Honeymoon Journal http://honeymoonjournal.com Create A Sweet Marriage Memory Fri, 23 Nov 2018 14:50:23 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.9 https://i1.wp.com/honeymoonjournal.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-HJ-logo-copy.jpg?fit=32%2C32 Honeymoon Journal http://honeymoonjournal.com 32 32 150097801 BPN30 #4 | Saya Menyesal Ikut Blogger Perempuan Network! http://honeymoonjournal.com/saya-menyesal-ikut-blogger-perempuan-network/ http://honeymoonjournal.com/saya-menyesal-ikut-blogger-perempuan-network/#comments Fri, 23 Nov 2018 14:49:41 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=663 Saya menyesal ikut Blogger Perempuan Network! Nah loh, kenapa? Waktu awal-awal blog honeymoonjournal.com ini lahir, saya pengen dong blog ini ada yang baca. Saya sempat sharing postingan di facebook saya, tapi kok traffic-nya masih gitu-gitu aja (baca: miris, huhuhu). Akhirnya, saya coba searching bagaimana caranya menaikan blog traffic dan page view. Salah satunya adalah ikut […]

The post BPN30 #4 | Saya Menyesal Ikut Blogger Perempuan Network! appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Saya menyesal ikut Blogger Perempuan Network!

Nah loh, kenapa?

Waktu awal-awal blog honeymoonjournal.com ini lahir, saya pengen dong blog ini ada yang baca. Saya sempat sharing postingan di facebook saya, tapi kok traffic-nya masih gitu-gitu aja (baca: miris, huhuhu). Akhirnya, saya coba searching bagaimana caranya menaikan blog traffic dan page view. Salah satunya adalah ikut komunitas blogger. Satu pertanyaan sudah terpecahkan. Lalu muncul pertanyaan lainnya: komunitas blogger yang kayak gimana nih?

Pencarian demi pencarian (ceilaaah bahasanyaaa) saya lakukan. Blog demi blog telah saya arungi. Nah, saya nemu satu, eh dua persamaan: mayoritas blogger perempuan (persamaan pertama) pasang sidebar atau footer sebuah komunitas, yaitu Blogger Perempuan Network (persamaan kedua). Walaupun banyak yang pasang banner komunitas lainnya, tapi ini kok hampir semuanya pasang banner BPN yah?

Kekepoan saya terhadap BPN dimulai saat itu.

Mulai deh saya kepo ke situs BPN dan medsosnya. Saya lakukan perbandingan dengan beberapa komunitas lain. Ada beberapa komunitas yang sepertinya sudah tidak aktif lagi. Tapi BPN ini masih tetap aktif di Twitter, Facebook fanpage dan Instagram-nya. Ada group facebook-nya tapi ternyata harus gabung jadi anggota BPN dulu.

Akhirnya, setelah kepo sana-sini, melihat anggotanya yang seru, medsosnya yang aktif, saya memutuskan untuk daftar menjadi anggota BPN. Udah kayak nyari jodoh aja ya banyak pertimbangan? Hehehe…

Setelah proses konfirmasi dan sebagainya, saya terdaftar juga di blog directory dan bisa masuk ke grup BPN. Beberapa bulan berlalu. Dan saya merasakan sebuah penyesalan. Sungguh, saya menyesal masuk ke komunitas Blogger Perempuan Network ini! Saya menyesal kenapa ga dari duluuuu saya ikutaaaaan?

Ternyata banyak manfaatnya looh ikut Blogger Perempuan Network! Ini dia manfaat yang saya rasakan sejak masuk ke komunitas ini. Cekidot, gaes!

  1. Ga bingung saat ingin blogwalking. Di blog directory, ada banyak blog yang terdaftar. Bisa juga looh disortir berdasarkan niche blog-nya. Nah, BPN ini banyak anggotanya, jadi kita ga usah bingung-bingung kalau hasrat ingin blogwalking-nya lagi keluar. Selain dapat ilmu baru, blogwalking bisa menaikan DA kita loooh kalau memberikan komentar. Kalau ga dikunjung balik gimana? Ya udah ga apa-apa, kan lumayan udah naro link blog, hihihi…
  2. Sumber inspirasi saat sedang malas nge-blog. Ada kalanya saya lagi suntuk banget untuk menulis blog. Apa lagi kalau kerjaan kantor lagi mumet-mumetnya. Boro-boro untuk bikin tulisan, mau nyentuh laptop aja, aduuuuh kok bawaannya malah pengen dikekepin aja yah dibawa tidur?

    Pas buka Facebook, ada notifikasi dari grup BPN. Scroll scroll banyak yang share link blog masing-masing. “Waah, pada rajin amat yah nge-blog? Mereka bisa kenapa saya ga bisa?” Tuh, jadi semangat lagi untuk bikin tulisan.

    Lalu, kalau lagi bingung mau nulis apa, bisa baca-baca juga blog anggota BPN yang lain, deh…

  3. Punya teman baru seperjuangan dan sepenanggungan. Punya temen baru saya rasakan saat #BPN30daychallenge2018 ini. Kita saling follow IG, saling komentar padahal sebelumnya mah ga kenal sama sekali. Tapi kok rasanya kalau ngasih komentar udah kayak yang kenal lama gitu. The power of sepenanggungan kali yah, hehehe…
  4. Sharing lebih nyaman karena sesama perempuan. Karena kita berspesies sama, jadi lebih nyaman aja kalau sharing. Apa lagi perempuan itu kan punya kuota 20.000 kata sehari yang harus dihabiskan. Kalau ga habis, bisa pusyiiiiing! Nah, karena kebutuhannya sama, jadi bahasa yang digunakan pun sama alias kebanyakan curhatnya, hihihi… Tapi kan seru ya baca blog yang isinya curhat, apapun isinya. Bisa tentang hidup, tentang anak, tentang tetangga, tentang kucingnya tetangga, pokoknya apa aja bisa dicurhatin kalau seorang perempuan udah nge-blog. Kita yang ngasih komentar pun suka ga sengaja ikutan curcol deh…

    Baca juga: Tema Blog Favorit Saat Blogwalking

  5. Dapat info lomba dan event. Kalau langganan newsletter BPN, pasti tiap minggu dapat email. Dan yang paling seru itu kalau email-nya berisi tentang pengumuman lomba! Asiiiik, kalau menang bisa nambah uang jajan… Apa lagi kalau ada kesempatan untu dapat produk gratis. Kayak waktu lomba #AsikTanpaToxic Ala Ibu Hamil ini. Awalnya saya iseng-iseng daftar untuk dapat produk gratis. Eh Alhamdulillah, kepilih dapat 4 botol gratis! Kebetulan di minimarket daerah rumah saya produk ini belum banyak yang jual jadi agak susah untuk belinya. Rezeki ibu hamil yaaah… Terus lombanya menang ga? Ga, hehehe… Ya gapapa, nambah pengalaman ikut lomba aja…

    Di grup Facebook pun admin suka membagikan info event-event blogger. Tapi satu pun belum pernah saya ikuti karena lokasinya jauh euy… Semoga next time, saya bisa ikut.

Nah, itu dia alasan yang bikin saya menyesal kenapa ga ikut gabung ke BPN dari dulu. Kalau kalian, apa manfaat yang kalian rasakan sejak ikut BPN? Sharing di kolom komentar yaah 😀

The post BPN30 #4 | Saya Menyesal Ikut Blogger Perempuan Network! appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/saya-menyesal-ikut-blogger-perempuan-network/feed/ 6 663
BPN30 #3 | Honeymoon Journal dan Doa di Baliknya http://honeymoonjournal.com/memilih-nama-blog-honeymoon-journal/ http://honeymoonjournal.com/memilih-nama-blog-honeymoon-journal/#comments Thu, 22 Nov 2018 05:00:14 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=649 Memilih nama blog itu menurut saya susah-susah gampang. Kebanyakan susahnya dibanding gampangnya. Apalah arti sebuah nama, ceunah kata orang luar sana. Tapi justru nama itu harus punya arti, penuh filosofi dan disematkan sebuah doa dan mimpi. Apa lagi kalau memilih nama untuk anak. Saya dan Kangmas sempet galau mau ngasih nama apa untuk Kabay. Eh […]

The post BPN30 #3 | Honeymoon Journal dan Doa di Baliknya appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Memilih nama blog itu menurut saya susah-susah gampang. Kebanyakan susahnya dibanding gampangnya. Apalah arti sebuah nama, ceunah kata orang luar sana. Tapi justru nama itu harus punya arti, penuh filosofi dan disematkan sebuah doa dan mimpi. Apa lagi kalau memilih nama untuk anak. Saya dan Kangmas sempet galau mau ngasih nama apa untuk Kabay. Eh ko malah curhat nama anak siiih? *fokus*

Perjalanan saya nge-blog lumayan lama sebelum lahirnya blog ini. Menulis blog-nya pun di platform yang berbeda-beda. Karena tempatnya berbeda, alhasil namanya juga beda-beda, deh. Dari perbedaan nama ini sih ceritanya mau bikin kesan yang berbeda gitu. Kalau pakai istilah blogging sekarang, niatnya mau personal branding yang beda. Hahaha, namanya juga dulu itu zaman sedang pencarian jati diri. Seorang remaja yang butuh aktualisasi diri untuk diakui.

Baca juga: 5 Alasan Nge-blog

 

LAPSUS SI ACIL

Sssst, saya mau buka rahasia dikit yang belum pernah saya tulis di sini, niih… Di blog ini kan saya selalu menggunakan nama RANIA yang memang nama saya sebenarnya. Padahal dulu waktu di sekolah, saya dipanggil dengan nama ACIL alias singkatan dari Anak keCIL karena tubuh saya yang mungil. Saking terkenalnya nama panggilan ini, ada seorang teman saya yang bingung sendiri waktu mencari nama saya.

👩🏻: “Cil, gw mau liat nilai lu di daftar. Tapi kok ga ada, ya?”
🧕: “Masa? Ga mungkin ga ada, kan itu daftar satu kelas.”
👩🏻: “Iya, serius ga ada.”
🧕: “Emang lu nyarinya namanya siapa?”
👩🏻: “Acil. Terus gw nyari di alfabet A.”
🧕: “Yaiyalah ga adaaaaa. Nama asli gw kan Rania. Carinya di R laaah…”
👩🏻: “Oh, iya! Hahaha! Gw sampai lupa nama asli lu itu siapa!”

Begitulah personal branding yang sebenarnya sudah melekat kuat. Karena di SMK saya setiap praktek selalu membuat laporan yang dinamai lapsus (laporan khusus), makanya blog di wordpress pun saya beri nama Lapsus Si Acil karena berisi tentang kisah-kasih dan pengalaman ajaib selama sekolah dengan bahasa yang (pengennya sih) kocak. Jadi kalau teman-teman saya nemu blog saya di gugel, udah ketauan itu blog punya saya.

Nama ini bertahan sangat lama sekitar 6.5 tahun di blog gratisan. Saya sempat berganti blog header untuk menunjukkan karakter saya.

header1 memilih nama blog honeymoonjournal.com

Saya pakai header ini untuk menunjukkan blog saya yang isinya seru-seruan. No serious things here. Pokoknya pengalaman yang lucu dan kocak deh.

lapsus si acil memilih nama blog honeymoonjournal.com

Lalu, saya ganti dengan header ini untuk karena saat itu saya sudah mau lulus kuliah dan kepribadian saya (perasaan) lebih dewasa. Padahal kayaknya ga ada yang berubah, masih kayak anak kecil, hehehe… Niatnya header yang ini menunjukkan pengalaman saya yang lebih berwarna.

 

ANOTHERSTORYOFACIL

Nah, nama ini untuk Tumblr saya. Ceritanya sih mau personal branding yang beda gitu dengan blog di wordpress. Kalau di wordpress untuk cerita dengan bahasa sehari-hari, di Tumblr ini cerita dengan bahasa yang lebih nyastra. Kisah yang lain dari seorang Acil. Ceilaaaah, gaya banget yah saya…

Tujuan awal saya bikin Tumblr ga bertahan lama dan akhirnya sebagai sumber asupan fangirling-an saya waktu saya ngefans banget sama Sherlock, Benedict Cumberbatch dan Marvel Cinematic Universe. Makanya, waktu kominfo ngeblokir Tumblr¸ saya sediiiih banget. Sumber asupan paling update saya hilang, huhuhu…

 

DUNIA RANIA

dunia rania memilih nama blog honeymoonjournal.com

Awal tahun ini, nama Lapsus Si Acil saya ganti menjadi Dunia Rania karena saya ingin re-branding diri menjadi sosok yang lebih dewasa. Karena saya sudah menikah, rasanya perlu untuk re-branding biar ga dianggap anak kecil mulu, hihihi… Tapi tetep dengan warna-warna yang colorful.

 

HONEYMOON JOURNAL

header HJ memilih nama blog honeymoonjournal.com

Naaah, ini niih… Untuk blog TLD ini, awalnya saya dan Kangmas mikir mau ngasih nama apa. Awalnya, kami pilih nama journal karena cita-cita kami untuk traveling. Nama honeymoon ya karena traveling-nya untuk bulan madu. As simple as that. Jadi honeymoonjournal.com menjadi catatan perjalanan bulan madu kami, review tempat wisata, tips and trick honeymoon murah. Siapa tahu dapet sponsor supaya bisa honeymoon gratis kan…

Tapiiii, etapiiii… sayangnya saya lupa riset dulu caranya mencari nama domain yang google-friendly. Jadinya, daftar domain dulu baru riset. Ternyata, nama honeymoon journal itu masih kurang spesifik karena niat awalnya kan kami buat blog ini agar bisa nangkring di page one google.

Yowessslah, domain sudah terlanjur dipesan juga dan sempat ngisi beberapa postingan. Sayang (uang) juga untuk ganti lagi.

Tapi (lagi), ternyata kami tidak sesering itu untuk melakukan traveling. Traveling yang pernah kami lakukan (tapi belum sempat saya tuliskan) itu adalah budjet traveling ke Singapore-Malaysia-Thailand dalam 5 hari, ke Lembang Bandung dan ke Yogyakarta. Sisa isi tulisan di blog ini lebih ke curhat tentang pernikahan dan kehamilan.

Jadiiii, kami memperlebar tujuan blog ini bukan hanya sekedar catatan perjalanan traveling, tapi juga berisi perjalanan-perjalanan “bulan madu” kami dan insya Allah bersama anak-anak tercinta yang berkah hingga ke Jannah. Nama honeymoon journal juga memiliki doa karena kami ingin menjadikan pernikahan kami selalu semanis madu, dari saat ini sampai ribuan jam yang akan kami lalui bersama.

Ups, ada bonus foto maternity 2 minggu yang lalu sama Kangmas, hihihi…

doa memilih nama blog honeymoonjournal.com

The post BPN30 #3 | Honeymoon Journal dan Doa di Baliknya appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/memilih-nama-blog-honeymoon-journal/feed/ 1 649
BPN30 #2 | Tema Blog Favorit: Niche Blog & Blogwalking http://honeymoonjournal.com/tema-blog-favorit-niche-blog-blogwalking/ http://honeymoonjournal.com/tema-blog-favorit-niche-blog-blogwalking/#comments Wed, 21 Nov 2018 13:54:05 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=637 Tema favorit saya saat baca blog itu berbeda dengan genre favorit kalau saya membaca cerita fiksi, terutama fan fiction. Kalau fiksi, saya cenderung lebih suka yang temanya dark, entah jalan ceritanya atau ending-nya. Kalau ditanya kenapa, karena hidup itu tidak selalu berjalan indah, Marimar! *efek meme Tom and Jerry*. Nah, gimana halnya dengan blog? Ngomongin […]

The post BPN30 #2 | Tema Blog Favorit: Niche Blog & Blogwalking appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Tema favorit saya saat baca blog itu berbeda dengan genre favorit kalau saya membaca cerita fiksi, terutama fan fiction. Kalau fiksi, saya cenderung lebih suka yang temanya dark, entah jalan ceritanya atau ending-nya. Kalau ditanya kenapa, karena hidup itu tidak selalu berjalan indah, Marimar! *efek meme Tom and Jerry*. Nah, gimana halnya dengan blog?

Ngomongin tema atau niche blog, di luar sana tersebar blog dengan niche yang bermacam-macam. Mulai dari yang spesifik seperti parenting, teknologi, kuliner, beauty, traveling, sampai yang gado-gado alias semuanya dibahas seperti lifestyle blogger.

Waktu isi niche blog untuk submit keanggotaan komunitas blogger, saya selalu mengisi family and parenting blog. Pengennya begitu. Niat aja dulu. Iya, ga? Hehehe… Tapi setelah saya lihat-lihat lagi, agak campur-campur gitu isi blog ini meskipun masih ada hubungannya dengan family and parenting, seperti curhatan tentang Kabay di Kabay’s Journal, komunitas Ibu Profesional dan nyempil tentang resep masakan meskipun saya ga jago-jago amat kalau masak. Malah lebih jago Kangmas kalau soal mengolah bumbu *malu deeeh*

baca tema blog favorit honeymoonjournal.com

Kalau soal blogwalking yang masih jarang saya lakukan, padahal ga boleh males, ada beberapa tema yang saya senang membacanya.

  • Curhat. Sebenernya ini bukan tema sih yah, tapi lebih ke gaya kepenulisan. Biasanya saya suka mampir ke blog yang temanya lifestyle karena mayoritas membahas lebih banyak hal dengan gaya kepenulisan ala curhat ini. Pada dasarnya, saya suka dengerin orang curhat meskipun saya kurang bisa memberikan nasihat yang baik. I’m a good listener, but sorry I’m not a good advicer. Kalau baca orang curhat di blog, bawaannya seneng aja gitu. Seru!
     
  • Family and parenting. Nah, kalau ini curhat yang lebih spesifik tentang keluarga dan mengurus anak. Karena saya sedang hamil, jadi saya juga senang membaca pengalaman ibu-ibu yang sedang hamil juga. Tiap kehamilan memiliki cerita istimewa masing-masing. Kalau tentang parenting bisa menambah ilmu saya untuk nanti mendidik Kabay dan Debay-debaynya (uuu, udah direncanain aja punya adik, hihihi). Kisah tentang pernikahan juga seru untuk dibaca. Bagaimana kisah menyatukan 2 insan menjadi 1 visi.
     
  • Blogging. Tema ini jadi favorit saat saya lagi semangat untuk meningkatkan kemampuan blogging saya. Cara memilih judul yang baik, tentang SEO dan apapun tentang blogging membuat saya terus belajar.

3 tema blog itu yang menjadi favorit saya saat blogwalking. Lewat challenge ini, saya juga harus kudu wajib rajin blogwalking dan ninggalin komen biar nambah traffic juga, hehehe…

So, tema apa yang jadi favorit kalian saat blogwalking?

 

The post BPN30 #2 | Tema Blog Favorit: Niche Blog & Blogwalking appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/tema-blog-favorit-niche-blog-blogwalking/feed/ 10 637
Serunya Era Digital Untuk Emak Milenial http://honeymoonjournal.com/serunya-era-digital-untuk-emak-milenial/ http://honeymoonjournal.com/serunya-era-digital-untuk-emak-milenial/#comments Tue, 20 Nov 2018 14:45:38 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=588 Coba, apa yang terpikir di otak kita ketika mendengar kata ‘era digital’ dan ‘milenial’? Pasti yang terpikir pertama kali adalah ‘anak zaman now’ banget! Perkembangan dan penyebaran informasi yang begitu cepat di dunia sekarang ini membuat pepatah “Dunia tak selebar daun kelor” mulai bergeser menjadi “Dunia dalam genggamanmu” karena semakin canggihnya teknologi. Dulu ya, waktu […]

The post Serunya Era Digital Untuk Emak Milenial appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Coba, apa yang terpikir di otak kita ketika mendengar kata ‘era digital’ dan ‘milenial’? Pasti yang terpikir pertama kali adalah ‘anak zaman now’ banget! Perkembangan dan penyebaran informasi yang begitu cepat di dunia sekarang ini membuat pepatah “Dunia tak selebar daun kelor” mulai bergeser menjadi “Dunia dalam genggamanmu” karena semakin canggihnya teknologi.

Dulu ya, waktu pertama kali kenal internet kayaknya saya masih duduk di bangku SMP sekitar 12 tahun yang lalu. Ups, jebakan umur deh, hihihi… Pertama kali bikin media sosial Friendster yang bikin hobi otak-atik html sederhana untuk buat tema profilnya tiap kali ke warnet. Kalau dapat testimonial dan komentar senengnya pake banget. Terus mengunduh lagu dan burn ke CD yang tarifnya lumayan bikin jebol kantong anak sekolahan yang uang jajannya masih terbatas. Sampe saya dan temen-temen rela muter-muter keliling Bogor untuk nyari tarif warnet yang berkepri-anaksekolahan-an meskipun harus naik angkot lebih jauh.

medsos pertama serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Yang paling ga bisa dilupakan setiap ke warnet adalah wajib buka MIRC, aplikasi chatting yang username-nya bisa bikin sendiri dan bebas masuk ke channel kota mana, selain nyari tema yang ketjeh buat Friendster. Kalau udah main MIRC, seakan lupa waktu deh. Mengobrol dengan beberapa orang yang ga dikenal sekaligus.

“asl pls” adalah kalimat default setiap mulai chatting. Awalnya saya kira ‘asl’ itu singkatan dari kata ‘asal’. Padahal mah singkatan untuk menanyakan age-sex-location, dong, hahaha… Namanya juga dulu masih polos ya, masih ikut-ikutan teman juga. Chatting di MIRC bisa berlanjut ke tukeran nomor hp untuk SMSan. Kalau inget zaman itu saya ga habis pikir, kok bisa ya saya percaya dan mau ngasih nomor hp ke orang yang cuma ngobrol sebentar di dunia maya? Dulu mah ga kepikiran kalau bisa saja nanti ada modus negatif. Hiii, ngeriiii… Alhamdulillah, dulu ga sampe gimana-gimana SMSannya juga. Hanya sekedar ngisi waktu luang dan senang dapet temen baru soalnya tarif perSMS masih mahal, boooo… Bisa-bisa uang jajan habis hanya untuk ngisi pulsa dibanding ngisi perut.

Friendster sempat mengeluarkan fitur blog untuk yang suka menulis (baca: suka curhat). Karena dari kecil saya memang hobi menulis, saya termasuk yang memanfaatkan fitur ini untuk menulis apa saja, ga peduli seremeh apa pun itu. Lalu, hobi tulis-menulis ini saya lanjutkan ke multiply yang sekarang sudah menjadi sejarah bagi banyak blogger.

medsos kedua serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Pendidikan naik ke jenjang yang lebih tinggi, begitu juga perkembangan internet. Media sosial mulai menjamur ke Facebook dan twitter. Sebagai remaja yang masih haus akan eksistensi diri, saya juga harus punya dong 2 akun di medsos itu. Rekam jejak kealayan saya sampai 9 tahun lalu masih tersimpan rapi di facebook memories yang notifikasinya selalu muncul setiap hari. Bikin saya ketawa-ketawa sendiri saat baca status “Aduh, tugas lagi! Tugas lagi! Jam segini belum tidur gegara masih bikin presentasi! Kayaknya enaknya deh kalau udah lulus sekolah.”

Belum tahu aja, 9 tahun ke depan kehidupan dunia nyata berbicara, “Hohoho, tidak semudah itu, Ferguso!”

tidak semudah itu, ferguso!

Sayangnya, akun twitter saya setahun lalu kena hack dan membuat saya harus menghapus akun secara permanen. Jadinya, beberapa bulan kemudian saya bikin ulang lagi dengan username yang sama tapi mulai dari 0 lagi, huhuhu…

Untuk dunia blogging, saya mulai pindah dari Multiply ke wordpress karena terinspirasi dari kakak kelas saya yang mengabadikan kisah kehidupan sekolah dengan serunya di blog. Jam belajar dan bobot materi di SMK saya emang rada-rada ‘ekstrim’ sih, jadi banyak cerita ajaib yang bisa ditulis. Sampai sekarang, tulisan saya di wordpress masih ada dan ga bakal saya hapus.

 

ERA DIGITAL UNTUK EMAK MILENIAL

Nah, sekarang status saya sudah berubah~ Yang dulu kenal internet sebagai anak kinyis-kinyis yang manis, sekarang sudah menjadi seorang wanita karir merangkap seorang istri cantik untuk kangmas tercinta dan calon emak beranak satu.

Dalam satu dekade ini, internet yang tadinya menjadi barang eksklusif dan butuh effort untuk mencapainya, kini menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Sepertinya, kebutuhan pokok kita sandang, pangan dan papan bertambah dengan charger-an dan internetan. Saya juga termasuk orang yang kadang lupa kapan terakhir kali mengisi pulsa reguler tapi selalu kelabakan kalau kuota internet sudah habis.

Tak bisa dipungkiri, sekarang orang-orang lebih memilih mengirim pesan melalui aplikasi dibandingkan SMS. Mulai dari mengirim pesan sederhana, menyematkan emoticon dan stiker lucu sampai mengirim foto dan file semuanya sudah disediakan oleh aplikasi. Ada yang tanpa iklan maupun fitur stiker yang berbayar, semuanya ada. SMS mungkin hanya digunakan sebagai pengingat dari provider kalau kuota atau masa aktif sudah mau habis atau aktivasi paket saja.

Sebagai emak-emak zaman now atau emak-emak milenial, pasti era digital ini memiliki banyak sekali manfaat untuk mendukung kehidupan sehari-hari. Ini dia serunya era digital untuk emak milenial!

 

1. Mudahnya informasi bagi (calon) ibu baru

mudahnya informasi serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by Rawpixel-Unsplash)

Dengan internet di genggaman tangan, mau mencari informasi tentang apapun tinggal ketik-ketik di layar sentuh smartphone, lalu voila! Sekarang, peran media sosial dan influencer sangat mendominasi. Banyak akun-akun yang sangat bermanfaat untuk kita ikuti sebagai emak milenial, seperti akun tentang hypnobirthing, tentang ASI, MPASI, sampai ke dokter anak. Mereka juga tidak pernah bosan menyampaikan informasi-informasi berguna untuk para pengikutnya.

 

2. Ga sempet belanja sayur ke pasar? Pakai aplikasi saja!

aplikasi belanja sayur serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by Alexandr-Unsplash)

Saya pernah memanfaatkan aplikasi belanja sayur ini bareng-bareng dengan teman sekantor. Lumayaan, gratis ongkos kirim kalau belanja minimal nominal tertentu. Saya jadi ga perlu lagi jalan ke pasar dengan kondisi perut yang semakin membesar. Tinggal order, bayar dan tunggu deh pesanan datang ke kantor.

 

3. Males macet-macetan untuk ke toko baju bayi? Online shopping solusinya

online shopping serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by pexels.com)

Saat kehamilan sudah masuk ke bulan ketujuh, saatnya hunting perlengkapan Kabay~ Berbekal pengalaman ibu-ibu yang pernah saya baca sebuah blog, saya sudah memiliki daftar belanja Kabay. Nah, karena kalau Senin sampai Jumat saya kerja, saya cuma punya waktu di hari Sabtu dan Minggu. Kota Bogor kalau weekend itu, beeeeuh, bikin mendingan ga pergi kemana-mana deh! Macet di banyak titik. Apa lagi kalau pergi menggunakan mobil, bisa kelamaan di jalan. Karena males macet-macetan, jadinya solusinya adalah online shopping. Selain bebas macet, semua marketplace bisa menyortir barang yang kita inginkan berdasarkan harga dari yang termurah atau penjualan yang paling banyak. Pas banget waktu saya ingin belanja beberapa keperluan Kabay, lagi banyak promo cashback dan gratis ongkir. Hihihi, makmaklyfe sudah dimulai rupanya.

 

4. Promo yang bertebaran di aplikasi transportasi online

promo transportasi online serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by harapanrakyat.com)

Kalau Kangmas atau Bapak sedang tidak bisa mengantar saya ke suatu tempat, transportasi online selalu jadi andalan saya. Banyak promo yang ditawarkan oleh aplikasi transportasi online, seperti diskon jika memakai fintech yang tersedia. Bahkan diskonnya bisa mencapai 90%! Bukan lumayan lagi dooong bagi emak-emak milenial yang segalanya serba diperhitungkan. Harga murah, perjalanan aman, nyaman dan cepat sampai tujuan.

 

5. Banyak diskon untuk emak-emak irit yang tetap pengen liburan saat weekend

diskon weekend serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by pexels.com)

Ini hampir sama dengan aplikasi transportasi online, tapi ini di aplikasi booking. Tak jarang aplikasi booking online, baik itu hotel maupun tiket nonton menawarkan diskon yang sulit untuk ditolak. Beberapa kali saya dan Kangmas bisa menonton di bioskop saat weekend dengan harga 20.000 rupiah untuk 2 tiket! Ngirit banget kaaaan? Tinggal rajin-rajin aja buka aplikasinya.

 

6. Semakin mudah untuk sharing pengalaman dengan ibu-ibu di luar sana

sharing pengalaman serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by pexels.com)

Selain akun-akun yang memang spesialis di bidangnya, kita juga bisa sharing pengalaman dengan ibu-ibu yang lain. Yang sedang kekinian adalah berbagi cerita di instastory sampai terkadang titik-titik di dekat foto profilnya sudah seperti tanda ‘gunting di sini’, hihihi… Masih banyak juga ibu-ibu yang rajin berbagi pengalamannya dengan menulis di blog. Tidak masalah platform-nya apa, sharing positive content is caring, right?

 

Selain banyak serunya, dunia digital juga seperti dua sisi koin. Ada sisi positif, ada juga negatifnya. Sebagai emak-emak milenial yang sudah melek internet, jangan lupa melek literasi juga yaah… Saya coba tuliskan beberapa sisi negatif era digital menurut saya.

efek negatif serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

  1. Tsunami informasi
    Dengan mudahnya akses informasi di era digital ini, kalau tidak siap kita bisa terkena tsunami informasi loh! Serasa semua informasi itu penting. Nah, kita harus pintar-pintar memilah dan memilih informasi yang memang kita butuhkan dan tidak menyesatkan.
  2. Banyak hoax yang tersebar
    Karena adanya tsunami informasi tadi, hoax jadi mudah tersebar. Emak-emak milenial juga suka jadi korbannya. Apa lagi kalau sudah tentang anak, misal makanan berbahaya atau info-info yang bikin khawatir. Sebagai emak milenial yang melek literasi, kita harus mau dan mampu telusur informasi yang beredar, apakah berasal dari sumber yang terpercaya atau hanya hoax belaka.
  3. Standar kebahagiaan yang semakin tinggi
    Terkadang, mengikuti akun sebuah influencer membuat kita ‘mupeng’ dengan kehidupan mereka. Mereka endorse barang-barang branded yang lucu-lucu jadi bikin pengen punya. Lihat perkembangan anak-anak mereka umur sekian sudah bisa apa, “Coba anak saya seperti dia”. Sampai terkadang kita lupa bahwa setiap anak terlahir unik dan istimewa. Anak mereka memiliki keunikan sendiri dan anak kita memiliki keistimewaan sendiri. Jangan sampai kehidupan para influencer membuat standar kebahagiaan kita semakin tinggi namun terbatas seperti mereka. Selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki ya, mak!
  4. Kecenderungan semakin konsumtif
    Menjelang akhir tahun, marketplace semakin gencar mengadakan promosi dengan bentuk yang bermacam-macam. Ada yang subsidi ongkir, diskon sekian persen sampai flash sale banting harga. Kalau ga sadar diri, bisa jebol looh anggaran belanja. Sebagai emak-emak milenial yang cerdas harus semakin jago memilih barang mana yang memang butuh atau pengen beli karena hanya ‘mumpung diskon’.

Semoga pembaca honeymoonjournal.com merupakan pengguna internet yang bijak dan bisa memanfaatkan perkembangan era digital dengan baik.

 

BERBAGI PENGALAMAN MELALUI BLOG

Salah satu sisi positif perkembangan era digital untuk emak milenial adalah dapat berbagi pengalaman dengan ibu-ibu yang lain. Salah satu sarana berbagi pengalaman adalah dengan menulis di blog. Terlebih lagi, konten-konten di blog bisa dengan mudah kita cari melalui Google. Kan apa-apa sekarang tanya Mbah Gugel. Ingin tahu cara menyimpan ASI perah dengan benar? Gugling saja. Cara mengobati iritasi pada kulit anak? Ketik saja di gugel. Mencari tahu merk clodi yang recommended (ini saya banget sih, hahaha)? Cari saja di gugel dan nanti akan diarahkan ke banyak blog ibu-ibu yang sharing tentang pengalamannya bersama anak-anak mereka.

Karena ingin menjadi salah satu bagian yang memberikan andil positif di tengah gelombang arus informasi ini, saya dan Kangmas ingin berbagi pengalaman, baik tentang pernikahan maupun parenting yang dapat bermanfaat untuk orang banyak. Apa lagi Kangmas sangat mendukung saya untuk membuat TLD (Top Level Domain) blog. Dengan menulis suatu konten positif, semoga menjadi amal jariyah saya dan keluarga.

quote serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Saya dulu sempat membuat blog ini dari sebuah penyedia hosting. Tapi, setelah berjalan setahun, saya tidak sreg dengan beberapa service yang mereka sediakan. Setelah survey sana-sini, banyak membaca artikel tentang tips mencari penyedia hosting yang oke, baca-baca ulasan beberapa penyedia hosting beserta harganya, saya mencoba untuk tanya-tanya ke DomaiNesia via live chat.

Kesan pertama saya, yaitu: WOW! Ga butuh waktu lama pertanyaan saya dijawab oleh tim customer service. Bahkan tengah malam sekalipun! Dan mereka selalu menjawab pertanyaan saya sampai hal-hal kecil.

chat domainesia 1 serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

chat domainesia 2 serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Dengan niat agar dapat berbagi pengalaman dengan lebih baik, akhirnya saya resmi pindah hosting dan domain ke DomaiNesia. Harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif. Apa lagi DomaiNesia sering mengadakan promo diskon. Uuu, menggiurkan banget ga sih untuk emak-emak milenial sekaligus blogger yang seneng dapat diskonan?

Karena saya terbiasa menggunakan wordpress, saya memilih paket WordPress Instant Deploy dengan hosting paket Super. Hosting sudah punya. Nah, proses transfer domain yang memerlukan waktu sekitar 6 hari karena saya harus memindahkan domain dari penyedia yang lama. Sambil menunggu, saya sering konsultasi dengan tim customer service dan mereka dengan cepat juga sabar selalu menjawab sampai saya merasa jelas.

domainesia dan wordpress serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Suatu sore, saya mendapatkan email dari google yang menyatakan bahwa transfer domain sudah beres. Lalu, lahir lah blog honeymoonjournal.com ini! Yeay!

Untuk teman-teman yang ingin tahu cara membuat website dengan mudah, langsung aja kepoin ke DomaiNesia!

fitur unggulan domainesia serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Nah, itu deh serunya era digital untuk emak-emak milenial! Yuk, sama-sama jadi emak milenial yang semakin cerdas dalam memanfaatkan teknologi di era digital ini!

The post Serunya Era Digital Untuk Emak Milenial appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/serunya-era-digital-untuk-emak-milenial/feed/ 2 588
BPN30 #1 | 5 ALASAN NGEBLOG: Dari cuma curhat sampai tabungan akhirat http://honeymoonjournal.com/5-alasan-menulis-blog/ http://honeymoonjournal.com/5-alasan-menulis-blog/#comments Tue, 20 Nov 2018 05:00:23 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=625 Rada serem ga sih ini judulnya bawa-bawa akhirat? Tenaang, tulisan saya ga ada serem-seremnya, malah lebih ke curcol, hihihi… Berawal dari sebuah pertanyaan di grup WA Blogger Perempuan Support tentang tips agar bisa konsisten menulis, Mba Shintaries mengusulkan membuat program #onedayonepostBPN sebagai booster ide. Besoknya, pengumuman sekaligus prompt untuk 30 hari sudah rilis resmi dooong […]

The post BPN30 #1 | 5 ALASAN NGEBLOG: Dari cuma curhat sampai tabungan akhirat appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Rada serem ga sih ini judulnya bawa-bawa akhirat? Tenaang, tulisan saya ga ada serem-seremnya, malah lebih ke curcol, hihihi…

Berawal dari sebuah pertanyaan di grup WA Blogger Perempuan Support tentang tips agar bisa konsisten menulis, Mba Shintaries mengusulkan membuat program #onedayonepostBPN sebagai booster ide. Besoknya, pengumuman sekaligus prompt untuk 30 hari sudah rilis resmi dooong di Blogger Perempuan Network! Gercep banget!

Rasanya gimana waktu baca tantangan ini? Tertantang banget! Ini lebih dari tantangan Kangmas untuk update blog 3 artikel per minggu. 30 hari ga boleh bolong nge-blog karena alasan ga ada ide. Ini menguji konsistensi bangeeet… Lalu ada merchandise spesial juga, jadi makin semangat kan, hihihi…

Tapi, tadinya saya ga mau ikutan dulu karena sudah mendekati HPL Kabay. Berhubung Kabay sudah memberikan sinyal-sinyal cinta, saya jadi maju mundur syantiq. Ikutan ga yah? Ikutan ga yah? Nah, berhubung hari ini saya sudah cuti kantor, yowess jadinya saya ikutan dulu aja. Soal nanti bisa ga update blog setelah Kabay lahir itu urusan nanti. Yang penting, coba dulu!

Banner BPN30

Untuk tema pertama adalah KENAPA MENULIS BLOG. Waah, jadi nostalgia *menatap masa lalu*

Dulu, waktu Friendster menyediakan fitur blog (upss, ketauan kan saya anak zaman kapan), saya mencoba untuk menulis di situ. Ga banyak sih seinget saya mah, kurang dari 10 post. Lebih banyak curhat ga jelas yang cuma beberapa paragraf doang, hihihi… Lalu beralih ke Multiply dan sama, isinya banyak curhat sok galau ala anak SMP. Saya inget banget deh dulu pakai theme-nya itu fallen angel yang gambarnya ada seorang malaikat yang sayapnya patah lagi terduduk di pinggir danau lalu bulan purnama menyinari. Warnanya biru-biru gelap gitu. Sok sedih bin galau niatnya, hahaha… Saya juga ga tau kenapa kepikiran kayak gitu.

Waktu SMK, facebook mulai muncul, Friendster dan Multiply juga mulai saya tinggalkan. Terkadang suka sih sesekali nengok ke sana (sebelum FS dan MP berganti fungsi dan akhirnya ditutup). Nah, di sekolah ada seorang kakak kelas saya yang suka bikin postingan tentang kehidupan di sekolah kami yang ‘ekstrim’ itu. Pas baca blog-nya, “Wah iya sih ini gw banget!” sambil ketawa ngakak. Dia juga mengemas ceritanya dengan bahasa yang kocak jadinya ga bikin bosen. Walaupun mungkin ada beberapa istilah dan nama-nama yang cuma beredar di sekolah kami, ga masalah sih, toh kami satu sekolahan.

Berangkat dari suka baca blog itulah saya terpikir, kenapa ga saya juga bikin blog sendiri? Menceritakan pengalaman belajar dan kisah-kasih di sebuah sekolah kimia pasti jadi hal yang seru. Apa lagi waktu itu hubungan saya dan Kangmas complicated gituuu… Jadi sekalian ajang curhat (lagi) *eeeh…

Karena sekarang usia sudah bertambah dan pola pikir (semoga) semakin dewasa, orientasi nge­-blog pun ikut berubah. Dari yang dulu cuma mikirin gimana caranya mengungkapkan perasaan tanpa peduli EYD dan kenyamanan yang baca (yang penting udah curhat, legaaa) sampai sekarang ingin ikut andil menyediakan konten positif di dunia maya.

Ini dia rangkuman KENAPA SAYA MENULIS BLOG?

 

1. Media curhat yang ga bakal dihakimi

Netizen dulu belum sekejam netizen sekarang. Dulu kalau mau buka blog atau facebook aja harus rela pergi ke warnet. HP pun masih monoponik yang bunyinya cuma tengtengteng dan games-nya cuma snake, belum ada yang support internet. Kalau pun rilis, mihil booo… Lalu, saya termasuk orang introvert, jadi saya lebih suka curhat lewat tulisan dibanding cerita ke orang lain. Saya merasa bebas untuk curhat apapun tanpa harus takut dihakimi oleh siapa pun. Tapi ga semua hal dicurhatin juga siiih. Kalau kangen-kangen lagi LDRan gitu nulis deh sekalian rada ngirim kode buat yang dituju, hihihi…

2. Rekam jejak berbagai pengalaman waktu sekolah

Di blog gratisan yang saya punya, lumayan banyak cerita tentang sekolah saya. Mulai dari mengerjakan tugas, praktek dan laporannya yang ga beres-beres, kegiatan sekolah sampai Praktek Kerja Lapangan yang seru. Waktu saya baca-baca lagi, saya ketawa sendiri mengingat, “Dulu ternyata sekolah kayak gini yah…” atau “Kenapa saya bisa kepikiran nulis kayak gini, sih?

3. Catatan perjalanan rumah tangga saya dan Kangmas

Setelah menikah, Kangmas mendukung saya untuk membuat blog berbayar sebagai catatan perjalanan rumah tangga kami berdua. Eits, insya Allah sebentar lagi akan bertiga (menulis ini juga sambil menunggu sinyal-sinyal cinta dari Kabay). Blog honeymoonjournal.com ini Insya Allah akan terus saya isi dengan pengalaman saya dan Kangmas mengarungi rumah tangga bersama anak-anak kami. Mungkin suatu hari nanti, Kabay dan adik-adiknya bisa baca blog ini dan menemukan kalau Ayah dan Ibunya punya pengalaman macem-macem sebagai orang tua milenial.

4. Amal jariyah untuk saya dan keluarga

Selain sebagai catatan perjalanan, menulis blog juga semoga menjadi amal jariyah untuk saya dan keluarga. Berbagi pengalaman dan ilmu yang bermanfaat kepada orang yang membutuhkan semoga memperberat timbangan amal kami di akhirat. Karena di era digital ini arus informasi semakin cepat, kami ingin mengambil andil sebagai penyedia konten positif.

5. Bonus: mendapat penghasilan tambahan

Dulu waktu main di blog gratisan, saya ga tau kalau dari nge-blog bisa dapat penghasilan. Yang saya tau itu di blog bisa pasang iklan yang kalau banyak yang klik nanti dapat sekian dolar. Dulu sih mikirnya buat apa? Toh, saya nge-blog buat curhat doang, hehehe… Eh, semenjak blog jadi TLD, saya selalu dapat info lomba blog. Alhamdulillah, saya beberapa kali menang lomba dan giveaway meskipun belum sesering para langganan menang blogger lain yang ketjeh-ketjeh banget. Dapat penghasilan tambahan saya anggap bonus meskipun kalau ikut lomba tetep aja ya saya ngarep menang, hihihi…

Begitulah perjalanan alasan saya menulis blog. Dari hanya curhat sampai tabungan akhirat. Semoga saya dapat konsisten mengisi blog ini dengan hal-hal positif dan semakin sering berbagi melalui 🙂

The post BPN30 #1 | 5 ALASAN NGEBLOG: Dari cuma curhat sampai tabungan akhirat appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/5-alasan-menulis-blog/feed/ 1 625
Kopdar Playdate Ibu Profesional Bogor http://honeymoonjournal.com/kopdar-playdate-ibu-profesional-bogor/ http://honeymoonjournal.com/kopdar-playdate-ibu-profesional-bogor/#respond Fri, 16 Nov 2018 15:11:34 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=574 Waah, udah berapa minggu blog ini ga ada postingan terbaru? Pada kangen gaaa? Semoga kangen yah, biar nyenengin saya gitu kalau blog ini ada yang baca, hehehe… Sebenarnya, sudah ada beberapa daftar ide mau nulis apa. Tapi, minggu-minggu kemarin itu saya dan Kangmas lagi sibuk mengurus revisi skripsi untuk menebus ijazah sarjana yang sudah 2 […]

The post Kopdar Playdate Ibu Profesional Bogor appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Waah, udah berapa minggu blog ini ga ada postingan terbaru? Pada kangen gaaa? Semoga kangen yah, biar nyenengin saya gitu kalau blog ini ada yang baca, hehehe…

Sebenarnya, sudah ada beberapa daftar ide mau nulis apa. Tapi, minggu-minggu kemarin itu saya dan Kangmas lagi sibuk mengurus revisi skripsi untuk menebus ijazah sarjana yang sudah 2 tahun masih nginep di kampus, hihihi… Jadi, fokus saya lebih terprioritaskan untuk melengkapi persyaratan mengambil ijazah, seperti revisi skripsi, membuat poster dan bolak-balik kampus untuk tanda tangan dosen sebelum Kabay keburu launching.

Long story short, hardcover skripsi sudah beres dan bertanda tangan lengkap. Tinggal distribusi ke dosen pembimbing dan kampus. Klo Kabay keburu lahir, tugas negara ini saya serahkan pada Kangmas aja deh, ups… Ga apa-apa yah mas, demi istri~

Nah, saya mau cerita tentang Kopdar Playdate Ibu Profesional Bogor sebulan yang lalu. Seperti batch-batch sebelumnya, setiap kelas matrikulasi per kota mengadakan kopdar alias kopi darat untuk mengenal lebih dekat siapa sih observer, fasilitator dan para matrikan yang pada semangat belajar meskipun hanya saling menyapa di grup whatsapp?

Awalnya kita berdiskusi mau kopdar di mana dan mau ada acara apa lagi selain say hi saja? Untuk tempat, diputuskan di Kebun Raya Bogor karena lokasinya di tengah-tengah dan enak juga untuk membawa anak. Biar bisa lari-lari bebas. Tapi, tanggal yang diusulkan terlalu mepet untuk persiapan. Akhirnya, ternyata dari IP Bogor sendiri punya rencana untuk mengadakan kopdar dan playdate. Yowesss, kita gabung saja sekalian biar rame pesertanya.

Terputuskanlah acara kopdar ini jatuh di hari Minggu, 21 Oktober 2018 di Kebun Raya Bogor. Acaranya akan ada lomba menghias donat untuk anak-anak di atas 2 tahun, kegiatan mencap daun dan untuk ibu-ibunya ada sharing session dengan Bunda Nesri, koordinator pertama IP Bogor, tentang Happy Mom, Happy Problems! Bapak-bapaknya gimana? Bisa milih, kalau tidak membawa/belum punya anak, bisa ikut sharing session, atau mendampingi anak-anak yang sedang berkegiatan. Atau seperti Kangmas, asik muter-muter Kebun Raya sendiri, hihihi…

sharing session kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

Acara dimulai sekitar pukul 8 pagi. Setiap peserta dikasih label nama supaya saling kenal. Waktu mulai gabung, saya masih malu-malu gitu. Saya mah kan emang gitu orangnya, warming up-nya lama kalau ada di lingkungan baru. Lebih seneng mengobservasi dulu.

Sambil memerhatikan sekeliling, saya nyamperin beberapa orang yang saya familiar dengan foto profil whatsapp-nya. Oooh ini looh ketua kelas Matrikulasi Bogor Batch 6, Mba Tika. Oooh, ini looh observer kelas Bogor, Mba Dira. Dan kebanyakan saya yang disapa duluan oleh sesama matrikan, “Mba Rania, yah?” terus saya balas menyapa setelah lihat label nama dulu. Akhirnya, ketemu juga dengan Mba Evi, Mba Lelly, Mba Widyas, Mba Fanny dan temen-temen yang lainnya. Kalau soal wajah, saya bisa mengenal dengan cepat, tapi kalau soal nama, saya menyerah untuk menghapal dan mencocokannya dengan wajah. Maafin yah temen-temen…

kangmas dan topi chef kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjut dengan membuat topi chef dari kertas karton. Saya sih sebenarnya ga mau ikutan, toh topinya buat anak-anak yang mau ikut lomba dekorasi donat. Jadi, saya sama sekali ga bawa persiapan apa-apa untuk membuat topi chef ini. Tapi melihat antusiasme yang lain, saya kok jadi kebawa ya? Seru gitu melihat yang gunting sana-sini, melipat sana-sini. Jadi pengen ikutan kan… Untung ada yang bawa koran banyak. Akhirnya, saya bikin topi chef ala kadarnya dan Kangmas yang jadi peraganya, hihihi…

konsumsi kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

Lalu, anak-anak digiring menuju tempat dekorasi donat dan mencap daun. Naaah, saatnya buibu yang deh! Sebelumnya, dipersilakan dulu untuk ngambil makanan di spot putluck. Konsumsinya hasil buibu yang sudah sukarela bawa. Makanannya banyak bener! Sampe enak kan saya makan terus, maklum bumil, ibu hamil doyan ngemil.

Naah, sharing session-nya dengan narasumber Bu Nesri Baidani. Bagaimana sih cara menghadapi masalah sehingga menjadi seorang ibu yang bahagia?

bu nesri kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

Nah, Bu Nesri memberikan tips and tricks how to be a happy mom with happy problems!

  1. Masalah itu jangan dianggap sebagai sebuah masalah, tapi sebuah TANTANGAN
  2. Identifikasi tantangan. Tantangan ada 2 jenis: dari dalam dan dari luar
  3. Di IIP ada sebuah mantra, yaitu SWITCH! (mengganti pikiran kita dengan pikiran baru yang positif). Lakukan sambil menjentikan jari agar tubuh juga ikut terbawa emosi positif.
  4. Pikiran negatif? CANCEL! CANCEL! GO AWAY!
  5. Contoh tantangan dari dalam: malas. Malas? Cancel! Cancel! Go away! Switch ke rajin. Lelah mengerjakan switch ke harus mengerjakan.
  6. Contoh tantangan dari luar: komentar negatif dari keluarga dan tetangga. Komentar negatif? Cancel! Cancel! Go away!
  7. Kita yang tentukan kebahagiaan kita sendiri.
  8. Kenapa Ibu harus bahagia? Karena hanya ibu bahagia yang dapat mendidik anak bahagia.

bunesri 2 kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

Selain buibu dan nakanak, banyak juga pabapa yang ikut mendampingi. “Kabaaay, Kabay kapan lahirnya?” Kangmas mengusap perut saya karena pengen juga ikut gendong anak kecil kayak pabapa yang lain. Terima kasih Kangmas udah ngizinin aku ikut komunitas dan kopdar ini.

Terima kasih juga untuk IPers Bogor dan teman-teman Matrikulasi Batch 6 atas energi positif yang selalu menguar dari awal hingga akhir acara. Kalau ditanya apa yang kurang dari acara kopdar kemarin? Kurang lamaaaaaaa… Masih pengen ketemu dan kenalan lebih lanjut dari sekedar bertukar cerita lebih banyak. Insya Allah.

wefie kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

matrikan batch 6 kopdar playdate ibu profesional bogor honeymoonjournal.com

The post Kopdar Playdate Ibu Profesional Bogor appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/kopdar-playdate-ibu-profesional-bogor/feed/ 0 574
#NomNomTime: Resep Otak-otak Udang Goreng http://honeymoonjournal.com/resep-otak-otak-udang-goreng/ http://honeymoonjournal.com/resep-otak-otak-udang-goreng/#comments Wed, 24 Oct 2018 08:38:17 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=559 Resep otak-otak udang goreng. Resep ini saya dapatkan dari temen facebook saya, Mba Sandi, yang kebetulan muncul di beranda saya. Pas baca postingan-nya, waaah boleh juga nih resepnya. Biasanya kalau menu udang di rumah saya kalau ga digoreng tepung ya ditumis asam-pedas-manis. Ga ada variasi lain. Dan pas banget weekend beberapa minggu lalu, ibu saya […]

The post #NomNomTime: Resep Otak-otak Udang Goreng appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Resep otak-otak udang goreng. Resep ini saya dapatkan dari temen facebook saya, Mba Sandi, yang kebetulan muncul di beranda saya. Pas baca postingan-nya, waaah boleh juga nih resepnya. Biasanya kalau menu udang di rumah saya kalau ga digoreng tepung ya ditumis asam-pedas-manis. Ga ada variasi lain. Dan pas banget weekend beberapa minggu lalu, ibu saya beli udang setengah kilo. Jadilah menu ini yang disajikan di meja makan dengan chef saya sendiri, hehehe…

Rasanya? Uwooow, deh! Kalau ga ditahan-tahan, bisa-bisa habis duluan sebelum jadi lauk makan siang. Orang-orang rumah pada ketagihan nyemilin otak-otak udang goreng ini. Lewat ke dapur mau ke kamar mandi comot sebiji, keluar dari kamar mandi comot satu lagi, hihihi… Akhirnya, saya amankan dulu otak-otang udang gorengnya ke lemari makanan. Kalau habis, nanti mau makan siang pakai apa coba? Dan terbukti, waktu makan siang datang dan otak-otak udang goreng ini langsung ludes. Next time harus bikin lagi niiih…

Resep otak-otak udang goreng ini cocok juga loh buat menu anak-anak.

Di resep dari Mba Sandi untuk ¼ kg udang, karena saya punya setengah kilo, jadi saya kali 2 semuanya.

Ini dia resep otak-otak udang goreng!

BAHAN:

  • Udang setengah kilo, buang kepala dan cangkangnya.
  • 2 butir putih telur
  • 6 sdm santan kara
  • 6 siung bawang putih
  • 4 siung bawah merah
  • 4 batang daun bawang
  • Tepung tapioka
  • Air es
  • Garam, gula, lada dan penyedap secukupnya

 

CARA MEMBUAT:

  1. Blender semua bahan menjadi satu, kecuali tepung tapioka dan air es.
  2. Pindahkan adonan ke tempat lain, lalu tambahkan tepung tapioka hingga bisa dibentuk. Kalau saya jadinya bola-bola, bukan panjang seperti otak-otak pada umumnya.
  3. Masukkan adonan ke dalam air yang sudah mendidih.
  4. Jika sudah mengapung (tanda matang), masukkan ke dalam air es.
  5. Angkat dan tiriskan.
  6. Otak-otak udang ini bisa langsung digoreng atau disimpan di kulkas untuk digoreng nanti.
  7. Sajikan dengan saus sambal. Makan langsung juga udah endeuuus!

Selamat mencoba dan ketagihan! 😋

The post #NomNomTime: Resep Otak-otak Udang Goreng appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/resep-otak-otak-udang-goreng/feed/ 1 559
Pengalaman Menjadi Perwakilan CmSE Matrikulasi IIP Bogor Batch 6 http://honeymoonjournal.com/pengalaman-cmse-matrikulasi-iip-bogor-batch-6/ http://honeymoonjournal.com/pengalaman-cmse-matrikulasi-iip-bogor-batch-6/#comments Mon, 22 Oct 2018 05:05:25 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=544 Awal bulan Oktober ini, pemberian materi dan Nice Homework Institut Ibu Profesional secara resmi sudah selesai. Nah, fasilitator kelas Bogor, yaitu Mba Dhita sedang merekap pengumpulan NHW sebagai syarat kelulusan kelas Matrikulasi IIP Batch 6 ini. Karena saya pengurus kelas, saya bisa ngintip-ngintip rekap di google sheet, hihihi… Alhamdulillah, saya berhasil mengerjakan 9 NHW yang […]

The post Pengalaman Menjadi Perwakilan CmSE Matrikulasi IIP Bogor Batch 6 appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Awal bulan Oktober ini, pemberian materi dan Nice Homework Institut Ibu Profesional secara resmi sudah selesai. Nah, fasilitator kelas Bogor, yaitu Mba Dhita sedang merekap pengumpulan NHW sebagai syarat kelulusan kelas Matrikulasi IIP Batch 6 ini. Karena saya pengurus kelas, saya bisa ngintip-ngintip rekap di google sheet, hihihi… Alhamdulillah, saya berhasil mengerjakan 9 NHW yang ditugaskan. Yeay!

Seminggu setelah NHW beres, kayaknya ada yang hampa gitu, kurang greget karena biasanya weekend saya pasti mikirin NHW terus diskusi sama Kangmas. NHW, pusing saat dikasih tapi dirindukan pas sudah beres. Bener yah, kita akan merasa kehilangan sesuatu kalau sesuatu itu sudah ga ada. Eh, ko malah jadi baper?

Sambil nunggu pengumuman kelulusan, di kalender akademik sudah terjadwal bahwa akan ada program Class Meeting Student Exchange. Semacam program pertukaran pelajar, nanti kita akan dimasukkan ke grup kelas matrikulasi di kota lain untuk sharing. Tadinya, kalau mau ikut program ini harus mengajukan diri, saya ga mau mengajukan diri. Ga pede, hehehe… Saya merasa masih banyak temen-temen kelas Bogor yang lebih menginspirasi. Ada bu bidan, ada mahasiswi S2, ada mahasiswi PMDSU yang sedang penelitian S3, ada single mom yang luar biasa setrong, ada yang sudah mempunyai brand kuliner sendiri. Sedangkan saya mah apa atuh, hanya remahan meses warna-warni di roti bakar 😢

Waktu saya cek hp di Senin pagi tanggal 8, saya dimasukkan ke dalam sebuah grup WA dan ternyata saya terpilih menjadi salah satu dari 5 orang yang akan mengikuti program pertukaran pelajar ini. Eng! Ing! Eng! Niat ga mau ikutan malah terpilih, hihihi… Alhamdulillah, termasuk mahasiswi terbaik dari tiap kelas yang menjadi perwakilan CmSE dari Bogor.

perwakilan bogor pengalaman cmse matrikulasi iip batch 6 honeymoonjournal.com

Temen-temen yang terpilih selain saya itu ada Teh Dhiya, Mba Novita, Mba Nisa dan Mba Anggie. Kita harus membuat e-flyer tentang NHW ke-8, be-do-have sebagai bahan sharing. Kata Mba Dhita dikumpulkannya paling lambat hari Senin jam 11 siang. Oh no! Kurang dari 5 jam saya harus membuat e-flyer yang ketjeh dong, biar ga malu-maluin kelas Bogor. Setelah Kangmas berangkat kerja, saya langsung buka laptop dan mulai cari-cari inspirasi design. Tadinya saya mau memakai canva (software andalan kalau butuh design kilat dan ga ribet). Eh tapi kok kurang gimanaaa gitu yah? Kurang saya banget. Jadinya, saya kembali ke software kesayangan saya, yaitu photoshop dengan inspirasi dari pinterest.

Tepat jam 11 kurang 5 menit, saya berhasil mengirimkan e-flyer versi saya ke Mba Dhita. Fyuuuh… Udah deh plong dulu sementara karena ada kerjaan kantor juga yang harus segera dikerjakan.

 

e -flyer pengalaman cmse matrikulasi iip batch 6 honeymoonjournal.com

 

Malamnya, Mba Dhita menginformasikan tujuan CmSE saya dan teman-teman. Ternyata saya kebagian berkunjung ke kelas Tangerang Selatan (Tangsel), kotanya Kangmas, hihihi… At least, saya punya bahan sebagai pembuka dan ice breaking nanti. Teh Dhiya ke kelas Bandung, Mba Novita ke Jateng 2 (Banyumas dan Solo), Mba Nisa ke Surabaya dan Mba Anggie ke Tangerang Kota. Setelah dapat tujuan kota masing-masing dan menyerahkan e-flyer, kita diminta menunggu untuk dihubungi oleh fasilator kota tujuan masing-masing tentang jadwal CmSEnya.

Saya baca-baca e-flyer teman-teman jadi minder, beneran. Mba Nisa adalah seorang bidan, Teh Dhiya seorang lulusan teknik elektro dan tim kurikulum penggiat komunitas Muda Berkarya, Mba Novita sedang membangun sekolah gratis kejar paket untuk anak-anak jalanan dan putus sekolah dan Mba Anggie seorang dosen gizi kesehatan masyarakat. Sedangkan saya seorang (calon) ibu yang bekerja di ranah publik dan domestik yang memiliki interest di bidang kepenulisan. Ngeblog serius baru jalan setahun, buku sendiri pun belum punya. Kalau dibandingin, jauh gitu kan (perasaan saya mah). Saya butuh self confidencebooster, huhuhu…

Setelah dihubungi oleh fasilitator kelas Tangsel, saya kebagian jadwal tanggal 11 Oktober pukul 20.30-21.00. Makin deg-degan dong saya… Saya jadi juru kunci jadwal untuk kelas Bogor, dapat jadwal terakhir dari keseluruhan jadwal CmSE perwakilan Bogor.

Hari H jadwal saya CmSE, jujur, ada kecemasan takut ga seru, dicuekin, kurang menarik. Udah kayak mau presentasi public speaking aja, tapi via jempol alias online WA. Detik-detik menuju pukul 20.30 saya terus pantengin WA, menunggu diundang ke grup MIIP Tangsel. Pukul 20.30 kok ga ada notifikasi invitation, yah? Saya WA Mba Wawak, ternyata Mbanya kelupaan karena lagi nemenin anak 😂. Akhirnya, sekitar 20.45an saya masuk ke grup Tangsel dan ada beberapa orang yang mulai menyapa. Lalu, saya menuliskan sedikit prolog tentang diri sendiri. Chat terkirim dan saya lihat kok ga ada yang ‘typing…’ yaaa? Wah, gagal ga nih CmSE saya? Saya nunggu beberapa saat dan mulai ada pertanyaan tentang blog ini, tentang dunia tulis menulis dan persiapan mau melahirkan. Karena ada juga yang HPLnya bersamaan.

Dan tahukah kaliaaaaan? Saya merasa terselamatkan di sesi sharing ini (selain sharing tentang dunia menulis dan blogging), karena saya menjawab sedang RISET TENTANG CLODI! Dan ternyata ada seorang ibu yang kedua anaknya sudah ber-clodi-ria dooong! Langsung nyambung deh kita ini. Saya memang sedang baca-baca forum tentang persiapan perang ompol Kabay memakai clodi (cloth diaper). Mungkin melihat antusiasme kita berdua tentang dunia clodi, teman-teman yang lain juga mulai ramai dan nimbrung.

Seharusnya, CmSE diberikan waktu hanya 30 menit, tapi melihat masih banyak yang ingin bertanya dan saya juga ga masalah kalau diperpanjang, jadinya CmSE baru beres pukul 22.00 dan ini sejam lebih saya jadi tamu di kelas lain. Katanya saya rekor CmSE paling lama. Whoaaaa! Ga nyangka banget 😱! Seneng banget 😆! Kecemasan yang dari awal saya rasakan menguap seketika karena sepanjang CmSE saya tersenyum bahagia melihat ternyata saya ga dicuekin, hehehe…

Lalu, saya dikasih oleh-oleh dari grup kelas Tangsel. Ini dia!

e-certificate pengalaman cmse matrikulasi iip batch 6 honeymoonjournal.com

Alhamdulillah, CmSE berjalan dengan sangat lancar dan seru! Suatu pengalaman berharga jadi perwakilan Bogor untuk mengikuti CmSE ini.

The post Pengalaman Menjadi Perwakilan CmSE Matrikulasi IIP Bogor Batch 6 appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/pengalaman-cmse-matrikulasi-iip-bogor-batch-6/feed/ 1 544
Trimester Kedua Kehamilan Kabay http://honeymoonjournal.com/trimester-kedua-kehamilan-kabay/ http://honeymoonjournal.com/trimester-kedua-kehamilan-kabay/#comments Thu, 18 Oct 2018 11:01:01 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=512 Trimester kedua kehamilan Kabay. Memang bener, trimester kedua itu adalah masa-masa surga bagi ibu hamil. Setelah melewati fase trimester pertama dan sekarang masuk ke trimester ketiga, sesungguhnya trimester kedua itu fase paaaaaaling nikmat. Literally yah, nikmat beneran. Paling nyaman, paling enak, deh! Kenapa tanya kenapa? Setelah ‘kenikmatan’ all-day-sickness di trimester pertama yang berbarengan dengan bulan […]

The post Trimester Kedua Kehamilan Kabay appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
Trimester kedua kehamilan Kabay. Memang bener, trimester kedua itu adalah masa-masa surga bagi ibu hamil. Setelah melewati fase trimester pertama dan sekarang masuk ke trimester ketiga, sesungguhnya trimester kedua itu fase paaaaaaling nikmat. Literally yah, nikmat beneran. Paling nyaman, paling enak, deh!

Kenapa tanya kenapa?

Setelah ‘kenikmatan’ all-day-sickness di trimester pertama yang berbarengan dengan bulan puasa, berangsur-angsur masuk ke minggu ke-16, frekuensi mual sudah mulai berkurang. Dan tepat saat hari Idul Fitri, Alhamdulillah, dadah mual-mual~ Bye, lovely all-day-sickness~ Saya bisa makan santapan lebaran dengan senikmat-nikmatnya~

Terus, waktu lagi dengerin khutbah Idul Fitri, kerasa ada ‘nut-nut’ gitu di perut. Lembut banget. Ga terus-terusan sih. Pas saya cerita ke Ibu, mungkin itu tanda Allah sudah meniupkan ruh ke dalam janin. Masya Allah, di bulan yang sangat berkah ini, Allah juga memberikan berkah untuk keluarga kecil kami. Ikut solat Idul Fitri perdana yah, nak…

Oke, di bawah ini kisah Kabay di trimester kedua…

1. Nafsu makan kembali baik.
Heyhooo! Alhamdulillah banget loh ini! Setelah drama mual-muntah-cape-tapi-harus-makan selama 3 bulanan, akhirnya makanan bisa masuk dengan lancar tanpa ada embel-embel lagi. Efek bisa makan nikmat lagi adalah kenaikan berat badan yang *ehm* cukup drastis (kalau ga mau dibilang naik banget, hahaha) dari 48 kg ke 55 kg. 7 kilo dalam 2 bulan, mak! Beneran bales dendam loh saya, yang di trimester pertama susaaaah banget makan (karena efek mual itu), sekarang malah makan apa aja. Eits, tentunya ga yang aneh-aneh sih. Saya masih memendam hasrat untuk durian, hihihi…

2. Hello, baby bump!
Masuk trimester dua ini, bentuk tubuh mulai seperti ibu hamil pada umumnya. Mulai ada gendut-gendutnya gituuu, uuuuu… Kalau ngaca, bawaannya pengen ngelus-ngelus perut mulu, deh. Kangmas mulai sering nanya sambil bercanda, “Perut kamu kok gitu? Awal tahun mah ga gini da…” terus saya suka jawab, “Ini hasil perbuatanmu, Mas…” hahaha…

baby bump trimester kedua kehamilan kabay honeymoonjournal.com

3. Sudah bisa masak lagi.
Karena mual sudah hilang, jadinya udah bisa masuk ke dapur lagi, ayey! Akhirnya, bisa motong-motong bawang dan bumbu dapur lagi. Bisa tumis-tumis lagi. Bisa berkreasi lagi di dapur.

4. Sudah bisa jalan-jalan lagi.
Karena kondisi kehamilan yang sudah stabil, di trimester kedua ini saya dan Kangmas berencana mau nginep berdua sambil merayakan first anniversary. Yeay, akhirnya udah ga terlalu khawatir kalau mau jalan jauh~ Kami berdua sampai ambil cuti kerja coba, hihihi… Kami menginap di Desa Gumati, menikmati semangkok mie kuah panas di hamparan sawah. Padahal hari itu hari Senin, lupakan saja dulu hiruk-pikuk Monday syndrome~ Agak siangan kami cussss berenang. Cuma berdua, jadi serasa kolam renang pribadi, deh. Setelah zuhur, kami pergi ke Dovayage Bogor yang lagi hits bisa foto ala-ala sedangdi Eropa. Dikirain karena hari kerja bakalan sepi, ternyata rame juga. Tapi setidaknya ga harus ngantri lama banget untuk foto di beberapa spot. Sambil nunggu bisa duduk-duduk dulu.

Baca juga: Happy First Anniversary!

desa gumati trimester kedua kehamilan kabay honeymoonjournal.com

devoyage bogor trimester kedua kehamilan kabay honeymoonjournal.com

5. Bawa motor sendiri.
Selama trimester 1, saya selalu dianter-jemput ke kantor oleh Bapak, Kangmas ataupun abang ojol karena Kangmas masih takut kalau saya bawa motor sendiri nanti lupa kalau lagi hamil dan ngebut. Soalnya saya kalau berangkat kerja suka mepet gitu dari rumah, mentang-mentang 10 menit doang perjalanan rumah-kantor, hehehe… Nah, beberapa hari mau masuk kerja sehabis libur lebaran, Kangmas nanya, saya mau bawa motor sendiri lagi atau tetep dianter-jemput. Kalau jujur sih, lebih enak bawa motor sendiri. Karena kadang kalau dibonceng tetep saja kalau ada polisi tidur gitu suka ga selow, apa lagi posisi dibonceng itu lebih terasa guncangannya. Untungnya Kangmas memperbolehkan lagi saya bawa motor sendiri ke kantor. Tapi dengan syarat, jam berangkat kerja ga boleh mepet, kecepatan di bawah 40 km/jam dan kalau ada polisi tidur harus pelan. Siap, pak!

6. Kabay mulai ndul-ndulan.
Ini nih yang paling ngegemesin! Gerakan Kabay udah mulai kerasa meskipun lembut. Kadang sampai bikin saya kegelian. Jadi makin cinta! Nah, ga tau kenapa (kayaknya semua bumil mengalami), Kabay suka malu-malu kalau Kangmas yang megang. Belum kenal tangan ayahnya kali yah, hihihi… Usia janin makin bertambah, gerakannya pun semakin keras. Yang paling terasa itu kalau saya posisi tiduran, terutama miring. Makanya saya suka iseng tidur miring agak lama biar Kabay ‘usek-usekan’, terus tangan Kangmas di bawah perut saya biar bisa ngerasain gerakan Kabay. Iseng banget ya, saya…

7. Kaki mulai kram saat tidur.
Kaki kram mulai terjadi waktu akhir trimester kedua. Kejadiannya pasti saat tidur menjelang pagi. Tanpa sadar kita suka ‘ngulet’ kan, meregangkan kaki. Naaah, pas lagi meregangkan kaki dengan posisi telapak kaki diluruskan, eeeeeeh terasa sakit banget! Urat-urat di sekitar betis nyeri dan bingung harus apa. Mau didiemin sakit, digerakin makin sakit. Bangunin Kangmas, ga bangun-bangun, hhhh… Saya inget pengalaman temen saya kalau kram kakinya dinaikin ke atas guling/bantal. Saya coba deh. Tapi ga berkurang rasa sakitnya. Akhirnya, karena pegal juga posisi telapak kaki yang lurus itu, saya coba menggerakan kaki pelan-pelan agar ke posisi normal. Awalnya sakit, tapi lama-lama rasa sakitnya hilang setelah kaki kembali ke posisi normal. Akhirnya, saya bisa kembali tidur dengan nyaman.

8. Kena pilek dan batuk.
Pilek saat kondisi sedang hamil itu rasanyaaaa…. ga mau lagi, plis! Dulu waktu belum hamil, kalau udah ada tanda-tanda pilek seperti bersin-bersin dan hidung gatal, saya suka minum vitamin C dan obat lalu seminggu kemudian pilek sudah sembuh. Nah, semenjak hamil ga boleh minum sembarang obat. Apa lagi pilek membuat semua makanan ga ada rasanya. Jadi, pas lagi enak-enaknya makan terus kena pilek itu kayak diputusin pacar pas lagi sayang-sayangnya, huhuhu… Cara pemulihan dari pilek yang bisa dilakukan cuma memperbanyak makan (meskipun ga ada rasanya) dan istirahat. Sekitar seminggu lebih pilek saya sembuh. Eeeeh, habis pilek terbitlah batuk! Nah ini nih yang lumayan lama sembuhnya hampir sebulan. Ini pun diajak Kangmas ke dokter setelah 2 minggu batuk supaya batuknya sembuh. “Kasian kamu sama Kabay, Is. Perut kamu keteken-teken gitu kalau batuk.” Batuknya itu gatellllll banget! Kalau bisa mah pengen dicopot dulu tenggorokannya terus dibersihin pake sikat deh. Akhirnya, dikasih obat herbal juga sama dokter. Memang ga cepet sembuh seperti kalau kita minum obat biasa sih, setidaknya mengurangi frekuensi batuk dan 2 minggu kemudian batuk sudah hilang.

9. Frekuensi BAK semakin sering.
Karena ukuran Kabay sudah semakin membesar, kandung kemih jadi sering tertekan dan menyebabkan frekuensi buang air kecil semakin sering. Perasaan minum segelas tapi kok yang keluar 2 gelas ya 😅 Apa lagi waktu saya pilek, bersin atau batuk sedikit bobol pertahanan saya, hhhh… Sehari bisa 5x ganti celana dalam. Trimester ketiga akan lebih sering lagi, soalnya pas bangun dari duduk aja udah terasa keteken dan pengen pipis. Yaah, nikmati sajooo…

10. Rukuk dan sujud udah mulai susah.
Saat rukuk dan sujud membutuhkan effort lebih, di situlah tersadar bahwa perjuangan Ibu sungguh besar membawa kita selama 9 bulan tanpa istirahat. Mau ditaro ga bisa, dititipin ke Kangmas apa lagi. Bawa enjoy aja~

usg minggu 22 trimester kedua kehamilan kabay honeymoonjournal.com
USG Kabay minggu ke-22

Nah, Itu deh kisah saya, Kangmas dan Kabay di trimester kedua. Setiap fase selalu membawa kisah tersendiri. Masuk ke trimester ketiga ini, welcome drama susah nyari posisi tidur, hihihi… Sehat-sehat terus yak nak, di dalam perut Ibun 😘

The post Trimester Kedua Kehamilan Kabay appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/trimester-kedua-kehamilan-kabay/feed/ 8 512
Jika Niat Menikah Karena Lelah, Dapatkah Lillah? http://honeymoonjournal.com/jika-niat-menikah-karena-lelah/ http://honeymoonjournal.com/jika-niat-menikah-karena-lelah/#comments Mon, 08 Oct 2018 08:55:56 +0000 http://honeymoonjournal.com/?p=496 “Saat wanita lelah bekerja, maka ia hanya ingin dinikahi.” Saya pernah baca semacam quote ini di gambar yang dibagikan teman facebook saya. Kata saya dalam hati, “Tumbenan amat dia share quote kayak gini?” Eh ternyata pas baca komen-komennya, dia juga termasuk yang kurang sreg sama kalimat yang tertulis di situ. Hmmm… Saya jadi merenung, apakah […]

The post Jika Niat Menikah Karena Lelah, Dapatkah Lillah? appeared first on Honeymoon Journal.

]]>

“Saat wanita lelah bekerja, maka ia hanya ingin dinikahi.”

Saya pernah baca semacam quote ini di gambar yang dibagikan teman facebook saya. Kata saya dalam hati, “Tumbenan amat dia share quote kayak gini?” Eh ternyata pas baca komen-komennya, dia juga termasuk yang kurang sreg sama kalimat yang tertulis di situ.

Hmmm… Saya jadi merenung, apakah bisa dibenarkan niat ingin menikah hanya karena lelah bekerja?

Macem-macem sih yah, niat menikah setiap orang itu.

– Ada yang sudah terlalu lama pacaran jadi sudah muncul pertanyaan, “Kamu serius ga sih, sama aku?” dan “Mau dibawa kemana hubungan kita?”. Bahkan karena selalu jadi korban pertanyaan ultimate tiap tahun pas kumpul keluarga waktu lebaran: “Kapan nikah?”

– Ada yang sudah merasa selesai dengan diri sendiri sehingga ingin berdua merajut rumah tangga. Sudah terlalu lama sendiri~ Sudah terlalu lama aku asyik sendiri~ *yak, semuanya nyanyiiiii~

– Ada pasangan yang sama-sama dapet beasiswa ke luar negeri satu negara, terus sama kedua orang tua mereka lebih baik dinikahkan saja supaya bisa saling menjaga di negeri orang (ini pengalaman asli murid ibu saya).

– Ada juga yang faktor ekonomi, lebih baik menikah karena ada yang membiayai. Pokoknya beraneka ragam niat orang menyatukan dua keluarga di satu naungan bernama pernikahan itu.

Menurut saya pribadi, pribadi looh, jika niat menikah hanya karena lelah bekerja itu niat yang harus diluruskan. Kenapa? Memangnya sudah beres ijab qobul lalu habis perkara? Masih banyak PR loooh yang menanti di depan sana. Ijab qobul itu baru gerbang awal dari perjalanan menuju surga-Nya. Kalau Allah sudah berjanji dengan imbalan surga, berarti perjuangannya ga main-main.

Saudari-saudariku yang sempat punya pemikiran seperti ini, memangnya kalian ga kasian sama suami tercinta kalian yang sudah mengucap janji dan transaksi pahala-dosa dengan wali kalian dengan nama Allah? Sedangkan kalian niat menikah hanya karena lelah? Ijab qobul itu sebuah kalimat yang dapat menggetarkan Arsy-Nya. Sebuah kalimat yang penuh tanggung jawab di dalamnya. Sejak ijab qobul diucapkan, surga kalian sudah pindah ke ridha suami, pun kalau kalian berdosa, suami yang menanggung dosanya.

Perkara lelah, beban lelah dan jenuh bekerja pasti dirasakan oleh semua orang. Jika kita lelah bekerja, kita masih bisa istirahat sebentar, ambil cuti, jalan-jalan liburan dan foto-foto buat ngisi feed di instagram, atau kongkow-kongkow bareng temen segeng. Nah, kalau lelah bekerja terus ingin dinikahi?

Pernikahan bukan proses sesederhana itu, cyiiin. Setelah resepsi pernikahan, justru ‘pekerjaan’ dan perjuangan panjang yang tidak kenal istilah cuti telah menanti. Mengurus rumah, menjaga keharmonisan suami-istri, proses kehamilan, mengurus dan mendidik anak adalah proses yang tidak bisa kita tinggalkan hanya karena alasan “Saya lelah menjalani semua ini”. Menikah adalah sebuah komitmen seumur hidup bahkan hingga ke surga. 24 jam dalam 7 hari, kita ga bakal bisa resign dari ‘pekerjaan’ kita sebagai seorang istri dan seorang ibu, mau selelah dan sebosan apapun kita.

Menjadi seorang istri dan seorang ibu itu amanah yang luar biasa dari Allah loooh… Masa kita mau nerima amanah dari Yang Maha Kuasa ini dengan alasan yang retjeh? Malu doong…

Nih yah, kalau lelah sama kerjaan, cobain satu-satu cara ‘kabur’ dari rutinitas:

  1. Coba itung jatah cuti tahunan, udah diambil belum? Ceki-ceki situs pemesanan tiket pesawat, cari tiket promo, bikin itinerary buat lanjalan ketjeh bareng temen. Sendirian? Yowess, Ikut aja open trip yang udah terpercaya. Kalau kata anak zaman now mah “I need vitamin-sea!” gitu kan. Yang punya kamera mirrorless atau kamera hp ketjeh jangan lupa dibawa, mayan kan buat ngebagusin feed instagram.
  2. Cuti tahunan udah mau abis? Staycation di hotel dalam kota pas weekend juga asik. Menikmati fasilitas spa atau kolam renang hotel bikin otak rileks. Atau ke salon buat luluran, facial, massage, creambath, meni-pedicure untuk meluruskan otot-otot tubuh yang kaku dan kabur sementara dari kenyataan hidup yang penuh tekanan *uhk
  3. Jatah cuti udah abis dan ga bisa ngajuin lagi? Makan-makan enak lah sesekali. Traktir keluarga ke resto mana gitu, insya Allah berkah membahagiakan keluarga. Perut kenyang, hati tenang, pikiran senang, kerjaan menantang silakan datang!
  4. Dompet menipis dan budjet di rekening udah meronta minta diisi tapi belum tanggal gajian? Kongkow-kongkow bareng temen ga harus selalu mahal, kan. Makan-makan di tenda pinggir jalan, macam di warung roti bakar ditambah mie kuah pedas kornet keju plus secangkir bansus bareng temen kantor sepulang kerja juga oke. Biaya di bawah 50 ribu tapi cerita-cerita dan ketawa-ketawa melepas penat bareng temen itu priceless!
  5. Cuti udah nol dan nominal di rekening juga nyaris nol? Coba me time yang ga ngeluarin uang, deh. Kayak baca buku, nulis curhatan di diari (masih zaman ga sih ini?) atau di blog. Nonton film favorit, drama korea atau western series di laptop seharian sambil leyeh-leyeh ngemil cantik di kamar juga ga apa-apa. Mumpung belum ada yang minta perhatian, hihihi… Kalau udah punya suami apa lagi anak mah kan beda lagi ceritanya.
  6. Yang terakhir, jangan lupa menundukkan kepala ke hamparan sajadah saat sepertiga malam. Saat kamu merasa beban sudah terlampau berat, ambillah air wudhu dan tumpahkan keluh kesah bahkan air matamu kepada Allah. Yakinlah, Allah tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hamba-Nya. Minta apapun yang kamu mau, berdoa apapun yang kamu inginkan, termasuk tolong angkat lelah bekerja ini. Insya Allah, curhat sama Allah itu ga bakal rugi.

Allah senang kok hamba-Nya datang kepada-Nya dan berdoa. Buktinya, Allah selalu memanggil kita lima kali sehari *setiap hari!* tanpa pernah bosan supaya kita bisa istirahat sebentar dan berdoa pada-Nya. Padahal sebenarnya yang butuh Allah itu kan kita. Kita masih bisa bangun pagi hari untuk bekerja meskipun udah kebayang kerjaan yang numpuk. Ngerasa ga adil karena jarak dari Senin ke Jumat itu jauh banget 5 hari, sedangkan Minggu ke Senin cuma sehari tapi Allah masih memberikan kita waktu untuk bernapas dan bekerja dalam keadaan sehat. Tuh, kurang sayang apa coba Allah sama kita?

Balik lagi ke pernikahan. Yuk, dampingi suami-suami kita dengan niat yang lurus. Menikahlah jika memang sudah saatnya menikah. Plis, jangan kontaminasi ibadah seumur hidup ini dengan niat yang kurang tepat. Masih banyak yang bisa dilakukan saat kita lelah bekerja. Untuk singelillah yang solehah, lebih baik terus meningkatkan kemampuan diri dan mempersiapkan hati. Jadi waktu nanti ada seorang lelaki soleh yang dengan gagah berani melamar “Maukah kamu menjadi istriku?”, kita bisa menjawab “Insya Allah, dengan izin Allah, aku siap, Mas,” sambil mesem-mesem malu gitu. Ciecie ga tuh?

Jika niat menikah sama-sama mengharap ridha Allah, insya Allah, lelah saat menjalani dan membangun rumah tangga pun akan menjadi Lillah. Karena, bukankah hal yang terindah itu bisa berkumpul lagi bersama orang-orang yang kita cintai di surga-Nya nanti?

 

Salam cinta,

honeymoonjournal-dotcom

The post Jika Niat Menikah Karena Lelah, Dapatkah Lillah? appeared first on Honeymoon Journal.

]]>
http://honeymoonjournal.com/jika-niat-menikah-karena-lelah/feed/ 4 496