Surat Cinta Untuk Imamku

surat-cinta-untuk-imamku-honeymoonjournal-dotcom

Untuk Kangmasku, my baby huey chubby squishy hubby :*

Sudah lama aku tidak mengungkapkan rasa cintaku lewat tulisan. Mungkin sudah ratusan kali aku bilang, “Aku sayang Mas” di setiap waktu. Semoga Mas tak pernah bosan mendengar kalimat itu. Dan Insya Allah beberapa bulan lagi ada yang mengucapkan, “Aku sayang Yabi” walau dalam bahasa bayinya.

Masku…
Sebelum tanggal pernikahan kita tahun lalu, ada beberapa hal yang membuatku ragu, benarkah Mas adalah jodohku? Benarkah Mas yang akan menjadi imamku? Benarkah Mas yang nanti akan menjadi ayah dari anak-anakku? Dengan kuasa Allah, Allah menjawab satu persatu keraguanku. Kekhawatiranku Allah jawab dengan memerlihatkan kesungguhan Mas. Kecemasanku Allah jawab dengan keyakinan hatiku yang semakin kuat. Tanpa pernah kuungkapkan segala kegelisahanku, beberapa pertanyaanku tentangmu kecuali pada-Nya, sungguh kuasa Allah menumbuhkan rasa yakin dan percaya bahwa Mas-lah Insya Allah jodoh yang memang Allah pilihkan untukku.

Terlepas dari masa lalu kita berdua yang penuh kebodohan dan hanya peduli kesenangan, semoga Allah selalu membimbing kita merajut masa depan yang lebih baik dan menjaga anak-anak kita agar terus berada di jalan yang diridhai-Nya.

Masku sayang…
Terima kasih telah memilihku menjadi pendampingmu melengkapi setengah agama. Terima kasih telah sabar membimbingku yang masih suka terseok-seok berjalan di sampingmu. Jangan berjalan di depanku Mas, karena mungkin aku akan kepayahan dan semakin tertinggal untuk menyamai langkahmu. Jangan pula berjalan di belakangku Mas, karena mungkin aku terlalu asyik berjalan terlalu cepat dan aku tidak bisa melihatmu. Raihlah tanganku, genggamlah jemariku, berjalanlah di sisiku, karena aku bisa tahu bahwa Mas akan selalu bersamaku, menjagaku, menuntunku dan menyayangiku.

Terima kasih Mas selalu berusaha menjemput rezeki yang halal untukku dan Kabay. Semoga peluh dan lelah perjalanan Bogor-Ciracas menjadi Lillah dan menambah timbangan kanan Mas di Yaumul Hisab. Semoga tangan Mas yang selalu berusaha menjemput rezeki halal ini menjadi saksi yang dapat membawa Mas memasuki surga-Nya. Semoga punggung yang selalu tegap itu menjadi bukti di hadapan Allah bahwa Mas selalu berusaha menjaga keluarga dari api neraka. Semoga Allah selalu memberikan perlindungan dan kesehatan kepada Mas dan menganugerahkan keluarga kita rezeki yang halal, berkah dan bermanfaat untuk kita maupun orang lain.

Masku cinta…
Aku mohon ridhamu untuk memberikan maaf untukku. Aku belum bisa menjadi seorang istri yang baik, aku kerap kali membuatmu kesal, aku kerap kali membuatmu menghela napas karena keegoisanku.

Rumah tangga kita baru genap setahun bulan lalu. Insya Allah masih ada puluhan tahun lagi untuk kita saling menguatkan genggaman, saling menyeimbangkan dalam kapal kecil kita mengarungi bahtera rumah tangga, karena nanti aka nada penumpang-penumpang yang ikut naik, yaitu malaikat-malaikat kecil, penyejuk dan kebanggaan agama serta keluarga: anak-anak tersayang kita.

Semoga setelah Kabay lahir (dan juga adik-adiknya kelak), kita menjadi orang tua yang semakin baik dan bisa berkumpul bersama lagi di surga-Nya.

Sekali lagi, mungkin tak akan pernah bosan aku bilang, terima kasih Mas, telah menjadi imamku dan Insya Allah jodoh dunia-akhiratku.

Iis sayang Mas, Kabay sayang Yabi :*

 

Bogor, 19 Agustus 2018
Sembari menatap wajahmu yang tengah tertidur
Aku selalu senang melihat wajah itu, saat matamu terpejam dalam hening dan damai

surat-cinta-untuk-imamku-honeymoonjournal-dotcom

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *