Kelas Foundation Institut Ibu Profesional Batch 6

kelas-foundation-institut-ibu-profesional-batch-6-honeymoonjournal-dotcom

Setelah proses pendaftaran Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 6 yang hebohnya kayaknya flash sale di marketplace, akhirnya tanggal 5 Juli di WhatsApp saya dimasukan ke dalam sebuah grup. Kelas Foundation Bogor? Saya awalnya bingung, ini grup apa yah? Setelah lihat ikon grupnya, oalaaaaaah…. Ternyata saya sudah masuk grup peserta IIP Batch 6! Saya agak syok karena di jadwalnya kan tanggal 7 Juli baru pengumuman. Alhamdulillah, saya termasuk 1500 perempuan yang diberi kesempatan oleh Allah ikut Matrikulasi IIP Batch 6.

Baca juga: Pendaftaran Institut Ibu Profesional Batch 6

Kelas Foundation ini adalah kelas pra-matrikulasi untuk para peserta yang lolos verifikasi data. Kelas ini dibagi menjadi beberapa wilayah berdasarkan domisili. Karena saya domisili di Bogor, jadi dimasukkan ke grup yang isinya tinggal di Bogor semua. Bahkan ada yang deketan loh rumahnya. Nah, di kelas Foundation ini pesertanya masih disebut calon member IIP. Kita baru menjadi member IIP ketika sudah lulus kelas matrikulasi.

kelas-foundation-iip-batch-6-honeymoonjournal-dotcom

Aktivitas di kelas Foundation ini adalah belajar seputar Ibu Profesional dan program-programnya. Juga saling berbagi antar member sambil menunggu kelas matrikulasi. Di hari-hari pertama, saya dan teman-teman IP Bogor Batch 6 saling berkenalan, ice breaking, tanya-tanya tentang IIP sendiri ke admin grup sekaligus observer, yaitu Mba Dira dan fasilitator kelas, Mba Dhita.

Namanya wanita, cenderung untuk rame yessss… Baru beberapa hari aja grup udah rame sama chat saling sapa, ketemu yang tinggalnya sekomplek, sharing gimana perjalanan daftar IIP Batch 6, dan main tebak-tebakan, hihihi…

Peserta Kelas Matrikulasi IP Batch 6 Bogor ini ada 79 orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang baru menikah, ada yang lagi hamil (ini termasuk saya), ada yang sudah punya anak 1, 2, 3, 4 (wow!), bahkan ada yang single parent. Kegiatannya pun bermacam-macam, ada ibu yang bekerja di ranah domestik, ada juga yang bekerja di ranah publik.

“Kalau mau ikut IIP harus sudah menikah yah?”

Ga juga kok. Ada beberapa peserta yang masih singelillah sambil ngerjain skripsi loh… Hebat ih udah kenal IIP dari sebelum nikah. Saya mah apa atuh, dulu lagi fokus ngejar gelar sarjana dan nabung buat resepsi.

tahapan-belajar-iip-1-kelas-foundation-iip-batch-6-honeymoonjournal-dotcom tahapan-belajar-iip-2-kelas-foundation-iip-batch-6-honeymoonjournal-dotcom

.

MANAJEMEN GADGET

Nah, di kelas foundation ini kita dikenalkan dengan materi manajemen gadget. Materi ini intinya bagaimana kita mengatur waktu kita agar tidak menjadi gadgetholic. Kita belajar menentukan gadget hour, kapan kita mengerjakan urusan domestik dan pekerjaan lainnya, kapan kita mengakses gadget.

Di zaman yang serba mobile ini, gadget sudah merupakan barang wajib yang dimiliki oleh setiap orang. Apa lagi dengan adanya media sosial membuat jarak yang nyatanya berjauhan menjadi hanya seujung jari. Mau beli barang, tinggal klak-klik di online shop ga perlu muter-muter mall dulu. Mau say hi teman yang sedang kuliah di luar negeri, tinggal WA atau DM saja.

Nah, kemudahan ini lah yang sering bikin kita keasikan membuka gadget dan scrolling timeline media sosial. Geser-geser instastory di IG ga kerasa udah setengah jam, scroll-scroll artikel di FB ga kerasa udah sejam, tapi di dunia nyata kerjaan rumah belum ada yang beres. Pusing lah kepala mamak ini melihat rumah belum rapi!

Semenjak saya kenal manajemen ini, saya merasa lebih produktif setiap harinya. Saya menerapkan gadget hour saya adalah setelah masak pagi (sekitar jam 6-7), waktu istirahat kantor (12-13) dan menjelang tidur (>20.00). Kalau weekend sih beda lagi, lebih santai hehehe…

Institut Ibu Profesional mengenalkan manajemen gadget ini menjadi bukti bahwa perkuliahan online via WA bukanlah menjadi alasan kita harus terus memantau grup. Pekerjaan domestik dan publik masing-masing tetaplah diprioritaskan. Ada lagi gerakan GFOS atau Gadget Free on Sunday. Jadi no chit-chat di grup waktu hari Minggu agar kita bisa fokus berkegiatan bersama keluarga. Jadi ga ada ceritanya tuh ikut Ibu Profesional malah jadi pegang hp mulu.

GFOS-kelas-foundation-iip-batch-6-honeymoonjournal-dotcom

.

CODE OF CONDUCT

Di kelas foundation juga dikirim materi tentang CoC (Code of Conduct) saat program sudah berlangsung. Kurang lebih seperti aturan main di IP ini, baik untuk pesertanya maupun jajaran pengurusnya. CoC disusun secara lengkap dan terstruktur memerlihatkan bawah Ibu Profesional bukanlah komunitas yang dibuat dengan main-main. Keseriusan dan keprofesionalitasan para pengurusnya patut diancungi 4 jempol kalau perlu.

Ada bagian yang disebut sebagai adab yang tidak baik (pasif dan tidak bertanggung jawab):

“Memilih menjadi Silent Reader baik untuk peserta di kelas peserta dan untuk fasilitator di kelas fasilitator.

Selama proses perkuliahan berlangsung tidak pernah aktif mengikuti diskusi tanpa pemberitahuan dan apabila diselenggarakan kegiatan perkuliahan offline juga tidak pernah datang tanpa pemberitahuan apapun.”

Poin silent reader menurut saya sangat jleb karena mostly saya jadi silent reader di beberapa grup WA. Saya ga begitu suka ngobrol kalau di grup. Kalau ga penting-penting banget saya biarin aja notifnya, pernah sampe ratusan bahkan ribuan. Karena grup IIP sangat penting ilmunya, jadi sayang banget kan kalau hanya jadi silent reader di sini.

.

GOOGLE CLASSROOM

Sebenarnya, pengenalan Google Classroom dilakukan di minggu pertama kelas matrikulasi. Tapi saya tulis di sini biar sekalian saja, yah…

Pertama, apa sih Google Classroom itu? Google Classroom atau disingkat GC adalah fitur dari Google untuk layanan pembelajaran, seperti memberikan materi, mengumpulkan tugas dan menilai tugas tanpa kertas alias paperless. Modalnya hanyalah akun Gmail dan kuota internet. Makanya di awal pendaftaran harus menggunakan gmail untuk mempermudah akses ke GC. Nantinya, pemberian materi oleh fasilitator akan dimasukkan ke GC dan pengumpulan NHW (Nice Homework) juga via GC yang bisa tersinkronisasi ke Google Drive.

Kenapa tidak via WA? Karena perjalanan chat grup yang sangat dinamis, dikhawatirkan materi atau tugas yang berupa file pdf atau word akan cepat tenggelam dan terlewat. Walaupun ada fitur search, peer banget kan ngecekin satu-satu. Kalau via GC, materi dan tugas bisa terorganisir dengan baik. Di minggu pertama, ada trial dulu menggunakan GC. Saya juga baru tahu ada GC dari IP ini, hehehe…

Ini screenshot GC kelas Matrikulasi IP Bogor Batch 6 di aplikasi android.

google-classroom-iip-2-kelas-foundation-iip-batch-6-honeymoonjournal-dotcom

Pokoknya ikut Institut Ibu Profesional ini bukan hanya belajar tentang ilmu manajemen diri, tapi juga belajar teknologi juga. Sampai saat ini, banyak ilmu yang saya dapatkan dari IP. Ini baru kelas matrikulasi loooh, belum ke tingkatan selanjutnya. Kalau baca-baca testimoni ikut tahapan di IP jadi pengen cepet-cepet ke kelas BunSay dan seterusnya. Semoga bisa istiqamah!

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *