Strategi Monetasi Blog Baru: Affiliate Marketing First

Zaman sekarang, blog bisa menjadi sumber penghasilan. Monetasi blog bisa menjadi side hustle atau bahkan sumber penghasilan utama seperti beberapa teman blogger saya. Banyak jalan untuk monetasi blog, misalnya menerima content placement, endorse produk, AdSense, ikut lomba blog atau affiliate marketing.

Setiap blogger mempunyai monetasi andalan yang mereka lakukan ketika mulai ngeblog. Dulu saya mengandalkan ads seperti AdSense, Adsterra, dan lainnya. Namun, sekarang affiliate marketing menjadi fokus pertama saya ketika memonetasi blog baru.

Blogger yang bertujuan mendapatkan uang dari blog tentu goal-nya adalah berpenghasilan yang stabil secepat mungkin. Penghasilan di sini tidak hanya ada uang masuk tapi lama baru bisa dicairkan karena belum memenuhi minimum payout, tetapi penghasilan yang tiap bulannya bisa dinikmati.

Apa itu Affiliate Marketing?

Dikutip dari niagahoster, affiliate marketing adalah salah satu metode pemasaran digital, kita akan dibayar ketika ada orang yang membeli produk yang kita promosikan melalui sebuah link.

Contohnya seperti yang sedang ramai sekarang, yaitu affiliate marketing dari Shopee. Jika ada seseorang yang check out barang dari link yang kita kasih, kita akan mendapatkan komisi sekian persen dari harga barang.

Mudah dipahami, kan?

Kenapa Affiliate Marketing Menjadi Langkah Pertama Monetasi Blog?

Ads atau iklan seperti AdSense membutuhkan trafik yang besar apalagi untuk blog berbahasa Indonesia. Belum tentu blog baru dalam waktu 6-12 bulan bisa mencapai trafik yang bisa memberikan penghasilan bulanan dari ads.

Tawaran sponsored post, content placement, dan semacamnya memang bisa didapatkan oleh blog baru. Namun, kemungkinan hanya sesekali dan lumayan sulit untuk mendapatkannya secara rutin, kecuali jika blog sudah eksis dan bagus.

Jual jasa bisa menghasilkan pendapatan rutin. Masalahnya tidak semua blogger punya skill yang bisa dijual. Audiens blog juga belum terbentuk, kecuali kalau sebelumnya memang sudah punya klien langganan.

Jual produk sendiri seperti ebook atau kursus online tidak cocok untuk blog baru. Karena membutuhkan audiens yang loyal dan personal atau blog brand yang kuat.

monetasi blog affiliate marketing

Toko online membutuhkan strategi bisnis tersendiri dan tidak semua blogger bisa melakukannya. Misal ada yang bisa mendapatkan pemasok produk tertentu tapi tidak punya waktu untuk mengurusi pesanan, packing, shipping, dan lain-lain. Ada yang siap dengan segalanya tapi tidak ada modal untuk kulakan.

BACA JUGA:  Tips Membuat Content Blog Plan: Bye-Bye Mager!

Kalau dirinci yang menghasilkan uang adalah artikel, bukan keseluruhan blog. Setiap artikel mempunyai performa monetasi yang berbeda tergantung dari misalnya keyword volume, rangking keyword, dan keyword intent. Maka, ada artikel yang tidak berpenghasilan dan ada yang menghasilkan.

Pada affiliate marketing, kita fokus mengoptimasi artikel yang menargetkan keyword transaksional, yaitu keyword yang digunakan orang untuk Googling ketika dia ingin membeli sesuatu.

Contoh saya membuat artikel tentang pet cargo kucing. Yang saya lakukan adalah:

  1. Meriset keyword seputar pet cargo kucing dan saya mendapatkan keyword dan search volume: pet cargo kucing 3600, cargo kucing 720, harga pet cargo kucing 200, tas cargo kucing 150.
  2. Kemudian cek search intent yaitu Googling menggunakan keyword tersebut, melihat performa artikel yang ada di halaman pertama SERP. Dari situ, saya tahu maksud orang yang Googling dengan keyword tersebut adalah ingin membeli pet cargo kucing atau ingin mendapatkan rekomendasi produk.
  3. Saya pun menulis artikel yang memenuhi search intent yaitu merekomendasikan produk-produk cargo kucing. Di tiap produk saya sisipkan link afiliasi dengan call to action yang jelas. Saya memberikan penawaran pada apa yang dicari orang, “Eh, ini lho ada pet cargo yang bagus-bagus, kalau ada yang disuka klik link-nya ya.”
  4. Publish artikelnya lalu tunggu sampai terindeks dan terangking.

Ini hasilnya:

ranking keyword yang bagus

Karena rangking keyword cukup baik ada di halaman 1 sampai 2, saya mengoptimasinya lebih lanjut. Langkah selanjutnya adalah dengan meng-update isinya agar lebih bagus dan membangun backlink untuk artikel itu. Artikel ditulis dengan memerhatikan SEO on page maupun off page.

Kalau rangkingnya jelek seperti di bawah ini, saya akan menunda mengoptimasinya karena bakal memakan waktu lama untuk memperbaiki rangking.

ranking keyword yang jelek

Backlink akan sangat membantu menaikkan rangking. Keyword yang kita targetkan butuh naik ke rangking 1-3 agar mendapatkan trafik yang bagus, sehingga potensi orang membeli melalui link afiliasi kita semakin besar.

Konten dan backlink = rangking = uang.

Semakin tinggi rangking semakin besar trafik/klik yang diperoleh, terutama untuk rangking 1-3. Rangking 4 dan seterusnya biasanya kliknya kecil. Perkiraan kasar rangking 2 bisa mendapatkan sekitar 20% trafik dari search volume keyword.

BACA JUGA:  Sekelumit Kimia Saat Kau Jatuh Cinta

Jika saya bisa rangking 2 untuk keyword ‘pet cargo kucing’ dengan volume 3600, potensi trafik yang saya dapatkan adalah 720 per bulan. Belum lagi ditambah trafik dari beberapa keyword sekunder.

Jika konversinya adalah 2% maka bisa terjadi penjualan dari link afiliasi sebanyak 14. Tinggal dikalikan dengan komisi penjualannya, kalau komisinya Rp 5.000,- maka bisa dapat Rp 70.000,-.

Bandingkan dengan ads, trafik 720/bulan untuk blog berbahasa Indonesia kemungkinan hanya menghasilkan beberapa ribu rupiah (cmiiw).

Efek Samping Monetasi Blog dengan Affiliate Marketing

Artikel informasional tetap penting dan sebaiknya tetap dibuat seiring artikel transaksional (affiliate). Selain untuk target monetasi, dalam jangka panjang juga membangun relevansi topik. Google akan lebih aware bahwa blog ini tentang A, blog itu tentang B.

Dengan fokus pada membangun konten affiliate dan backlink, dengan sendirinya authority blog akan naik. Metrik seperti DA dan DR juga akan naik, seperti yang kita tahu bahwa kedua metrik ini cukup penting untuk mendapatkan job sponsored post. Audiens mulai terbangun, rangking artikel informasional pun akan ikut terdongkrak.

Kesimpulan

Affiliate marketing bisa menjadi salah satu jalan monetasi blog baru dengan cepat. Kita bisa memilih affiliate yang selaras dengan niche blog kita. 

Apa lagi di zaman media sosial seperti sekarang, banyak media untuk mempromosikan artikel affiliate blog kita. Status Whatsapp, Instagram Stories ataupun feed, bahkan TikTok pun bisa jadi sarana promosi. 

Jadi, sudah mulai tertarik dengan affiliate marketing untuk blogmu?

Tinggalkan komentar