NHW #1: Adab Menuntut Ilmu

nhw1-kelas-matrikulasi-iip-batch-6-honeymoonjournal-dotcom

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Jika kehidupan ini adalah sebuah universitas, maka saya akan masuk ke fakultas WANITA PROFESIONAL jurusan WANITA PRODUKTIF.

.

2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Menjadi wanita adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Allah bahkan mengabadikan sebuah surat di Al-Quran dengan nama An-nisa, yang artinya perempuan. Meskipun secara fisik kita tidak sekuat laki-laki, tapi lihatlah, dari senyumnya dapat menciptakan surga di rumah, dari tangannya dapat mengalir kasih sayang, dari ucapannya dapat terucap doa yang tulus ikhlas untuk anak-anak dan suaminya, punggungnya dapat kuat menanggung beban urusan domestik dan publik berbarengan, rahimnya kuat menahan amanah yang Allah titipkan selama 9 bulan tanpa istirahat, batinnya kuat menahan sakit saat melahirkan, tubuhnya mampu memproduksi susu yang sangat sehat untuk bayi kesayangan, dan yang paling penting adalah hatinya yang sangat lembut dan luas untuk menerima dan memaafkan.

Menjadi wanita—dengan izin dan ridha Allah—pun berarti harus siap dengan peran sebagai seorang istri dan ibu. Bagi saya, terminologi ‘wanita’ di sini mencakup 3 peran, yaitu sebagai pribadi, istri dan ibu. Sebagai pribadi artinya kita butuh aktualisasi diri, sebagai istri artinya untuk suami dan sebagai ibu artinya untuk anak-anak. Tentunya ketiga ini bisa berjalan beriringan tanpa menghilangkan esensi masing-masing peran. Itulah alasan saya memilih kata WANITA.

Sebelum saya menikah, saya banyak mengerjakan proyek-proyek (membuat proposal, design, menulis dan membaca) dari pada membuka HP. Tapi entah mengapa, setelah menikah, produktifitas saya berkurang. Biasanya saya bisa begadang atau bangun lebih pagi untuk mengerjakan sesuatu, setelah menikah justru saya lebih sering untuk istirahat dan membuka media sosial. Mungkin pekerjaan di ranah publik ditambah efek baru mengurus suami membuat saya lebih lelah dan ingin cepat-cepat merebahkan diri. Pastinya ini sebuah kemunduran untuk saya. Saya merasa kehilangan diri saya yang dulu. Kemana seorang Rania yang senantiasa bergerak aktif untuk melakukan sesuatu?

Ternyata Kangmas pun merasakan hal yang sama. Kami sering berdiskusi tentang hal ini dan Kangmas pun sering membantu dan memberi contoh agar saya produktif kembali. Seperti mengerjakan design untuk acara kantornya dan membuat blog berbayar (biar kerasa sayang sudah bayar tapi tidak diisi kan) sebagai catatan perjalanan pernikahan kami.

Yang saya rasakan ketika PRODUKTIF adalah saya bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Banyak hal yang bisa saya kerjakan dalam waktu 1 jam dibandingkan hanya memegang HP dan scrolling timeline media sosial.

Menjadi pribadi produktif berarti saya bisa memanfaatkan waktu untuk meng-upgrade diri saya pribadi, baik untuk dunia maupun akhirat. Menjadi istri produktif berarti saya bisa memanfaatkan waktu untuk menemani suami saya melakukan banyak hal positif. Menjadi ibu produktif berarti saya bisa memanfaatkan waktu untuk membersamai anak-anak saya dengan kegiatan bermanfaat. Dan semua ini saya kerucutkan menjadi sebuah jurusan ilmu yang ingin saya tekuni: WANITA PRODUKTIF.

Motivasi saya ikut Institut Ibu Profesional juga salah satunya adalah agar waktu saya semakin produktif. Alhamdulillah, saya dipertemukan dengan teman-teman yang sangat hebat dan luar biasa di IIP ini. Setiap saya membuka chat WA, selalu ada ilmu dan teman-teman yang menginspirasi. Dan dengan adanya NHW ini pun membuat saya bisa memanfaatkan waktu dengan merenung dan menuliskan yang ada di pikiran saya. Seperti kata Mba Dhita, jangan jadikan NHW ini sebagai penggugur tugas semata. Maka, untuk NHW pertama ini saya membutuhkan waktu untuk memikirkan dan merefleksikan tujuan saya masuk IIP dan Insya Allah ilmunya akan saya terapkan untuk keluarga.

.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

a. Berdoa kepada Allah agar saya selalu diberikan kesehatan dan keselamatan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
Hanya kepada Allah lah tempat kita bermunajat untuk kesehatan dan keselamatan kita. Allah berfirman dalam surat Al-ashr: Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Allah sendiri pun sudah memperingatkan kita bahwa kita harus memanfaatkan waktu dengan mengerjakan amal saleh jika kita tidak ingin dalam keadaan merugi.

b. Selalu meminta ridha suami jika akan melakukan sebuah proyek.
Ridha suami adalah kunci Ridha Allah untuk seorang istri. Oleh karena itu, sangat penting suami meridhai setiap hal yang kita lakukan. Jika suami sudah ridha, maka Insya Allah, Allah pun akan ridha dan melancarkan setiap kegiatan kita.

c. Membuat rencana harian yang akan dilakukan (karena pekerjaan kantor lebih terstruktur, rencana harian lebih ke kegiatan di rumah).
Saat ini, saya sedang belajar membuat rencana kegiatan di rumah sebelum dan sesudah office hour dan saat liburan. Dulu saya adalah seseorang yang lebih suka spontanitas. Jika di sekolah ada tugas untuk membuat jadwal harian, saya selalu mengeluh, “Untuk apa sih?”. Ternyata semakin bertambah umur saya, saya semakin sadar kegunaan jadwal. Jika dulu liburan tanpa rencana ingin melakukan apa, maka sekarang saya belajar untuk membuat check list yang saya akan kerjakan di hari itu. Dan saat satu persatu check list itu tercoret, ada rasa puas dari dalam diri bahwa sesungguhnya dengan niat yang kuat, saya bisa produktif dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

d. Mengurangi membuka HP jika hanya untuk scrolling media sosial dan game.
Yang saya rasakan akhir-akhir ini, HP atau smartphone adalah distraksi terbesar dan godaan terberat untuk berleha-leha. Waktu sejam tidak terasa telah habis hanya untuk scrolling timeline facebook, melihat-lihat instastory teman, membuka explore instagram lalu keasikan dan bermain game. Sekarang frekuensi saya membuka media sosial sudah mulai berkurang. Hanya ketika saya sedang beristirahat.

Khusus bermain game, game yang saya mainkan butuh waktu minimal setengah jam untuk menyelesaikan quest-quest hariannya (daily log in reward). Apa lagi ada sedikit tuntutan dari aliansi untuk menyelesaikan quest aliansi. Setelah saya mendaftar IIP, saya mencoba untuk vakum sementara dari game dan aliansinya. Ternyata, setelah satu minggu tidak membuka game tersebut, hidup saya menjadi lebih tenang karena tidak terbebani oleh quest-quest dan selang waktu yang tadinya saya gunakan untuk bermain game bisa saya gunakan untuk hal yang lebih positif, misalnya membuat tulisan untuk blog. Dan setelah mulai masuk matrikulasi, saya memantapkan hati untuk uninstall game tersebut karena saya yakin IIP jauh lebih positif dan bermanfaat dibandingkan game yang hanya untuk refreshing semata.

e. Lebih banyak membaca artikel atau sumber bacaan lain yang mendukung produktivitas.
Untuk upgrade kemampuan pribadi, saya sedang banyak membaca tentang dunia blog dan hosting. Sebagai istri produktif, saya banyak membaca lalu mempraktekan resep-resep untuk Kangmas dan juga membaca buku tentang pernikahan. Dan sebagai ibu produktif, saya banyak membaca artikel tentang parenting.

.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

a. Selalu menjadi “gelas kosong” setiap mendapat ilmu baru
b. Ikhlas jika ternyata yang kita ketahui dan yakini selama ini kurang tepat
c. Menerapkan skeptical thinking alias tabayyun terlebih dulu jika mendapatkan informasi
d. Berusaha mendapatkan sumber ilmu dengan cara legal (seperti membeli atau meminjam buku fisik, bukan membeli bajakan), selalu berusaha mendapatkan referensi online yang memang gratis (bukan mengunduh ilegal)
e. Selalu menghargai apa yang disampaikan oleh seseorang jika positif, terlepas siapa dirinya.

.

nhw1-kelas-matrikulasi-iip-batch-6-honeymoonjournal-dotcom

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *