 559