Jaga Imunitas Bersama Vitalis Body Wash

review jaga imunitas bersama vitalis body wash

Siapa yang kerjaannya nggak bisa #workfromhome? Siapa yang suaminya ga bisa wfh juga? Siapa yang tiap mau keluar rumah perasaannya udah kayak mau perang atau menghadapi zombie? Kalau ada, Alhamdulillah saya nggak sendirian, hehehe…

Indonesia, bahkan dunia, sedang dilanda cobaan yang sangat serius. Ya, seperti yang udah pada tahu, cobaan itu bernama virus Corona. Udah nggak perlu dibahas lagi deh betapa berbahaya virus ini. Semua sektor kena dampaknya. Kesehatan tentu kena dampak nomor satu. Sampai ekonomi pun mulai slow down bahkan minus karena penerapan kebijakan social distancing sampai lockdown.

Tapi, selain kesehatan fisik kita, sesungguhnya yang nggak kalah penting itu adalah KESEHATAN MENTAL.

Kesehatan mental kita-kita ini mulai terserang dengan kecemasan dan kekhawatiran. Efeknya banyak yang panic buying, hand sanitizer, vitamin habis di mana-mana. Sampai harga masker yang udah nggak masuk akal 😱.

Sampai-sampai di tempat kerja saya yang emang butuh banget pake masker, dibatasin coba masker ini -___- Bahan-bahan kimia yang impor kena penundaan karena negara asalnya lockdown. Piye dong saya kerja? Udah mah nggak bisa wfh, di kantor nggak bisa kerja. Hadeuuh… Apa saya ngetiktok aja? *lah

Perasaan, dulu waktu SARS dan MERS nggak gini-gini amat. Apa karena dulu saya masih muda-belia polos nan belum mengerti dunia? Apa karena belum ada medsos macam sekarang yang bikin informasi cepat tersebar?

Buka IGstory, bahas corona. Buka facebook, corona lagi. Di WAG, bahas juga. Di kantor lagi pumping, cerita tentang wabah ini mulu. Puyeng nih pala inces kena tsunami informasi tentang virus ini.

*****

KEKHAWATIRAN YANG BIKIN DROP IMUNITAS

Kata banyak pakar kesehatan, salah satu cara untuk terhindar dari virus ini adalah kita harus menjaga daya tahan tubuh. Kalau imunitas kita bagus, virus apapun bakalan mental.

“Maap-maap nih, vir… Lu nggak boleh masuk sini! Berani ke sini, hadepin dulu kita!” kata imun kalau bisa ngomong. Oke, garing, HAHAHAHA…

Nah, justru kalau kita gampang cemas dan khawatir, imunitas kita akan drop. Gimana kalau daya tahan tubuh lemah? Virus gampang menyerang kayak negara api. Avatar kita, sang imun, menghilang saat dibutuhkan.

Terus nih, pengalaman dari beberapa temen saya, kadang saat baca tanda-tanda terkena virus corona itu jadi sugesti. Baca “sakit tenggorokan” terus dehem-dehem, “Ehm! Kok tenggorokan gw nggak enak?”. Pas baca “Batuk-batuk disertai demam”, besoknya izin nggak masuk kantor karena nggak enak badan.

Apa lagi saya tinggal di zona merah. Kangmas juga masih wara-wiri ke kantornya yang masuk zona merah. Terus terdengar kabar, pegawai salah satu showroom mobil di dekat kantor saya ada yang meninggal karena Corona. Aduuuh, gimana nggak makin parno saya dan Kangmas tiap mau kerja? Punya anak batita pula kami 😨.

Beneran deh ini, kesehatan mental kita juga harus dijaga. Social distancing udah, sering cuci tangan, pakai masker kalau keluar rumah selalu, nge-gofood makan yang sehat dan bergizi juga udah. Lalu, gimana caranya menjaga kesehatan mental kita?

1.Banyak Bersyukur

Seorang pakar kesehatan mental dari sebuah universitas negeri bilang kalau dengan bersyukur bisa membuat hidup kita bahagia, tenang, damai dan terhindar dari rasa cemas. Kalau bahagia, nanti tubuh akan memproduksi interferon-protein yang dapat melawan virus dan membentuk imunitas.

Yuk, coba kita bersyukur dari hal yang sederhana. Misalnya, yang belum bisa kerja dari rumah dan masih harus berjuang di zona merah, bersyukur masih bisa bekerja dan berpenghasilan. Coba bandingkan dengan yang penghasilannya harian. Mau social distancing aja kayaknya berat. Kalau nggak keluar rumah ya nggak bisa makan. Huhuhu, jadi sedih…

Yang sekarang lagi baca blog ini berarti lagi dalam keadaan sehat. Alhamdulillah nggak positif corona. Bersyukur masih bisa kumpul-kumpul sama keluarga kan. Nggak harus dikarantina jauh nggak boleh ketemu sama keluarga.

Banyak bersyukur bikin hati tenang :))

*****

2. Bijak Memilih Informasi yang Valid

Di WAG suka ada aja yang sharing berita-berita hoax. Dulu sempat ada gambar yang katanya ini hasil zoom virus corona yang lebih mirip sama serangga. Sebagai yang pernah belajar mikrobiologi *ehm, saya nggak percaya dong. Kok virus mirip udang begini? Hahahaha… Ternyata emang hoax. Hmmm…

Berita hoax apa lagi yang sempet beredar tuh? Kayak konspirasi-konspirasi gitu deh. Nggak tahu bener apa nggak.

Intinya, dibandingkan malah bikin tambah panik baca informasi yang simpang siur, lebih baik bijak memilih informasi dari sumber yang valid aja. Misalnya berita resmi dari pemerintah atau akun resmi media sosial pemerintahan. Yang nggak diragukan lagi kebenarannya gitu.

*****

3. Batasi Konsumsi Berita

Nah, ini sih yang penting banget! Jangan over baca berita tentang corona! Udah ada himbauan untuk hanya mencari berita tentang corona CUKUP 1X SEHARI DARI SUMBER YANG VALID. Waspada sih boleh aja. Tapi nggak perlu cari info terkini hampir tiap jam juga. Terus di-update di medsos lagi. Bikin tambah parno orang-orang (termasuk saya).

Kalau perlu, puasa medsos sekalian. Uninstall IG, mute kata-kata yang mengandung “corona” “wabah” di twitter, nggak buka facebook. Walikota Bogor juga bilang, sejak beliau puasa medsos, hatinya jadi tambah tenang.

*****

4. Lakukan Hal Positif dan Membuat Bahagia

Melakukan hal yang positif juga bisa membuat kesehatan mental kita terjaga loh! Apa lagi yang bikin bahagia. Seperti yang sudah saya tulis di atas, rasa bahagia bisa membentuk imunitas. Lalu, kita jadi nggak melulu fokus ke wabah Covid-19 ini.

Banyak hal-hal positif yang bisa kita lakukan. Misalnya baca buku yang udah lama dibeli tapi belum sempet dibuka segelnya. Dengan #dirumahaja ini kan jadi ada waktu untuk membaca buku. Blogging kayak gini. Atau bahkan ada yang bikin video sama anaknya untuk di-upload di YouTube.

Pokoknya apapun yang bikin bahagia. Bahkan hal sepele, seperti mandi. Wuiih, jangan salah, sist! Mandi itu salah satu me time-nya buibu agar tetep terjaga kewarasannya dalam mengurus anak, suami dan rumah tangga. Kapan lagi kan nggak direcokin anak selain di kamar mandi walau cuma 10 menit? Tapi kalau terpaksa, mandi bareng anak juga sih, hehehe…

cara menjaga kesehatan mental corona

*****

MANDI MENJAGA KESEHATAN MENTAL DAN FISIK DARI VIRUS

Selain harus sering cuci tangan, mandi juga jadi kewajiban di era pandemi ini. Apa lagi saya dan Kangmas yang masih harus kerja pergi ke kantor. Rasa-rasanya virus dan bakteri menempel di badan selama di jalan. Jadi kayak bawa virus zombie gitu ke rumah. Hiiii…

Kangmas pun harus menempuh perjalanan 3 – 4 jam bolak-balik rumah-kantor. Udah kayak apaan tahu deh itu bakteri, virus dan debu dari jalanan antar provinsi. Mandi sesampainya di rumah udah jadi standar operasional wajib sebelum cium-cium anak.

Dengan mandi, semua kotoran dan mikroba tuh otomatis hilang terbawa air.

Mandi sendiri bikin fresh pikiran juga looh… Kalau cuaca lagi panas, mandi pakai air dingin bikin segerrrr… Kalau pikiran lagi mumet, mandi air hangat bikin rileks. Apa lagi kalau pakai sabun yang wanginya semriwing. Nambah betah deh itu di kamar mandi.

Badan bersih, pikiran bahagia, udah deh itu paket komplit menambah imunitas tubuh dari virus.

*****

REVIEW #MANDIPARFUM DENGAN VITALIS BODY WASH

review mandi parfum jaga imunitas bersama vitalis body wash

Biar mandi tambah seger, pasti dong kita nyari sabun yang wangi. Eeeh, pas banget deh ini Vitalis mengeluarkan varian produk baru, yaitu VITALIS PERFUMED MOISTURIZING BODY WASH.

Waktu pertama kali denger kata Vitalis, saya langsung inget ke merk parfum favorit zaman abegeh. Kalau udah pake parfum Vitalis, beuuuh, wanginya semerbak banget!

Ternyata, berbekal parfumnya yang sukses di pasaran, Vitalis memasukkan formula parfum di sabun mandi ini. Biar lebih unggul dari produk lain dooong… Jadi, udah pasti keharuman Vitalis body wash nggak perlu diragukan lagi.

Nah, gimana pengalaman saya waktu pakai Vitalis body wash ini? Cekidot, beibeeeh~

💦 VARIAN WANGI YANG MEWAH

Vitalis sebagai leader di dunia fragnance dan fokus pada parfum wanita sejak 2003, pastinya formulasi parfum Vitalis nggak kaleng-kaleng. Nah, Vitalis body wash punya 3 varian wangi yang elagan, mewah dan tahan lama. Apa aja tuuh?

1. Soft Beauty (Ungu)

review mandi parfum vitalis body wash

Kalau saya, langsung jatuh cinta saat ciuman pertama dengan aroma Soft Beauty. Eh maksudnya waktu mencium wanginya ya, hihihi…

Soft Beauty diawali dengan wangi segar dari Fruity Aldehydic, dilanjut wangi Rose dan Violet yang feminim. Lalu diakhiri dengan manisnya Tonka Bean dan Sandalwood yang premium. Uwooow, pantes yaa serasa mandi parfum premium beneran. Lebih soft dan aroma kayunya memberi kesan maskulin. Cocok sama karakter parfum yang saya suka, yaitu cenderung maskulin dan nggak terlalu manis.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty ini juga dilengkapi dengan ekstrak alpukat dan Vitamin E yang bikin kulit lembut juga elastis. Cairan sabunnya sendiri sama seperti warna kemasannya, yaitu ungu. Dapet banget deh kesan mewahnya.

2. White Glow (Pink)

review mandi parfum vitalis body wash

Kesan saya terhadap varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash yang ini adalah “Wow, sweet!”

Kesan manis ini berasal dari kombinasi wangi Cherry dan Raspberry, disusul wangi Marshmallow dan Gardenia yang lembut. Terakhir dibungkus dengan wangi Woody dan Suede yang glamour dan long lasting.

Waktu saya coba pakai White Glow ini, kenapa warna sabunnya bukan pink, ya? Oooh, ternyata formulanya mengandung Licorie dan susu. Makanya warna sabunnya putih. Fungsi 2 bahan di atas adalah untuk skin brightening alias mencerahkan kulit. Dan tentu saja bikin kulit lembab dan wangi.

Varian ini favorit Kangmas dan Adik saya. Kata mereka, serasa makan permen gitu. Kangmas saya walaupun lelaki tapi suka hal-hal yang manis. Makanya Kangmas menikahi saya *kok malah narsis?

3. Fresh Dazzle (Hijau)

review mandi parfum vitalis body wash

Kalau si hijau Fresh Dazzle ini memberi kesan, “Hmm… Segerrr…”

Aroma fresh dan clean ini berasal dari wangi Bergamot, diikuti Floral bouquet yang elegan. Wanginya ditutup dengan Musk Amber yang long lasting. Oh, tak lupa Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle diperkaya dengan ekstrak jeruk Yuzu dan Green tea, untuk menjaga kulit tetap wangi dan segar.

Kalau pakai Fresh Dazzle itu cocoknya kalau udah pulang kerja abis mumet kerjaan. Wanginya bikin seger lagi dan siap main sama anak. Pas dengan tagline dari Fresh Dazzle, yaitu skin refreshing. Aroma favorit kedua saya nih karena ga bisa total wfh #curcol

*****

💦 KEMASAN ELEGAN DAN ERGONOMIS

Pas paket Vitalis body wash saya datang, wuiiih saya nggak nyangka bahwa kemasannya cukup besar. Menang banyak nih! Asiiiik! Selain kemasannya besar, warnanya elegan. Ada pink, hijau dan ungu. Warna-warnanya bukan yang ngejreng gitu. Tapi warnanya cenderung soft dan bikin nyaman di mata. Terlihat sabun mandi mewah.

Bentuknya pun ergonomis. Bahan packaging-nya doff dan ada lekukannya jadi nggak licin di tangan. Intinya nyaman dipegang dan digunakan deh.

*****

💦 TUTUP PRESS-ON CAP YANG PRAKTIS

Cukup sekali klik!

Nah, untuk tutupnya saya sempet agak bingung. Kok ini besar banget ya lubangnya kalau diputer? Ternyata cukup diklik doang, dong! Hahaha, norak ih saya…

Vitalis mendesain tutupnya dengan cukup praktis, yaitu hanya butuh KLIK di tutup bagian belakang lalu sabun siap dituang. Nggak perlu diputer-puter atau dipencet-pencet.

Lubangnya pun nggak terlalu besar bikin hemat! Ini nih yang pasti disukai sama geng buibu hemat, hihihi… Lubangnya berbentuk pipih, jadi sabunnya akan keluar seperti untaian pita. Anti boros-boros club, deh.

*****

💦 TEKSTUR YANG PAS

Teksturnya paaas!

Tekstur dari Vitalis body wash ini pas menurut saya. Nggak terlalu encer dan nggak terlalu kental. Nggak lengket juga. Jadi nggak meninggalkan kesan licin sehabis mandi. Padahal Vitalis body wash ada moisturizing-nya loh! Tapi tetep oke.

*****

💦 HARGANYA MURCEEE!

Ini nih yang penting. Murah meriah, buuu! Cukup keluar uang 18.000 rupiah, kita udah bisa dapet Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash yang ukuran 200 mL. Kalau mau ada yang lebih kecil juga ada ukuran 100 mL dengan harga 10.000. Nah, kalau udah habis, botolnya jangan dibuang, ya… Tenang aja, ada refillnya, kok… Dari harga 14.700 untuk refill 250 mL dan 25.000 untuk yang 450 mL. Dukung gerakan zero waste yuk, buibu…

Walaupun kita hanya pakai cairan sabunnya sedikit, tapi busanya banyak banget kalau dituang ke puff. Bikin dompet makmak menjerit bahagia ini mah, hihihi…

*****

💦 KANGMAS ACCEPTED!

Kangmas says, “OK!”

Kangmas termasuk yang sensitif sama wewangian. Bahkan doi mengklaim dirinya sebagai perfume-enthusiast. Pas banget deh, Kangmas seneng banget sama Vitalis karena wangiiiii~

Sejak ada Vitalis body wash di rumah, jadi favorit Kangmas juga. Apa lagi kan Kangmas harus menempuh jalanan keras ibu kota. Nyampe di rumah terus bawaannya pengen buru-buru mandi. Pas Vitalis body wash menyentuh kulit, waaah langsung hilang deh itu cape dan penat.

Terus kata Kangmas, wangi dan harum juga bikin hubungan antar suami dan istri makin harmonis. Tuuh kaan, istri mana coba yang nggak pengen suami nempel mulu? Hihihi… Kalau wangi kan ngobrol juga enak, apa lagi ndusel-ndusel. Ups, udahan ah jangan dilanjutin. Jadi pengen meluk Kangmas kan, hehehe…

*****

WANGI MEWAH, HARGA MURAH, VIRUS PUN ENYAH!

Kami sekeluarga suka wanginya Vitalis :))

Soooo, udah pada paham ya mandi menjadi salah satu kegiatan positif yang bikin kita bahagia. Apa lagi pakai Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash. Wuiiih, so relaxing, refreshing and nourishing~

Wanginya mewah dan elegan, harganya murah meriah, membentuk imunitas kita untuk menangkal virus-virus yang berterbangan.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash, wangi mewah, harga murah, virus pun enyah. Cakepppp…

Yuk, gaes, mandi pakai Vitalis body wash! Stay health and stay safe, everyone

Kalau kalian paling suka wangi yang mana?

6 thoughts on “Jaga Imunitas Bersama Vitalis Body Wash”

    1. Sama banget, mba… Apa lagi masa pandemik gini ya, pulang kantor itu serasa kotor banget!
      Mandi pake vitalis, bersih dapet, wangi pun dapet 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *