7 Tips Kebaikan Menjadi Ibu Aktif di Tengah Pandemi

7 Tips Kebaikan Menjadi Ibu Aktif
di Tengah Pandemi

“Iis udah siap kalau hasilnya positif?”

Pertanyaan sesudah sholat Isya dari Kangmas ini membuat saya terdiam. Sempat terpikir jika hasil swab test PCR Covid-19 saya positif. Namun saya masih bingung harus bagaimana jika ini benar terjadi.

“Kalau negatif, kita nggak perlu melakukan apapun. Mas bisa kerja ke kantor lagi dan semuanya berjalan normal. Tapi kalau positif? Itu yang harus kita siapkan.”

Saya mencoba berpikir tapi tidak menemukan solusi apapun. “Belum tahu, mas. Jujur, aku pun masih belum siap kalau hasilnya positif.” Saya kembali termenung. Tak lama, pertanyaan ini sempat terlupakan karena saya ada zoom meeting beberapa menit lagi. Setidaknya, meeting ini sempat membuat kekhawatiran saya mereda.

Beberapa hari yang lalu saya melakukan swab test PCR Covid-19 karena hasil rapid test saya reaktif. Padahal saya merasa dalam keadaan sehat. Indera perasa dan pengecap dalam kondisi normal. Bahkan saya tidak ada keluhan apapun. Tapi mengapa rapid test saya reaktif? Bahkan ada keterangan bahwa saya mungkin pernah terpapar.

Untuk konfirmasi, saya harus mengikuti swab test PCR. Saya mendapat tempat yang menyediakan hasil H+1. Meskipun tergolong cepat, menunggu hasil swab test ini terasa seperti satu minggu! Setiap jam kami sekeluarga lalui dengan doa. Kami menunggu pukul 9 malam, sesuai konfirmasi dari lab.

Saya menjalani swab Test PCR Covid-19

Menjelang Magrib adalah injury time. Waktu mendekati pukul 9. Yang tadinya saya masih bisa santai, tiba-tiba merasa khawatir. Puncaknya adalah pertanyaan Kangmas tadi. Bagaimana jika hasilnya positif?

Di rumah ini ada anak saya yang masih batita. Orang tua saya sudah di atas 50 tahun. Ada nenek saya sekaligus tetangga berbeda dua rumah dan suka bertamu, beliau di atas 75 tahun. Banyak orang-orang yang berpotensi tinggi jika saya positif Covid-19.

Peran ibu itu seolah harus menjadi super mom, tidak boleh sakit! Jangankan Covid, badan meriang atau flu saja kalau bisa jangan sampai kena. Wah, kalau seorang ibu sudah sakit itu bisa merembet ke mana-mana! Rumah akan tidak terawat, suami dan anak tidak terurus. Kalau sudah begini, ibu sakit pun harus terpaksa menjadi sehat agar semua kembali terkendali.

Belum lagi saya sedang menjalani multiperan, yaitu seorang ibu, karyawan, content creator, mahasiswi Kelas Bunda Sayang Komunitas Ibu Profesional dan blogger. Bisa-bisa kacau-balau semua peran ini kalau saya sampai sakit.

Kantor otomatis harus izin karena yang sakit sama sekali tidak boleh masuk. Di rumah pun pasti istirahat tidak akan optimal karena anak belum mengerti jika ibunya sedang sakit dan butuh istirahat. Apa lagi anak saya makin nempel sejak disapih. Membuat saya tidak tega jika tidak bisa menemaninya bermain.

KETIKA HASIL TIBA…

Pukul 9 malam pun tiba. Saya mengirim berkas via Whatsapp untuk konfirmasi hasil. Zoom meeting masih berlangsung sambil mata saya beberapa kali mengecek chat. Nomor lab nampak online tapi chat saya belum dibaca. Mungkin mereka harus mengirim hasil ke banyak orang.

Satu jam berikutnya zoom meeting saya selesai. Tapi belum ada tanda ceklis biru. Kangmas dan orang rumah sudah tidur. Tinggal saya yang masih menunggu nomor Lab rumah sakit memberikan balasan. Berlalu-lalang di linimasa media sosial menjadi kegiatan untuk menghabiskan waktu. Sekalian mencari referensi untuk membuat content.

Tiba-tiba saya membuka mata. Ooh, ternyata saya ketiduran dengan smartphone masih dalam genggaman. Posisi tidur saya masih tengkurap seperti satu jam yang lalu. Saya melihat jam, sudah hampir tengah malam. Oh iya, harusnya lab sudah kirim hasil! 

Saya buru-buru cek notifikasi WhatsApp. Nomor lab rumah sakit sudah mengirim balasan. Dag! Dig! Dug! Jari saya gemetar ingin membuka hasilnya.

“Mas! Mas! Lab udah ngasih hasil!” Saya menepuk pelan Kangmas.

Kangmas langsung terbangun. “Hah? Mana-mana?” 

Lalu dengan mengucapkan Bismillah, kami baca laporan hasil swab test itu dan di sana tertulis…

Seketika nafas saya tersekat, badan saya mendadak lemas. Bukan. Bukan karena kaget. Tapi karena perasaan lega yang membuncah. Kangmas tersenyum lebar di samping. Ia mengecup saya tanda bahagia.

“Alhamdulillah!”

Berkali-kali kami mengucapkan syukur pada Allah. Saya pun mengecup pipi anak saya yang tengah lelap tertidur. Akhirnya saya bisa kembali memeluk dan menciumnya tanpa rasa khawatir.

Tak lama, kami memberitahu orang tua dengan kabar bahagia ini. Akhirnya, mereka berdua pun bisa tidur nyenyak malam ini. Dua hari ini Ibu dan Bapak juga terus memikirkan bagaimana jika hasilnya positif.

“Alhamdulillah… Alhamdulillah…”

SAFE ZONE YANG SEMAKIN MENYEMPIT

Kabar tentang teman-teman yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini membanjiri chat group WhatsApp saya. Semakin lama seolah semakin dekat saja si virus ini. Angka kasus pun seperti belum mengalami penurunan signifikan. Terus. mendaki layaknya pendaki gunung yang belum mencapai puncak.

Jika diibaratkan sebuah game survival, safe zone alias zona aman untuk kita beraktifitas semakin menyempit. Makin lama makin dekat tapi kita harus terus bisa bertahan di era new normal ini.

Kantor saya sudah memberlakukan full work from office dari 4 bulan lalu. Pekerjaan saya adalah seorang analis kimia yang tidak memungkinkan untuk kerja dari rumah karena instrumen yang saya gunakan harus hands-on. Pada zaman PSBB pun saya tidak full WFH, harus selang-seling 2 hari masuk dan 2 hari libur.

Kangmas bekerja di industri makanan dan minuman yang mendapat kebijakan khusus untuk bisa tetap masuk kantor, bahkan dari awal PSBB. Berbekal surat jalan tugas, masker yang selalu siap sedia, hand sanitizer jadi barang wajib di tas dan doa keluarga agar terus sehat dan selamat, Kangmas berjihad untuk terus menjaga gizi bangsa dari ibu kota.

Secara tidak langsung, kami cukup beresiko terpapar virus.

MENJALANI MULTIPERAN SEORANG IBU YANG AKTIF ​

Sebagai seorang ibu yang aktif, saya pribadi menjalani beberapa peran.

1. SEORANG IBU

Anak saya baru saja berulang tahun yang kedua. Tentunya di masa eksplorasi ini, dia sedang aktif-aktifnya ke sana ke mari, beraktifitas ini-itu. Saya pun harus bisa mengakomodir kegiatannya dan asupan gizinya agar terstimulus dengan baik.

2. SEORANG ISTRI

Memiliki seorang suami yang cukup beresiko terpapar, membuat saya harus lebih ekstra dalam memenuhi kebutuhan Kangmas. Seperti menyiapkan makanan bergizi, mengingatkan minum multivitamin dan memastikan peralatan tempur new normal (masker, hand sanitizer, tumbler minum sendiri) tersedia di tas.

3. SEORANG KARYAWAN

Kewajiban saya sebagai seorang karyawan pun tak bisa saya lupakan. Alhamdulillah, di kondisi pandemi ini, saya masih memiliki pekerjaan dan mendapat gaji penuh. Tentunya hal ini harus saya syukuri. Beban kerja di tingkat medium membuat saya harus pintar dalam mengelola stres dan kesehatan.

4. SEORANG CONTENT CREATOR

Akhir-akhir ini saya sedang menggeluti dunia content creator di Instagram. Saya membuat konten tentang edukasi finansial dasar dengan tujuan menyebarkan literasi keuangan, minimal kepada follower saya tentang pentingnya perencanaan keuangan. Kegiatan ini membuat otak saya harus terus aktif memikirkan isi konten dan desain microblog agar mudah dipahami.

5. SEORANG MAHASISWI KELAS KOMUNITAS

Saya juga menjadi seorang mahasiswi di kelas Bunda Sayang Batch 6 Ibu Profesional. Kelas ini berisi kegiatan yang memperat bonding ibu dan anak. Kelas dilakukan secara daring tapi materinya sangat daging. Menjadi bagian dari kelas ini, saya pun harus memikirkan kegiatan bersama anak, mengobservasinya lalu menuliskan jurnal.

6. SEORANG BLOGGER

Sebagai seorang blogger, saya menuliskan kisah dan pengalaman saya agar bisa dibaca dan bermanfaat untuk orang lain. Ada beberapa draft yang masih saya tulis. Dan tentunya menulis adalah kegiatan yang membutuhkan waktu khusus di antara kegiatan lainnya.

Dengan segudang kegiatan ini, saya harus bisa menjaga kesehatan di tengah pandemi. 
Jangan sampai saya jatuh sakit dan justru merepotkan banyak orang.

Bagaimana tips saya menjadi seorang ibu yang senantiasa aktif?

#1: KEBAIKAN DOA

Berdoa adalah ultimate effort untuk apapun. Mintalah selalu kesehatan dan perlindungan kepada Allah agar kita senantiasa sehat dan aman dalam menjalani semua aktifitas. Jika semua ikhtiar telah kita jalani, pasrahkan hasilnya pada Allah. Allah lah yang Maha Penggenggam Takdir semua makhluknya. Semoga kita selalu sehat dan dalam lindungan-Nya.

#2: KEBAIKAN TIDUR CUKUP

Menurut artikel di salah satu website kesehatan, tidur cukup dan berkualitas ternyata mempunyai banyak manfaat loh! Salah satunya adalah memperkuat sistem imunitas tubuh. Dengan tidur 7-9 jam sehari, tubuh kita tidak rentan terhadap penyakit dan tetap aktif juga produktif di siang hari.

Sejak memiliki anak, jam tidur malam saya mengikuti jam tidurnya, yaitu sekitar pukul 8 atau 9 malam. Sejak disapih, tidur anak saya menjadi lebih malam tapi tetap saya jaga agar maksimal pukul 9. Aktivitas saya dimulai dari pukul 4 pagi untuk shalat dan memasak. Jadi cukuplah 7 jam saya tidur. 

Manfaat tidur cukup ini baru saya rasakan beberapa bulan terakhir. Duluuu, saya sering begadang untuk mengerjakan tugas kelas daring atau menulis blog. Alhasil, tidur saya kurang bahkan tidak tidur, bangun kesiangan, tidak bisa mempersiapkan Kangmas kerja dengan baik dan mengantuk seharian di kantor. Saya juga jadi mudah kena masuk angin atau flu.

Setelah mengubah kebiasaan tidur, saya merasa pagi saya lebih bersemangat. Kangmas dapat berangkat dengan mood yang baik dan masakan terhidang tepat waktu. Kerjaan kantor pun tidak banyak yang tertunda lagi. 

Saya sesekali masih tidur larut untuk menulis blog tapi tidak sampai tidur sama sekali. Maksimal pukul 12 malam saya sudah harus beranjak tidur.

Ternyata tidur cukup itu sangat berpengaruh!

#3: KEBAIKAN MAKANAN BERGIZI

Mengonsumsi makanan bergizi tentu menjadi asupan utama kita menjaga kesehatan tubuh. Demi menjaga kebersihan dan gizi makanan, saya dan keluarga berusaha agar selalu menyediakan masakan rumahan. Lebih sehat dan lebih hemat tentunya. Protein hewani selalu tersedia, baik ikan maupun daging. Sayuran wajib jadi menu harian.

Kalau di kantor, kantor saya dan Kangmas sudah kerja sama dengan catering. Jadi menu makanan sudah terjamin gizinya.

Ditambah meminum air putih minimal 1.5 liter sehari merupakan sebuah keharusan. Bekerja mayoritas di depan monitor dan di ruang ber-AC membuat saya jarang minum. Nah, saya siasati dengan setiap sejam sekali keluar dari lab ke pantry untuk minum dan rehat dari komputer. Atau ketika merasa haus, saya langsung minum air putih. Itu adalah sinyal kalau tubuh butuh asupan cairan.

#4: KEBAIKAN OLAHRAGA

Saya termasuk orang yang kurang suka olahraga secara khusus. Di saat orang lain senang berlari atau bersepeda, running or cycling are not my cup of tea. Tapi olahraga mempunyai banyak manfaat, salah satunya menjaga agar tubuh bugar. Lalu, bagaimana cara saya berolahraga?

BERMAIN BERSAMA ANAK. 

Pasti ibu-ibu yang lain mengamini kalau menemani anak bermain bisa dihitung olahraga. Main kejar-kejaran bersama anak, membereskan mainan sampai jalan-jalan pagi saat weekend. 

Di kantor pun saya naik-turun tangga jika ada urusan di divisi lain berbeda satu atau dua lantai. Termasuk olahraga juga, kan?

#5: KEBAIKAN MENJAGA KEBERSIHAN

Di masa pandemi ini, menjaga kebersihan jadi fokus utama kita semua. Memakai masker dan selalu mencuci tangan sebelum masuk rumah. 

Sampai anak saya saja rajin cuci tangan, loh! Malu dong kalau ibunya tidak rajin juga. Menjaga kebersihan juga sekalian mengikuti protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Insya Allah, menjaga kebersihan jadi tindakan kita untuk mencegah penularan virus penyakit.

#6: KEBAIKAN MANAJEMEN STRES

Sumber stres bisa dari mana saja. Menjadi seorang ibu dengan multiperan otomatis mempunyai banyak potensi sumber stres. Bisa dari kerjaan, dari komunitas bahkan dari rumah. Kalau stres sudah melanda bisa berefek pada sistem imunitas tubuh kita!

Manajemen stres orang bisa beda-beda. Nah kalau manajemen stres ala saya adalah positive thinking, menurunkan ekspektasi dan menghindari tsunami informasi. Dengan positive thinking, bawaannya akan selalu happy dan tenang. Mengurangi pikiran jelek bikin hati enteng.

Lalu menurunkan ekspektasi pada hal apapun. Terkadang kita menjadi stres kalau target ekspektasi kita tinggi. Ketika tidak tercapai, kita yang akan stres sendiri. Kalau saya menurunkan ekspektasi pada hal keadaan rumah. Cucian baju sudah mulai banyak? Ya sudah saya kerjakan saat weekend. Setrikaan menumpuk? Yang saya setrika hanya seragam kerja. Sulit mencapai maksimal setoran tugas kelas daring? Tidak apa-apa kok cukup mencapai target minimal, yang penting bahagia dalam menjalaninya. Dengan seperti ini, kita jadi tidak muluk-muluk dalam berekspektasi dan tetap waras juga bahagia. 

Menghindari tsunami informasi negatif bisa dari memberi kontrol di media sosial. Saya kurang mengikuti berita di TV tapi teman dunia maya suka ada saja yang membagikan berita di media sosial. Oleh karena itu, saya memberikan kontrol pribadi terhadap akun media sosial saya. Saya bisa memilih dan membaca update orang-orang yang memiliki positive vibes agar ikut merasakan positifnya. Sekiranya ada berita yang membuat saya cemas, maaf yaaa, akan saya lewati atau unfollow saja.

#7: KEBAIKAN ALAMI MINUMAN HERBAL

Minuman herbal sudah jadi teman karib saya sejak masih gadis. Saya paling suka minuman jahe, baik dalam jahe murni ataupun susu jahe. Rasanya enak ke badan. Apa lagi minuman jahe itu terasa hangat, cocok untuk cuaca Bogor yang sepanjang tahun selalu hujan.

Kalau badan mulai terasa tidak enak, pasti yang saya cari adalah minuman herbal dulu sebelum minum obat. Saya itu langganan masuk angin. Kalau mulai terasa pusing kepala sepulang kantor, saya isi perut saya dulu dengan makan malam, minum minuman herbal dan dibawa tidur. Nanti tengah malam saya suka bangun sendiri dengan keadaan yang lebih fit dan normal kembali.

Tips Kebaikan Ibu Aktif

Selain jahe, Indonesia banyak sekali memiliki tanaman herbal yang berkhasiat. Tanaman herbal ini sudah pasti menjadi resep andalan turun temurun untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan kebaikan alaminya. Di antaranya ada kunyit asam, kulit secang, kayu manis, cengkeh dan sirih. 

Kalau untuk wanita, pasti akrab dengan si tamu bulanan alias haid. Nah, kebetulan saya baru datang haid lagi setelah hampir 2 tahun setelah melahirkan. Minuman herbal andalan saya adalah kunyit asam. Rasanya bikin segar ke badan. Juga meredakan nyeri kram perut saat haid tiba. Apa lagi kalau racikan kunyit asam sirih. Waah, makin segar di mulut dan bikin plong!

Kalau mau minuman herbal paket komplit ada wedang uwuh. Wedang uwuh terdiri dari campuran jahe, sereh, cengkeh, kapulaga, kulit kayu secang, kayu manis dan pala. Rasanyaaaa… Hmmmm… Mantaaaap! Pertama kali saya minum wedang uwuh ini dari oleh-oleh teman Bapak yang asli Yogyakarta. Pas lagi diminumnya waktu saya terkena flu dan cuaca dingin. Pemanisnya gula batu. Saat sesapan pertama, saya langsung suka dengan cita rasanya. Indonesia banget! Bermacam-macam bahannya tapi bersinergi dengan baik di lidah saya. Tentunya wedang uwuh ini banyak manfaatnya seperti meredakan gejala masuk angin, mengurangi nyeri dan melancarkan peredaran darah.

#KebaikanAlami Praktis Ada di Herbadrink

Beruntungnya kita hidup di zaman serba praktis ini. Kita tidak harus membersihkan satu persatu tanaman herbal, merebus, menyaring lalu meraciknya menjadi sebuah minuman. Tentunya akan memakan waktu yang cukup lama. 

Sebagai generasi milenial yang ingin serba cepat, Herbadrink menyediakan kebaikan alami minuman herbal dalam kemasan sachet. Tinggal sobek, tuang dan minum! Dalam hitungan menit, segelas kebaikan alami sudah berada di genggaman. Praktis!

"Bagaimana Rasanya?"

Herbadrink mengolah resep tradisional dengan teknologi tinggi sehingga rasanya tetap alami. Masing-masing bahan sangat terasa kuat sensasinya tapi masih bisa diterima oleh lidah. Bahkan sama kalau kita membuat sendiri atau beli di mbok-mbok jamu. 

Varian Herbadrink mendukung saya untuk tetap aktif sebagai ibu dengan multiperan. Varian yang saya minum adalah Herbadrink Sari Jahe, Herbadrink Wedang Uwuh dan Herbadrink Kunyit Asam Sirih Plus Madu.

Dengan kemasan sachet yang praktis dan gampang disobek, tidak butuh waktu lama untuk saya menikmati Herbadrink. Herbadrink bisa diseduh oleh air panas maupun ditambah es jika dikonsumsi di siang terik. Tapi saya pribadi lebih suka kondisi hangat. Cocok sekali diminum di musim penghujan ini.

manfaat herbadrink sari jahe
Manfaat Sari Jahe

"Aman Diminum Setiap Hari?"

manfaat herbadrink kunyit asam sirih
Manfaat Kunyit Asam SIrih

Namanya juga minuman herbal, jadi jangan berharap langsung tokcer khasiatnya saat itu juga. Kalau konsumsi yang alami memang butuh waktu untuk merasakan manfaatnya. Butuh sekitar beberapa hari mulai terasa efeknya, seperti tidak mudah lelah, semangat dalam bekerja dan selalu siap menjadi seorang active mom.

Herbadrink juga tetap menjaga branding minuman herbal dengan menggunakan bahan alami, tanpa bahan pengawet, tanpa ampas dan bahkan ada varian tanpa gula (sugar free). Jadi, semua varian Herbadrink aman dikonsumsi setiap hari.

Bahan alami yang terkandung di setiap sachet Herbadrink Sari Jahe adalah 9,5 gram ekstrak jahe, dan gula jawa. Di Herbadrink Kunyit Asam Sirih ada 4,68 gram ekstrak kunyit (setara dengan 7 gram rimpang kunyit), 3,17 gram ekstrak asam (setara dengan 3,5 gram asam Jawa), 0,88 gram ekstrak sirih (setara dengan 1,4 gram daun sirih), 0,7 gram madu dan gula. Pada Herbadrink Wedang Uwuh mengandung 2000 mg jahe, kayu secang dan kulit kayu manis masing-masing 1000 mg, 500 mg biji pala, 3 mg minyak cengkeh dan 0.25 mg minyak sereh.

"Berapa Harganya?"

Karena saya menghindari berbelanja ke supermarket jika tidak terlalu mendesak, jadi saya membeli Herbadrink di marketplace online. Herbadrink dibandrol dengan harga 14ribuan untuk 1 box isi 5 sachet. Waah, cukup murah, ya… Dengan harga kurang dari tiga ribu, kita sudah mendapat segelas minuman herbal yang menyehatkan. Sama dengan harga segelas jamu di mbok jamu.

Selain 3 varian yang saya minum, Herbadrink juga tersedia dengan pilihan rasa Herbadrink Sari Temulawak, Herbadrink Beras Kencur, Herbadrink Kunyit Asam, Herbadrink Chrysanthemum, Herbadrink Lidah Buaya dan Kopi Ginseng Herbadrink. 

Herbadrink diproduksi oleh PT Konimex yang sudah banyak mengeluarkan produk-produk alami. Tidak usah diragukan lagi kualitas dari produk Konimex yang telah berpuluh-puluh tahun Ikut Menyehatkan Bangsa Indonesia.

Manfaat Wedang Uwuh
Cara Praktis Nikmati Herbadrink

Itu dia 7 tips kebaikan ala saya agar tetap aktif menjalani semua peran. Bukan hal mustahil terus aktif di tengah pandemi. Semoga bermanfaat!

Kalau kalian, bagaimana tips agar tetap aktif meski pandemi belum berakhir?

49 thoughts on “7 Tips Kebaikan Menjadi Ibu Aktif di Tengah Pandemi”

  1. Saya juga penikmat herbadrink mbak karena sejak dulu terbiasa minum wedang jahe, kunyit asem dll
    Jadi Alhamdullilah pisan dengan adanya Herbadrink, cukup seduh langsung nikmatin
    Ga perlu riweuh bikin sendiri

  2. Waduh aku ikut deg²an baca kisahnya. Memang bener banget semakin dekat yaa yg positif. Alhamdulillah ada Herbadrink, menambah daya tahan tubuh. Sehat selalu ya Mbak…

  3. Lihat blog mbak rania saya kok seneng ya, selain kreatif dalam menuliskan pesan, dalam visualisasinya juga dapet banget. Anyway,salah satu hal yang saya lakukan adalah mencoba untuk tetap bahagia ditengah pandemi gini mbak ran

  4. Au pernah minum Herbadrink yang wedang uwuh dan rasa jahe. Angetin badan dan tenggorokan apalagi pas kedinginan. Menjaga kesehatan wajib nih terutama lagi corona, mengonsumsi yang serba herbal bagus sekali lebih aman ya bahan2nya.

  5. Wah Mba, aku ikut deg-degan bacanya. Syukurlah negatif. Maklum bagi seorang ibu yang paling kita takuti itu nularin ke anak-anak kita ya, orang tua. Pokoknya paling takut itu nularin orang.

    Iya sekarang pandemi makin meningkat kondisinya membuat ruang aman kita makin sempit. Semoga pandemi ini segera berakhir ya mba. Ngomong-ngomong jadi pengen nyobain herbadrink juga aku. Penasaran ama rasa dan manfaatny

    1. Alhamdulillah hasilnya negatif. Kalau nularin orang tuh rasanya bersalaaah banget, apa lagi ke anak sendiri kan, huhuhu
      Semoga kita selalu sehat dan terhindar dari virus ini

      Ayo mba, cobain Herbadrink, rasanya enak loooh… Manfaatnya juga sama bagusnya kalau kita racik sendiri…

  6. Ikut deg degan kaya nonton thriler dan musuhnya adalah sicopit itu ya hahaha…

    Btw ini mah minuman fav aku, herbadrink

  7. Rutin berolahraga nih yang paling berat untuk saya hahahaha. Padahal fasilitasnya ada di rumah. Atau setidaknya rajin jalan kaki keliling kompleks selama 45menit. Susah banget itu ngalahin malesnya. Ngaku dah.

  8. Biar tetap aktif dan produktif makanya harus stay fit dan jaga kondisi tubuh, salah satunya dengan minum Herbadrink ini yaa mba, yang rekomen kamu minum yang apa mba Herbadrink?

  9. Syukur ya Mbak hasilnya negatif. Btw salut banget dengan sejibun aktivitas Mbak, bisa tetap aktif dan produktif di tengah pandemi. Ternyata salah satu rahasianya dengan minum herbadrink ya.

  10. Semoga kita semua selalu sehat, terhindar dari Covid. Aamiin

    Minuman herbadrink itu enak ya, aku pun rajin minum. Baik buat jaga kesehatan, terutama di musim hujan begini, bisa jadi penghangat tubuh. Kandungannya juga bagus, murni herbal.

  11. baca ceritanya tentang menunggu hasil swab itu jadi ikut dag dig dug juga Mbak.
    Alhamdulillah ya hasilnya negatif.
    berkat ketelatenan menjalankan 7 Kebaikan itu ya Mbak.
    saya juha suka dengan HerbaDrink ini, Sari Jahe itu bikin hangat, praktis pula buatnya karena tinggal seduh aja.

  12. herbadrink ini enak dan gampang di dapat juga. warung deket rumah biasanya ada.
    cocok banget nyetok pas lagi cuaca ga bagus gini.

    btw senang baca hasil test negatifnya mba. bener deh kalau gitu ada deg2an kalau misal positif gimana, apalagi kalau ga ada keluarga yg bisa bantu jaga anak2. huhu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *