“Institut Ibu Profesional? Jadi seorang ibu aja ada institutnya? Jadi ibu profesional pula?”

Itulah pertanyaan pertama yang terbersit waktu baca tentang Institut Ibu Profesional ini pas blogwalking ke blog orang. Baca-baca sekilas ada yang tentang proyek antara anak dan ibu gitu. Ko kayaknya seru, yah? Searching-searching, waah ternyata ada kelasnya gitu. Harus daftar dulu.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Beberapa hari kemudian, ada seorang kakak kelas yang ngasih tau bahwa Institut Ibu Profesional (IIP) buka kelas baru (batch 6) sebentar lagi di IG-story. Cusss lah saya langsung nanya-nanya. Dia bilang, “Ga bakal rugi deh ikut kelas ini. Banyak ilmunya!” Makin kepo deh saya 😀

Pas scrolling IG Institut Ibu Profesional, ada sebuah quote yang bikin saya makin nyessss pengen ikut kelas matrikulasi batch 6 ini.

quote-pendaftaran-institut-ibu-profesional-batch-6-honeymoonjournal-dotcom

Cobaaaa, gimanaaaa? Adem kan, bacanya? Di luar sana masih ada yang suka mancing momwar, entah itu lahiran normal vs sesar, ASI vs sufor, pospak vs popok reusable, sampe yang paling bikin galau itu working mom vs staying at home mom alias ibu bekerja vs ibu rumah tangga. Bikin sedih kalau udah baca tentang momwar ini, secara saya sampai saat ini masih berstatus sebagai seorang istri (dan insya Allah seorang ibu) yang bekerja.

Quote di atas bikin semangat saya naik lagi kalau setiap istri dan ibu itu, apapun keputusan yang diambil, pasti yang terbaik demi keluarganya.

Nah, kalau seorang istri mau mengikuti kegiatan kan harus seizin suami, saya minta izin dulu dong sama Kangmas tercinta. Apa lagi ada biaya investasinya. Seratus ribu memang ga terlalu besar, tapi ridha suami itu tak ternilai looooh. Terus nanti ada materi tentang keluarga yang mengharuskan saya berdiskusi dengan Kangmas. Makanya Kangmas harus tahu.

Biar minta izinnya lancar, saya ngobrolnya pas lagi santai leyeh-leyeh manjah gitu.

👩🏻: “Masku cintaaaa, mas pengen aku jadi istri produktif, kan yah?”
🧑: “Iya, kenapa emang?”
👩🏻: “Ini aku ada info kelas online gitu.” *ngasih liat postingan IG Institut Ibu Profesional *
🧑: “Itu apaan, Is?” (Iis: panggilan sayang Kangmas buat saya)
👩🏻: *jelasin secara singkat tentang IIP* “Aku pengen ikuuuut. Biar nambah ilmu dan aku megang HP aja produktif.”
🧑: “Boleh ikut, tapi ada syaratnya.”
👩🏻: “Loh, ko pake syarat?”
🧑: “Kamu kan orangnya kurang konsisten dan kurang komitmen. Cara treat kamu biar terus on fire itu harus dikasih tantangan.”
👩🏻: *ketawa sendiri soalnya memang kelemahan saya itu salah satunya adalah lack of commitment 😅*
🧑: “Syaratnya itu adalah postingan di honeymoonjournal.com jadi 2 artikel yah, per minggu. Gimanaaa?”
👩🏻: *pertimbangan sana-sini-situ* “Oke deh, mas.”
🧑: “Yakiiiin?”
👩🏻: “Iyaa, yakin!”
🧑: “Nah gitu dong, itu baru istri mas 😘

Okee, izin suami udah di tangan!

Pendaftaran dibuka tanggal tanggal 25 Juni 2018 pukul 10.00. Saya udah stand by depan laptop dari 9.50 dan ngebuka browser tab yang berhubungan dengan registrasi ini. Jam 10 tepat saya coba refresh google form, ternyata belum kebuka form-nya. Buka website IIP-nya, loading-nya agak lama. Mungkin karena traffic yang tinggi, orang-orang pada akses jadinya overload. Tak menyerah, beberapa menit kemudian saya coba refresh lagi dan akhirnya form isian muncul! Isi keterangan diri, transfer, upload bukti transfer, submit. Degdegan karena lagi-lagi loading-nya lama. Lalu ada pemberitahuan kalau submit berhasil dan ada ­email copy respon saya di form registrasi. Dagdigdugserrr belum selesai, Buibu! Ada verifikasi data dulu sementara kuota cuma 1500 kursi. Yang daftar? Dari seluruh Indonesia bahkan yang domisili di luar negeri juga. Udah kayak flash sale di marketplace ga siiih? 😂

Pas cek IG, ternyata banyak yang belum bisa daftar karena masalah jaringan, ukuran gambar bukti transfer yang terlalu besar dan masalah lainnya. Yowess, saya lanjut kerjaan lain dulu saja.

Jam 12 saya cek IG lagi, ternyata kuota sudah full di 11.30! Super banget ini! Tadinya saya memang mau daftar pas jam istirahat, tapi ga jadi karena takut ga kebagian kursi. Untung saja pas pendaftaran dibuka saya langsung daftar. Memang belum pasti sih, tapi setidaknya proses pendaftaran saya lancar. Fyuuuuh~

Nah sekarang tinggal nunggu konfirmasi dari tim verifikasi apakah saya kebagian kuota atau tidak. Kayaknya sih kebagian *positive thinking*. Tanggal 29 Juni malem-malem lagi iseng cek email di HP, ada email dari Tim Matrikulasi IIP yang memberitahu kalau saya masuk kelas matrikulasi batch 6 ini! Yeaaaah! Langsung saya joged-joged sendiri di kamar dan Kangmas pun bingung. “Aku lolos verifikasi data dan masuk kelas matrikulasi IIP, mas! Makasih yah mas, udah ngizinin aku ikut…” *salim sama Kangmas*

pengumuman-matrikulasi-pendaftaran-institut-ibu-profesional-batch-6-honeymoonjournal-dotcom

Pengumuman dari Tim Matrikulasi yang dikirim ke email. Alhamdulillah bisa masuk 🙂

Minggu depannya, saya dimasukkan ke sebuah grup WA. Ternyata saya udah masuk grup Kelas Foundation IIP khusus wilayah Bogor. Apa sih, Foundation Class itu? Nanti saya tulis di post selanjutnya yaah 😀

1 comment on “Institut Ibu Profesional – Pendaftaran Matrikulasi Batch 6”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *