Serunya Era Digital Untuk Emak Milenial

Coba, apa yang terpikir di otak kita ketika mendengar kata ‘era digital’ dan ‘milenial’? Pasti yang terpikir pertama kali adalah ‘anak zaman now’ banget! Perkembangan dan penyebaran informasi yang begitu cepat di dunia sekarang ini membuat pepatah “Dunia tak selebar daun kelor” mulai bergeser menjadi “Dunia dalam genggamanmu” karena semakin canggihnya teknologi.

Dulu ya, waktu pertama kali kenal internet kayaknya saya masih duduk di bangku SMP sekitar 12 tahun yang lalu. Ups, jebakan umur deh, hihihi… Pertama kali bikin media sosial Friendster yang bikin hobi otak-atik html sederhana untuk buat tema profilnya tiap kali ke warnet. Kalau dapat testimonial dan komentar senengnya pake banget. Terus mengunduh lagu dan burn ke CD yang tarifnya lumayan bikin jebol kantong anak sekolahan yang uang jajannya masih terbatas. Sampe saya dan temen-temen rela muter-muter keliling Bogor untuk nyari tarif warnet yang berkepri-anaksekolahan-an meskipun harus naik angkot lebih jauh.

medsos pertama serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Yang paling ga bisa dilupakan setiap ke warnet adalah wajib buka MIRC, aplikasi chatting yang username-nya bisa bikin sendiri dan bebas masuk ke channel kota mana, selain nyari tema yang ketjeh buat Friendster. Kalau udah main MIRC, seakan lupa waktu deh. Mengobrol dengan beberapa orang yang ga dikenal sekaligus.

“asl pls” adalah kalimat default setiap mulai chatting. Awalnya saya kira ‘asl’ itu singkatan dari kata ‘asal’. Padahal mah singkatan untuk menanyakan age-sex-location, dong, hahaha… Namanya juga dulu masih polos ya, masih ikut-ikutan teman juga. Chatting di MIRC bisa berlanjut ke tukeran nomor hp untuk SMSan. Kalau inget zaman itu saya ga habis pikir, kok bisa ya saya percaya dan mau ngasih nomor hp ke orang yang cuma ngobrol sebentar di dunia maya? Dulu mah ga kepikiran kalau bisa saja nanti ada modus negatif. Hiii, ngeriiii… Alhamdulillah, dulu ga sampe gimana-gimana SMSannya juga. Hanya sekedar ngisi waktu luang dan senang dapet temen baru soalnya tarif perSMS masih mahal, boooo… Bisa-bisa uang jajan habis hanya untuk ngisi pulsa dibanding ngisi perut.

Friendster sempat mengeluarkan fitur blog untuk yang suka menulis (baca: suka curhat). Karena dari kecil saya memang hobi menulis, saya termasuk yang memanfaatkan fitur ini untuk menulis apa saja, ga peduli seremeh apa pun itu. Lalu, hobi tulis-menulis ini saya lanjutkan ke multiply yang sekarang sudah menjadi sejarah bagi banyak blogger.

medsos kedua serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Pendidikan naik ke jenjang yang lebih tinggi, begitu juga perkembangan internet. Media sosial mulai menjamur ke Facebook dan twitter. Sebagai remaja yang masih haus akan eksistensi diri, saya juga harus punya dong 2 akun di medsos itu. Rekam jejak kealayan saya sampai 9 tahun lalu masih tersimpan rapi di facebook memories yang notifikasinya selalu muncul setiap hari. Bikin saya ketawa-ketawa sendiri saat baca status “Aduh, tugas lagi! Tugas lagi! Jam segini belum tidur gegara masih bikin presentasi! Kayaknya enaknya deh kalau udah lulus sekolah.”

Belum tahu aja, 9 tahun ke depan kehidupan dunia nyata berbicara, “Hohoho, tidak semudah itu, Ferguso!”

tidak semudah itu, ferguso!

Sayangnya, akun twitter saya setahun lalu kena hack dan membuat saya harus menghapus akun secara permanen. Jadinya, beberapa bulan kemudian saya bikin ulang lagi dengan username yang sama tapi mulai dari 0 lagi, huhuhu…

Untuk dunia blogging, saya mulai pindah dari Multiply ke wordpress karena terinspirasi dari kakak kelas saya yang mengabadikan kisah kehidupan sekolah dengan serunya di blog. Jam belajar dan bobot materi di SMK saya emang rada-rada ‘ekstrim’ sih, jadi banyak cerita ajaib yang bisa ditulis. Sampai sekarang, tulisan saya di wordpress masih ada dan ga bakal saya hapus.

 

ERA DIGITAL UNTUK EMAK MILENIAL

Nah, sekarang status saya sudah berubah~ Yang dulu kenal internet sebagai anak kinyis-kinyis yang manis, sekarang sudah menjadi seorang wanita karir merangkap seorang istri cantik untuk kangmas tercinta dan calon emak beranak satu.

Dalam satu dekade ini, internet yang tadinya menjadi barang eksklusif dan butuh effort untuk mencapainya, kini menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Sepertinya, kebutuhan pokok kita sandang, pangan dan papan bertambah dengan charger-an dan internetan. Saya juga termasuk orang yang kadang lupa kapan terakhir kali mengisi pulsa reguler tapi selalu kelabakan kalau kuota internet sudah habis.

Tak bisa dipungkiri, sekarang orang-orang lebih memilih mengirim pesan melalui aplikasi dibandingkan SMS. Mulai dari mengirim pesan sederhana, menyematkan emoticon dan stiker lucu sampai mengirim foto dan file semuanya sudah disediakan oleh aplikasi. Ada yang tanpa iklan maupun fitur stiker yang berbayar, semuanya ada. SMS mungkin hanya digunakan sebagai pengingat dari provider kalau kuota atau masa aktif sudah mau habis atau aktivasi paket saja.

Sebagai emak-emak zaman now atau emak-emak milenial, pasti era digital ini memiliki banyak sekali manfaat untuk mendukung kehidupan sehari-hari. Ini dia serunya era digital untuk emak milenial!

 

1. Mudahnya informasi bagi (calon) ibu baru

mudahnya informasi serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by Rawpixel-Unsplash)

Dengan internet di genggaman tangan, mau mencari informasi tentang apapun tinggal ketik-ketik di layar sentuh smartphone, lalu voila! Sekarang, peran media sosial dan influencer sangat mendominasi. Banyak akun-akun yang sangat bermanfaat untuk kita ikuti sebagai emak milenial, seperti akun tentang hypnobirthing, tentang ASI, MPASI, sampai ke dokter anak. Mereka juga tidak pernah bosan menyampaikan informasi-informasi berguna untuk para pengikutnya.

 

2. Ga sempet belanja sayur ke pasar? Pakai aplikasi saja!

aplikasi belanja sayur serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by Alexandr-Unsplash)

Saya pernah memanfaatkan aplikasi belanja sayur ini bareng-bareng dengan teman sekantor. Lumayaan, gratis ongkos kirim kalau belanja minimal nominal tertentu. Saya jadi ga perlu lagi jalan ke pasar dengan kondisi perut yang semakin membesar. Tinggal order, bayar dan tunggu deh pesanan datang ke kantor.

 

3. Males macet-macetan untuk ke toko baju bayi? Online shopping solusinya

online shopping serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by pexels.com)

Saat kehamilan sudah masuk ke bulan ketujuh, saatnya hunting perlengkapan Kabay~ Berbekal pengalaman ibu-ibu yang pernah saya baca sebuah blog, saya sudah memiliki daftar belanja Kabay. Nah, karena kalau Senin sampai Jumat saya kerja, saya cuma punya waktu di hari Sabtu dan Minggu. Kota Bogor kalau weekend itu, beeeeuh, bikin mendingan ga pergi kemana-mana deh! Macet di banyak titik. Apa lagi kalau pergi menggunakan mobil, bisa kelamaan di jalan. Karena males macet-macetan, jadinya solusinya adalah online shopping. Selain bebas macet, semua marketplace bisa menyortir barang yang kita inginkan berdasarkan harga dari yang termurah atau penjualan yang paling banyak. Pas banget waktu saya ingin belanja beberapa keperluan Kabay, lagi banyak promo cashback dan gratis ongkir. Hihihi, makmaklyfe sudah dimulai rupanya.

 

4. Promo yang bertebaran di aplikasi transportasi online

promo transportasi online serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by harapanrakyat.com)

Kalau Kangmas atau Bapak sedang tidak bisa mengantar saya ke suatu tempat, transportasi online selalu jadi andalan saya. Banyak promo yang ditawarkan oleh aplikasi transportasi online, seperti diskon jika memakai fintech yang tersedia. Bahkan diskonnya bisa mencapai 90%! Bukan lumayan lagi dooong bagi emak-emak milenial yang segalanya serba diperhitungkan. Harga murah, perjalanan aman, nyaman dan cepat sampai tujuan.

 

5. Banyak diskon untuk emak-emak irit yang tetap pengen liburan saat weekend

diskon weekend serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by pexels.com)

Ini hampir sama dengan aplikasi transportasi online, tapi ini di aplikasi booking. Tak jarang aplikasi booking online, baik itu hotel maupun tiket nonton menawarkan diskon yang sulit untuk ditolak. Beberapa kali saya dan Kangmas bisa menonton di bioskop saat weekend dengan harga 20.000 rupiah untuk 2 tiket! Ngirit banget kaaaan? Tinggal rajin-rajin aja buka aplikasinya.

 

6. Semakin mudah untuk sharing pengalaman dengan ibu-ibu di luar sana

sharing pengalaman serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com(Pict source by pexels.com)

Selain akun-akun yang memang spesialis di bidangnya, kita juga bisa sharing pengalaman dengan ibu-ibu yang lain. Yang sedang kekinian adalah berbagi cerita di instastory sampai terkadang titik-titik di dekat foto profilnya sudah seperti tanda ‘gunting di sini’, hihihi… Masih banyak juga ibu-ibu yang rajin berbagi pengalamannya dengan menulis di blog. Tidak masalah platform-nya apa, sharing positive content is caring, right?

 

Selain banyak serunya, dunia digital juga seperti dua sisi koin. Ada sisi positif, ada juga negatifnya. Sebagai emak-emak milenial yang sudah melek internet, jangan lupa melek literasi juga yaah… Saya coba tuliskan beberapa sisi negatif era digital menurut saya.

efek negatif serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

  1. Tsunami informasi
    Dengan mudahnya akses informasi di era digital ini, kalau tidak siap kita bisa terkena tsunami informasi loh! Serasa semua informasi itu penting. Nah, kita harus pintar-pintar memilah dan memilih informasi yang memang kita butuhkan dan tidak menyesatkan.
  2. Banyak hoax yang tersebar
    Karena adanya tsunami informasi tadi, hoax jadi mudah tersebar. Emak-emak milenial juga suka jadi korbannya. Apa lagi kalau sudah tentang anak, misal makanan berbahaya atau info-info yang bikin khawatir. Sebagai emak milenial yang melek literasi, kita harus mau dan mampu telusur informasi yang beredar, apakah berasal dari sumber yang terpercaya atau hanya hoax belaka.
  3. Standar kebahagiaan yang semakin tinggi
    Terkadang, mengikuti akun sebuah influencer membuat kita ‘mupeng’ dengan kehidupan mereka. Mereka endorse barang-barang branded yang lucu-lucu jadi bikin pengen punya. Lihat perkembangan anak-anak mereka umur sekian sudah bisa apa, “Coba anak saya seperti dia”. Sampai terkadang kita lupa bahwa setiap anak terlahir unik dan istimewa. Anak mereka memiliki keunikan sendiri dan anak kita memiliki keistimewaan sendiri. Jangan sampai kehidupan para influencer membuat standar kebahagiaan kita semakin tinggi namun terbatas seperti mereka. Selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki ya, mak!
  4. Kecenderungan semakin konsumtif
    Menjelang akhir tahun, marketplace semakin gencar mengadakan promosi dengan bentuk yang bermacam-macam. Ada yang subsidi ongkir, diskon sekian persen sampai flash sale banting harga. Kalau ga sadar diri, bisa jebol looh anggaran belanja. Sebagai emak-emak milenial yang cerdas harus semakin jago memilih barang mana yang memang butuh atau pengen beli karena hanya ‘mumpung diskon’.

Semoga pembaca honeymoonjournal.com merupakan pengguna internet yang bijak dan bisa memanfaatkan perkembangan era digital dengan baik.

 

BERBAGI PENGALAMAN MELALUI BLOG

Salah satu sisi positif perkembangan era digital untuk emak milenial adalah dapat berbagi pengalaman dengan ibu-ibu yang lain. Salah satu sarana berbagi pengalaman adalah dengan menulis di blog. Terlebih lagi, konten-konten di blog bisa dengan mudah kita cari melalui Google. Kan apa-apa sekarang tanya Mbah Gugel. Ingin tahu cara menyimpan ASI perah dengan benar? Gugling saja. Cara mengobati iritasi pada kulit anak? Ketik saja di gugel. Mencari tahu merk clodi yang recommended (ini saya banget sih, hahaha)? Cari saja di gugel dan nanti akan diarahkan ke banyak blog ibu-ibu yang sharing tentang pengalamannya bersama anak-anak mereka.

Karena ingin menjadi salah satu bagian yang memberikan andil positif di tengah gelombang arus informasi ini, saya dan Kangmas ingin berbagi pengalaman, baik tentang pernikahan maupun parenting yang dapat bermanfaat untuk orang banyak. Apa lagi Kangmas sangat mendukung saya untuk membuat TLD (Top Level Domain) blog. Dengan menulis suatu konten positif, semoga menjadi amal jariyah saya dan keluarga.

quote serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Saya dulu sempat membuat blog ini dari sebuah penyedia hosting. Tapi, setelah berjalan setahun, saya tidak sreg dengan beberapa service yang mereka sediakan. Setelah survey sana-sini, banyak membaca artikel tentang tips mencari penyedia hosting yang oke, baca-baca ulasan beberapa penyedia hosting beserta harganya, saya mencoba untuk tanya-tanya ke DomaiNesia via live chat.

Kesan pertama saya, yaitu: WOW! Ga butuh waktu lama pertanyaan saya dijawab oleh tim customer service. Bahkan tengah malam sekalipun! Dan mereka selalu menjawab pertanyaan saya sampai hal-hal kecil.

chat domainesia 1 serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

chat domainesia 2 serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Dengan niat agar dapat berbagi pengalaman dengan lebih baik, akhirnya saya resmi pindah hosting dan domain ke DomaiNesia. Harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif. Apa lagi DomaiNesia sering mengadakan promo diskon. Uuu, menggiurkan banget ga sih untuk emak-emak milenial sekaligus blogger yang seneng dapat diskonan?

Karena saya terbiasa menggunakan wordpress, saya memilih paket WordPress Instant Deploy dengan hosting paket Super. Hosting sudah punya. Nah, proses transfer domain yang memerlukan waktu sekitar 6 hari karena saya harus memindahkan domain dari penyedia yang lama. Sambil menunggu, saya sering konsultasi dengan tim customer service dan mereka dengan cepat juga sabar selalu menjawab sampai saya merasa jelas.

domainesia dan wordpress serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Suatu sore, saya mendapatkan email dari google yang menyatakan bahwa transfer domain sudah beres. Lalu, lahir lah blog honeymoonjournal.com ini! Yeay!

Untuk teman-teman yang ingin tahu cara membuat website dengan mudah, langsung aja kepoin ke DomaiNesia!

fitur unggulan domainesia serunya era digital untuk emak milenial honeymoonjournal.com

Nah, itu deh serunya era digital untuk emak-emak milenial! Yuk, sama-sama jadi emak milenial yang semakin cerdas dalam memanfaatkan teknologi di era digital ini!

You may also like

2 Comments

    1. hihihi, iya niiih jangan sampe keasikan di depan gadget jadinya minim gerak… harus rajin beberes rumah juga biar bisa jalan-jalan berfaedah, nyapu gitu kan jalan-jalan ples rumah jadi bersih 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *