Pantulan Warna Zona 4: Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas

Pantulan Warna Zona 4 gaya belajar kreativitas honeymoonjournal

Zona 4 tentang memahami gaya belajar anak dan mengasah kreativitas ini sungguh merupakan sebuah tantangan untuk saya. Di awal zona saya udah siap-siap dengan membeli buku Rumah Main Anak 1 terus mencari ide. Sepulang kantor saya beli peralatan prakarya untuk bebikinan bersama Thariq.

Persiapan oke nih, yaaa…

Eeeh, waktu eksekusi ternyata beda, sodara! Saya sudah menjaga ekspektasi biar ga tinggi-tinggi. Ternyata ngajak anak usia 2 tahun untuk duduk anteng bebikinan itu sungguh menantang! Atau emang gaya belajar Thariq yang bukan tipe duduk anteng ngulik sesuatu?

Dari sini saya belajar memahami gaya belajarnya. Saya coba ajak untuk bikin lego, eeeh malah dihancurin sama dia. Saya coba bikin tapak kaki dari kertas warna, pertamanya sih aman sesuai instruksi. Eeeh, lama-lama dicopotin lalu dirobek sama Thariq. Hahahaha, stok ibu tuh harus seluas samudera ya gini nih…

Dari zona 3, saya belajar untuk tidak terlalu mem-push diri saya sendiri untuk straight 15 hari tanpa rapel. Ya udah kalau sanggupnya hanya 10 hari, itupun ga tiap hari misalnya. Nggak apa-apa kok cuma dapet badge Good Performance, bukan You’re Excellent atau bahkan Outstanding Performance.

Awalnya saya kecewa sama diri sendiri, “Kenapa cuma bisa badge tingkat 1?” Tapi kalau dipikir-pikir lagi, untuk apa saya ikut Kelas Bunda Sayang ini? Cuma untuk dapet badge? Cuma untuk show off di medsos kalau saya ikut dan aktif di IIP? Mau masuk surga nggak akan ditanyain IIP kan?

Saya akhirnya menarik diri dari kehidupan medsos untuk setoran tugas dan beralih ke Google Docs. Yaa, walaupun mungkin saya agak sedih sih, nggak bisa sharing tentang IIP lagi di medsos. Tapi nggak apa-apa juga. Yang penting itu kan saya dapet badge Outstanding Mom dari Thariq. Atau bahkan bisa Outstanding Wife dari Kangmas.

Walaupun di Google Docs, saya berusaha untuk tetap mendesain tugas dengan sebagus mungkin. Kalau nggak sempet dokumentasi, ya udah nggak apa-apa. Soalnya saya takutnya ketika sudah dapat dokumentasi yang bagus, effort dalam bermain bersama Thariq hari itu malah turun. “Ah, udah dapet foto ini.” Jadinya beberapa hari terakhir saya fokus ke kegiatannya.  Yaa, walaupun saat journaling juga nggak begitu maksimal sih. Soalnya saya ngikutin Thariq mau main apa saat itu. Lalu saya coba gali dari sisi ICAN-nya.

Alhamdulillah, bisa 10 hari menjalani tantangan di zona 4 ini.

Usia 2 tahun masih masa eksplorasi, jadi saya biarkan dia memilih kegiatan lalu saya arahkan atau masukan poin-poin ICAN sebisa saya. Ditambah saya sedang degdegan menunggu hasil swab test PCR yang membuat saya tidak konsen apa-apa. Alhamdulillah hasilnya negatif.

Semoga di zona 5 mendatang, saya bisa lebih maksimal dalam membersamai Thariq maupun memahami materi dan setor tugas.

Semangat untuk kita semua, Bunda Petualang!

high ending energy badge bunda sayang ibu profesional zona 4 good performance

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *