Habiskan Saja Uangmu dengan JENIUS!

Siapa yang bahagia setiap tanggal gajian tiba? Sayaaa… Siapa yang bahagia kalau tengah bulan dapat bonus? Sayaaa… Siapa yang bingung saat akhir bulan ini uang habisnya ke mana ya? Hayooo, ngaku… Kalau pertanyaan ini diajukan pada saya sebelum nikah, kita sama dong, suka bingung uang di rekening dan di dompet kok sudah sisa-sisa recehan ya, habis dipakai apa? Niat mau nabung dari sisa pengeluaran kok malah nggak bersisa? Yang awal bulan bisa mesen pizza tapi di akhir bulan cuma bisa mesen roti bakar di warung pinggir jalan sambil berharap tanggal gajian buru-buru datang.

Zaman sekarang, melek finansial bukan hanya urusan orang ekonomi saja. Dengan meningkatnya kebutuhan hidup dan kemudahan memperolehnya, finansial menjadi wajib dipahami oleh siapapun. Apa lagi untuk seorang istri yang menjadi menteri keuangan dalam sebuah keluarga. Terlepas dari ia seorang working mom atau stay at home mom, seorang istri diharapkan mampu mengatur flow cash agar masakan tetap tersedia di meja makan, anak sehat dan cekatan, suami semangat ke tempat kerjaan dan kita tetap terjaga kewarasan.

Oh iya, jangan lupa uang juga tetap aman di tabungan.

Nah, pusing nggak sih ngatur keuangan ini?

Pusying boooo mikirin budjeting keluarga itu! Beberapa bulan pertama pernikahan, saya malah merasa ‘tersiksa’ duduk di ‘jabatan’ baru ini. Beban terasa berat karena harus ada uang sisa dari budjet bulanan untuk bisa disimpan demi goals saya dan Kangmas di masa depan. Saya jadi pengen lambai-lambai tangan ke kamera saja, tapi ini kehidupan nyata, bukan acara settingan belaka. Pengen pakai pilihan phone a friend, ask the audience atau fifty-fifty, tapi ini bukan kuis pilihan ganda. Jadi ketahuan kan saya anak kelahiran berapa, hihihi…

Really, how I miss my young age when I spent my money without thinking hundreds times.

Kenapa tanya kenapa?

Usut diusut, tilik ditilik, teliti diteliti.

Ternyata eh ternyata, setelah saya dan Kangmas berdiskusi sesiangan (iya, kami diskusi di siang hari libur), kami terlalu terpaku pada kata SISA untuk MENABUNG. Coba, saat mendengar kata ‘sisa’, yang ada malah puyeng. Kita saja kadang nggak mau makan dari sisa, masa menabung malah dari sisa.

Akhirnya, setelah atur sana, atur sini, corat-coret di papan tulis (beneran loh ini, kami punya white board untuk bikin plan), ngobrol sambil ngemil mie. Eng, ing, eng! Kami ubah mindset kami menjadi MENGHABISKAN UANG.

Sekarang, apa yang dirasakan saat mendengar kata-kata ‘menghabiskan uang’? Wow, serasa jadi orang kaya gitu ya ngabisin uang. Pasti nggak ada yang nggak suka kalau soal ngabisin uang. Terasa lebih menyenangkan dan lebih mudah menghabiskan uang dibanding menyisakan uang. Dari pada berusaha untuk menyisakan uang tapi malah kadang kehabisan, ya udah sekalian saja kita habiskan.

“Loh kok malah dihabisin? Nanti gimana buat nabung? Buat pendidikan anak? Kalau tiba-tiba harus berobat? Pengen traveling ke tempat yang ketjeh untuk jadi bahan instastory? Nyeruput secangkir kopi di café yang instagramable?”

Eits, tenang dulu, sodara… Sini saya bisikin cara MENGHABISKAN UANG DENGAN JENIUS.

1.Pay Your God First

Di agama manapun pasti diajarkan untuk saling berbagi kepada yang membutuhkan. Di Islam sendiri pun ada 2.5% bagian dari harta kita adalah hak orang lain. Siapakah yang memberi kita rezeki selain Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki? Jadi, mengikuti The Golden Rules pertama dari buku Habiskan Saja Gajimu! Karya Ahmad Gozali, ‘membayar’ Tuhan adalah prioritas pertama dari cara menghabiskan uang dengan benar sebagai bentuk syukur kita kepada-Nya. Memberi kepada orang lain juga membentuk mentalitas kaya dalam diri kita. Mentalitas orang kaya nggak akan merasa kekurangan dan merasa cukup dengan apa yang dimilikinya.

Tanggal gajian udah tiba, sedekah dulu, bro!

2. Fixed vs Flexible

Cicilan hutang, bayar asuransi kesehatan, biaya transportasi, kuota internet, uang belanja bulanan. Hayoo, yang mana yang masuk pengeluaran fixed dan yang mana yang masuk ke flexible? Pengeluaran fixed itu artinya yang nominalnya nggak bisa ditawar-tawar lagi. Sepakat yah cicilan hutang dan bayar asuransi itu pengeluaran fixed. Bahkan, kalau mereka-mereka itu telat dibayar, kita akan kena denda yang malah bikin nambah pengeluaran. Jadi, saat gajian tiba, langsung bayar deh itu semua cicilan dan asuransi.

Dulu, kami pernah punya cicilan hutang yang memiliki waktu jatuh tempo pembayaran. Nah, setiap awal bulan, langsung deh kami bayar cicilan dulu setelah menyisihkan uang untuk zakat. Kami juga mempersiapkan saldo di rekening untuk autodebet asuransi di tengah bulan. Dengan cara ini, kami bisa lebih tenang karena kebutuhan yang wajib sudah dibayar lebih dulu.

Pengeluaran flexible adalah pengeluaran yang sifatnya masih bisa diatur-atur lagi nominalnya. Dalam hal ini, kuota internet masih bisa dibilang fleksibel walaupun zaman now kuota sudah masuk ke dalam kebutuhan pokok: sandang, pangan, papan dan kuota internetan, hihihi… Tinggal pinter-pinternya kita saja mencari paket internet yang murah dan sesuai kebutuhan.

Untuk biaya transportasi, kita dapat memanfaatkan jasa transportasi online yang menyediakan banyak promo. Pembayarannya bisa melalui saldo fintech supaya makin murah bayarnya. Kalau masih ada sisa saldo bulan lalu, kita cukup top up saldo seperlunya saja di bulan ini.

Bagaimana dengan belanja bulanan? Pasti buibu nggak setuju nih kalau jatah belanja bulanan masuk ke pengeluaran fleksibel, hahaha… Ternyata, biaya belanja bulanan masih lebih fleksibel dibandingkan dengan cicilan dan asuransi. Kebutuhan sehari-hari, misalnya sabun atau shampoo, bisa dibeli dalam ukuran yang besar untuk mengurangi biaya belanja di bulan depan. Ini dia saatnya insting buibu dibutuhkan, ciaaaat!

3. Saving-lah dahulu, baru shopping kemudian

Ini dia kunci utama dari konsep menghabiskan uang dengan cara jenius. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Saving-lah dahulu, baru shopping kemudian. Seperti yang sudah saya tulis di atas, kalau menabung dari uang sisa pengeluaran, yang ada malah pusyiiiing! Jadi, menabung harus kita anggarkan di awal setelah membayar kebutuhan fixed. Belanja justru dari uang sisa budjeting kita.

Coba kita bayangkan belanja dulu baru nabung. Yang ada kita khawatir cukup atau nggak untuk nabung di akhir nanti. Mana online marketplace lagi gencar-gencarnya promosi. Apalagi para wanita cantik seperti kita ini mudah teracuni oleh gratis ongkir, cashback, flash sale, you name it. Waduuuh, kalau ga diubah mindset-nya, rekening bisa jebol dan malah nggak jadi-jadi nabungnya.

Sekarang pakai konsep menabung dulu baru belanja. Saat ada diskon atau promo belanja, kita nggak bakal terlalu mikirin tentang tabungan. Kan sudah nabung di awal. Tenaaaang…

4. Catat Setiap Pengeluaran

Kangmas mengajari saya untuk mencatat secara detail setiap pengeluaran tiap hari sebelum kami tidur. Awalnya sih ribet. Apaan sih sampai uang parkir saja harus dicatat? Tapi lama-lama terbiasa juga. Setelah beberapa bulan berjalan, saya tercengang sendiri. Ternyata hampir 30% dari gaji saya sendiri habis untuk jajan. Padahal jajannya yang kecil-kecil gitu. Kisaran dua ribu sampai sepuluh ribu. Tapi cukup banyak dan tiap hari, hehehe… Makan besar di restoran paling bisa dihitung jari. Dua atau tiga kali lah dalam sebulan. Tapi biayanya cukup besar untuk sekali makan.

Nah, ini fungsinya pencatatan. Kita bisa mengevaluasi pengeluaran kita dan mencari bagian mana yang bisa dihemat.

Sekarang banyak kok aplikasi untuk mencatat keuangan di smartphone. Tinggal sesuaikan saja dengan kenyamanan kita. Bisa juga bikin di excel agar bisa lebih leluasa dalam formatnya. Bebaaas… Asal harus rajin yah mencatatnya.

5. Miliki rekening di bank yang bisa mengatur keuangan dengan aman, mudah dan cerdas

Di zaman yang praktis ini, pengaturan keuangan juga harus praktis dooong… Rasanya sudah ketinggalan zaman bayar tagihan listrik harus ke loket, beli pulsa harus ke konter, atau buka program tabungan khusus harus datang ke bank. Makanya, kita harus punya rekening di bank yang punya aplikasi all in one. Mau transfer uang tinggal klik, top up saldo transportasi online tinggal klik, sampai bisa buka tabungan berencana tinggal klik. Nggak ribet!

Mau tahu bank apa ini?

Ya, Jenius dari BTPN adalah jawabannya! Yeaay!

Saya dan Kangmas sudah menggunakan Jenius dari tahun 2017. Pertama kali saya kenal Jenius itu gegara Kangmas cerita kalau Jenius itu adalah kartu debit sekaligus kredit yang biaya transfer antar banknya gratis. Dengar kata gratis, saya langsung on dong. Lumayan loh biaya transfer 6.500 rupiah itu, bisa dapet gorengan beberapa biji. Apa lagi saat itu kami lagi seneng-senengnya jalan-jalan. Ada beberapa One Travel Agent yang mengharuskan punya kartu kredit untuk booking. Nah, Jenius adalah satu-satunya layanan perbankan yang menyediakan fasilitas debit dan kredit dalam satu kartu. Jadi, nggak usah ribet mengajukan kartu kredit baru dan harus nyicil tiap bulannya karena kredit dari Jenius sesuai dengan saldo yang ada di kartu kita.

HABISKAN SAJA UANGMU DENGAN JENIUS

Jenius dapat membantu kita mengelola keuangan dengan mudah. Dengan aplikasi yang user friendly dan anak milenial banget, kita bisa mengatur keuangan dengan aman, mudah dan cerdas dari smartphone. Semua serba digital. Mulai dari pengajuan pembukaan rekening, pembuatan kartu, sampai ke buka deposito hanya dari satu aplikasi kapan saja dan di mana saja. Inovatif banget, kan?

Ini dia cara menghabiskan uang dengan jenius:

1.BERAMAL DENGAN JENIUS

Sesuai tips di atas, sedekah dan zakat menjadi prioritas utama kita. Kita bisa loh menyalurkan zakat lewat aplikasi Jenius. Uang yang kita sedekahkan akan langsung ditransfer ke BAZARNAS. Caranya: Buka menu send it, lalu klik ‘tagihan’, pilih ikon ‘amal dan donasi’, lalu masukkan nominal yang akan kita sedekahkan, transfer, deh. Gampang kaaan…

2. CERDAS MENABUNG DENGAN JENIUS

Setelah sedekah beres, saatnya menabung! Jenius memiliki beberapa fitur tabungan yang sangat inovatif. Ada Flexi Saver, Dream Saver dan Maxi Saver.

Di Flexi Saver, kita bisa menyimpan dan menarik dana kapan saja. Uang di Flexi Saver terpisah sendiri dari saldo aktif jadi nggak akan terganggu dengan kebutuhan lain. Kami menyimpan dana darurat di Flexi Saver milik Kangmas. Meskipun terpisah, uang di Flexi Saver dapat ditarik dengan mudah saat dibutuhkan.

Dream Saver adalah fitur tabungan otomatis untuk mempercepat mimpi kita segera terwujud. Misalnya, kita ingin jalan-jalan di tahun depan dengan biaya 2.5 juta. Dream Saver dapat membantu kita menyisihkan uang karena sifatnya yang autodebet. Jadi nggak kerasa kan kalau kita sebenarnya sedang menabung.

Autodebet dari Dream Saver bisa diatur bulanan, mingguan, bahkan harian. Nominal maupun tanggal pencapaiannya bisa diatur sesuka kita. Nanti Jenius sendiri yang akan menghitung otomatis berapa yang harus ditabung atau kapan pencapaiannya sesuai pengaturan kita.

Maxi Saver di Jenius adalah layanan investasi dalam bentuk deposito dengan jangkan 1 – 12 bulan. Minimal setoran sebesari 10 juta rupiah. Uniknya, Maxi Saver dapat ditarik sebelum jatuh tempo tanpa kena denda loh! Kalau ditarik sebelum masa depositonya habis, kita nggak akan kena penalti seperti deposito bank lain tapi kita nggak akan mendapat bagi hasil dari deposito itu. Fleksibel bukan?

3. CATATAN TELITI DENGAN JENIUS

Selain mencatat di aplikasi, Jenius juga membantu kami untuk telusur uang yang telah dikeluarkan. Kita dapat membuat catatan pengeluaran sesuai kategorinya, mulai dari amal dan donasi hingga service kendaraan. Bahkan Jenius mencatat dengan detail setiap transaksi yang kita lakukan jika menggunakan mesin EDC. Seperti kemarin saya membeli buku di event Big Bad Wolf, lengkap loh keterangannya!

4. BEBAS TRANSFER DENGAN JENIUS

Jenius juga membantu kita dalam hal transfer uang. Kita nggak perlu lagi susah-susah copy-paste nomor rekening yang dituju karena Jenius menyimpannya. Bahkan kalau transfer ke sesama Jenius cukup dengan menggunakan cashtag saja. Nggak perlu repot memasukkan angka yang panjang-panjang. Simple! Oh iya, jangan lupaaaa… Transfer ke bank lain juga bisa gratis alias 0 rupiah loooh sampai 25 kali. Cocok banget deh untuk emak-emak irit kayak kita, hihihi…

Nah, semua fitur di atas bisa dilakukan cukup dengan smartphone saja. Nggak perlu ke ATM, nggak perlu antri berjam-jam di bank. Ketjeh nggak tuuuh?

Selain itu, banyak fitur keren lainnya dari Jenius. Seperti pengaturan limit penarikan, top up e-wallet untuk saldo transportasi online sampai ke pengajuan kartu tambahan. Dengan Jenius, #hari2jenius tanpa pusing mengelola keuangan.

Semoga berguna ya tips dari saya. Yuk, kita habiskan uang dengan Jenius!

You may also like

4 Comments

  1. itu gratis transfer ke bank lain tanpa biaya admin sampai 25 kali maksudnga gimana. detailnya? apakah 25 kali itu gratis selama punya lartu jenius? atau tiap bulan gratis 25 kali? atau tiap 3beberapa bulan gratis 25 kali?

    1. Dapetnya perbulan din, tergantung saldo rata-rata perbulan…
      Kalau saldo 1-10 juta dapet 15x gratis transfer antar bank. Kalau saldo di atas 10 juta dapet 25x… Nanti tiap bulan diperbarui kuotanya…

    2. setuju banget poin no.3
      saving dahulu, baru shoping kemudian. jadi nabung itu jangan nunggu uang sisa, itu pasti berasa sulit banget.

      untung sekarang ada jenius ya, mengelola keuangan jd lebih simpel dan praktis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *