Ada lirik lagu yang berkata “Jatuh cinta berjuta rasanya”. Yang mabuk cinta merasa dunia ini hanya milik kita berdua, yang lainnya cuma ngontrak aja. Yang lebih puitis bilang “Saat cinta merasuk ke jiwa, aku dan kamu menjadi kita”. Tapi, tahukah kamu cinta itu merupakan reaksi-reaksi kimia?

Tenang, di sini kami ga bakal ngasih kuliah tentang kimia organik dan biokimia yang bikin otak puyeng sebelum waktunya. Baca nama mata kuliahnya ajah udah bikin darah rendah 😂 Berhubung kami anak kimia nih (8 tahun olab belajar kimia), kami hanya ingin berbagi sedikit ilmu yang kami tahu tentang mekanisme cinta.

Setidaknya ada 3 jenis hormon yang berperan saat kau jatuh cinta.

dag-dig-dug-sekelumit-kimia-saat-kau-jatuh-cinta-honeymoonjournal-dotcom
Jantungku dagdigdug (pict by Dwell Deep on Storybird.com)

Apa yang kalian rasakan saat bertemu orang yang kalian suka? Dagdigdug jantung serasa pengen keluar dari rusuk, tenggorokan jadi kering susah ngomong padahal udah nyiapin kata-kata dari semalem sampe ga bisa tidur tapi yang keluar cuma “Hai!” terus mendadak pengen punya konveksi sapu tangan karena tangan dan badan terus keringetan. Naaaah, ini nih ulah senyawa hormon yang bernama ADRENALIN. Si adrenalin inilah yang mengatur percepatan denyut jantung kita sampai rasanya pengen copot. Senyawa yang sama juga keluar saat kita berada di suasana yang bikin tegang, seperti ikut olahraga ekstrim, mau sidang skripsi dan mau menghadap orang tua ehmcalonmertuaehm pas mau ngelamar anaknya 😅

cinta-penuh-warna-sekelumit-kimia-saat-kau-jatuh-cinta-honeymoonjournal-dotcom
Jatuh cinta itu penuh warna!

Pas kita jatuh cinta, seakan dunia ini saaaaangat indah. Bawaannya seneng terus, wajah berseri-seri, hidup berwarna-warni. Yaaah, walaupun ‘jatuh’ itu terkadang ujung-ujungnya sakit, itu mah urusan belakangan. Siapa sih yang bertanggung jawab atas perasaan yang happy ini? *efek pengubah suara Conan* Pelakunya adalah….. Kau, DOPAMIN! Dopamin adalah suatu senyawa di otak yang berperan dalam sistem “keinginan dan kesenangan” sehingga meningkatkan rasa senang. Si dopamin ini juga yang bikin kita susah tidur dan ga mau makan karena kepikiran si dia (kalau saya sih ga ngefek. Laper ya makan, ngantuk ya tidur 😂). “Ternyata dia tahu rasa susu kesukaan gw loh!😍 “ atau “Iiih, dia merhatiin ajah kalau gw pake kaos kakinya belang-belang 😍” Hal-hal kecil yang bikin kita senang ini juga karena ulah dopamin. Sssst, efek dopamin di otak ini sama kayak efek kokain! Makanya ada yang bilang kalau cinta itu candu…

suara-cinta-sekelumit-kimia-saat-kau-jatuh-cinta-honeymoonjournal-dotcom
Aduuuuh, pengennya denger suara dia terus! (pict by activerain.com)

Kalau lagi jatuh cinta, pengennya kan memandangi foto dia terus, nelpon dia terus supaya bisa denger suaranya, ngirim WA (udah ga zaman yah SMS sekaraaang) nanya “Lagi apa?” “Udah makan belum? Jangan lupa makan, nanti sakit yah..” dan hal basa-basi lainnya. Bisa dibilang, cinta itu bikin kita terobsesi pada si dia. Naaah, giliran SEROTONIN yang berperan. Kadar serotonin yang rendah di otak, bikin kita terus membayangi dirinya, awan-awan di langit seolah melukiskan wajahnya. Serotonin adalah pasangannya dopamin. Jadi, saat serotonin rendah karena kita was-was si dia belum menghubungi kita hari ini, kadar dopamin jadi tinggi dan bikin kita ga bisa tidur.

Setelah tahap jatuh cinta, sebenernya masih ada -in -in lain yang mendukung rasa setia dan bahagia. Itu mah urusan lain kali sajaaa…

Sapardi Djoko Darmono boleh saja bilang “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana”, tapi nyatanya dalam tubuh kita begitu rumit reaksi kimia yang terjadi. Namun, ga usah juga mikirin yang rumit itu karena semuanya sudah otomatis diatur oleh Yang Maha Pencipta dan Pencinta.

Adrenalin, dopamin dan serotonin. Merekalah yang menemanimu saat kau jatuh cinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *