NHW #3: Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

nhw3-kelas-matrikulasi-iip-batch-6-honeymoonjournal-dotcom

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

Bunda, setelah kita belajar tentang “Membangun Peradaban dari Dalam Rumah” maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.

 

1. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Surat cinta sudah saya post di sini: Surat Cinta Untuk Imamku

 

Tadinya, saya mau surprise memberikan surat cinta kepada Kangmas. Tapi karena mood dan kondisi yang kunjung belum mendukung, jadi saya baru bisa menulis surat cinta ini kemarin setelah sebelumnya saya bilang pada Kangmas kalau NHW kali ini adalah menulis surat cinta. Ga jadi surprise-nya deh, hehehe…

Waktu saya memberikan surat cinta ini, Kangmas excited karena memang sudah lama kami tidak saling mengungkapkan rasa lewat tulisan. Dulu waktu masih sekolah, kami berdua sering saling berkirim puisi via SMS. Semenjak menikah, kami lebih sering mengungkapkan rasa cinta lewat lisan.

Yang saya amati, terjadi perubahan air wajah Kangmas saat membaca surat cinta dari saya. Yang tadinya senyam-senyum menjadi agak serius mendalami kalimat demi kalimat. Ketika sudah beres, saya tanya, “Gimana, Mas?”

Kangmas menjawab, “Gimana, yah? Speechless… Ga gampang loh nulis kayak gini udah nikah. Paling gemes waktu baca ‘Kabay dan adik-adiknya’.”

Terus udah deh karena kami berdua juga sedang bergegas mau pergi 😅. Tanggapan yang di luar ekspektasi saya sebenarnya (soalnya saya sudah bikin suratnya pakai cucuran air mata 😂). Tapi ya sudah, kasih sayang Kangmas tidak terbatas pada respon surat cinta saja. Beberapa hari yang lalu, kami berdua saling berdiskusi dan mengungkapkan isi hati dan saya dapat merasakan bahwa segala tindakan dan apa pun yang Kangmas lakukan adalah bukti kasih sayangnya pada keluarga kecil kami. Kangmas selalu melakukan yang terbaik untuk membawa keluarga ini menggapai ridha-Nya. Terima kasih, Kangmasku 😘

.

2. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

Alhamdulillah, Allah sudah menitipkan Kabay sekitar 6-7 bulan lalu di rahim saya. Insya Allah Kabay lahir di bulan November tahun ini. Jadi, saya belum mengetahui potensi yang ada di dalam diri Kabay. Semoga Allah menjadikan Kabay sebagai seorang anak yang soleh, penyejuk dan kebanggaan keluarga dan agama.

.

3. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. Kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Yang saya rasakan dan perhatikan (Kangmas juga), potensi saya berada di bidang kepenulisan. Mungkin Allah memberikan saya potensi di bidang ini karena saya adalah seseorang yang kurang kompeten jika harus berbicara secara lisan di depan orang banyak. Beberapa kali saya mencoba untuk menyukai bidang public speaking, tetapi ternyata saya tetap lebih nyaman berkomunikasi via tulisan. Karena melalui tulisan, saya lebih dapat memikirkan secara matang apa saja yang akan saya sampaikan dan saya berusaha sedapat mungkin memberikan banyak manfaat tanpa menyinggung pihak manapun. Meskipun tulisan lebih membutuhkan waktu untuk disusun dibandingkan komunikasi secara lisan, tapi melalui tulisan menggambarkan sifat saya yang agak plegmatis (tidak menyukai konflik). Kemampuan menulis ini kemudian dilihat oleh Kangmas dan mendukung saya untuk mendokumentasikan perjalanan pernikahan kami di sebuah blog, dan nantinya akan kami isi dengan perjalanan tumbuh kembang anak-anak yang semoga dapat bermanfaat untuk orang banyak.

Potensi lainnya saya cenderung lebih tenang dan memerhatikan hal detail dibandingkan Kangmas. Jika dianalogikan sebuah kendaraan, Kangmas adalah gas dan saya adalah rem. Terkadang Kangmas merencanakan sesuatu dengan cepat, di sinilah peran saya untuk mengerem beberapa hal untuk ditinjau lagi poin-poinnya. Dan jika Kangmas memiliki sebuah rencana secara garis besar, saya berperan untuk memerhatikan hal-hal detailnya. Meskipun kadang-kadang Kangmas suka gemes sendiri melihat saya yang kelamaan mikir, hehehe…

.

4. Lihat lingkungan di mana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan di sini?

Lingkungan tempat kami tinggal masih di rumah orang tua saya, yang berbeda jauh dengan lingkungan rumah orang tua Kangmas. Di sini, lingkungan sosial yang cenderung hening dan tenang. Lingkungan ini mendukung saya untuk menghindari konflik antar personal. Sedangkan lingkungan rumah orang tua Kangmas mempunyai rasa sosialisasi yang lebih baik dan interaksi warga yang tinggi. Tantangannya tentu berbeda. Di rumah orang tua saya, tantangannya adalah lebih akrab dengan tetangga sekitar dan di rumah orang tua Kangmas tantangannya adalah bagaimana meminimalisir gesekan negatif yang dapat terjadi antar personal.

.

Baca juga: Daftar NHW Matrikulasi IIP Batch 6

nhw3-kelas-matrikulasi-iip-batch-6-honeymoonjournal-dotcom

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *