Aplikasi SiKasep, Raih Mimpi Rumah Pertamamu Makin Sepp!

Raih Mimpi Rumah Pertama

Punya rumah sendiri, siapa sih yang nggak mau? Apa lagi bagi pasangan yang sudah menikah, target selanjutnya biasanya beli rumah pertama. Meskipun sederhana, kita punya privilege lebih kalau tinggal di rumah sendiri. Bisa lebih bebas ngapa-ngapain gitu. Rumah mau didesain seperti apapun terserah kita. Dari segi parenting pun lebih baik karena tidak ada intervensi dari pihak lain.

Kita bisa lebih mandiri di rumah sendiri. Jadi lebih terasa perjuangan membangun rumah tangga berdua. Senang dan susahnya membangun keluarga. Tawa dan tangis pun jadi lebih berharga.

Meskipun saya, Kangmas dan Kabay masih tinggal di rumah orang tua, besar sekali keinginan punya rumah sendiri untuk ditinggali. Alhamdulillah, kami sudah punya sebuah rumah pertama di bilangan Kabupaten Bogor. Tapi karena lokasinya cukup jauh dari tempat kerja, kami lebih memilih untuk dijadikan ladang investasi.

Proses ukur untuk penerbitan SHM di rumah pertama kami

Perjuangan mendapatkan rumah ini sangat luar biasa. Kalau diceritakan mungkin bisa jadi satu artikel sendiri, hihihi… Hingga akhirnya sertifikat hak milik sudah di tangan adalah buah kesabaran dan ridha Allah. Mulai dari usaha modal dua juta, sepuluh juta hingga seratus jutaan. Lalu ternyata kami menghadapi tantangan dan bertemu orang-orang yang luar biasa sampai akhirnya hanya kepada Allah lah kami menyerahkan segalanya. 

Tepat sebulan lalu SHM yang menandakan dokumen resmi kepemilikan rumah terkuat sudah saya terima. Ada rasa bahagia yang membuncah. Senyum senantiasa berkembang di wajah kami. Alhamdulillah, target di tahun kedua pernikahan kami terwujud. Semoga Allah selalu memberkahi rumah ini.


Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Begitu juga rumah. Banyak jalan untuk membeli rumah. Rumah itu jodoh-jodohan benar adanya. Kalau bukan jodoh, mau sedekat apapun ya rumah nggak bakal kebeli. Kebetulan rumah ‘jodoh’ kami itu cukup jauh posisinya. Jadi sambil dikontrakan, kami tetap survey beberapa properti untuk rumah hunian. Ingin dong kami bisa merenov menjadi rumah impian.

Namun, karena harga properti yang terus naik, tidak semua orang bisa membeli rumah. Terutama untuk generasi milenial yang lahir di kisaran tahun 1980 – 2000an. Ya seperti saya, Kangmas dan teman-teman sebaya kami.

Menurut data dari website perumahan.pu.go.id, masih ada 81 juta jiwa generasi milenial yang belum memiliki rumah. Apa sebab?

  1. Pengeluaran konsumsi milenial tinggi.
  2. Kenaikan harga rumah belum sebanding dengan kenaikan upah.
  3. Suku bunga pembelian belum karakteristik anak muda.
  4. Kebanyakan milenial adalah pekerja kreatif yang tidak memiliki slip gaji.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia menyelenggarakan beberapa program agar generasi milenial dapat memiliki rumah pertama. Yuk, terus baca!

*****

🏠 PROGRAM SEJUTA RUMAH 🏠

Program Sejuta Rumah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sejak tahun 29 April 2015. Program ini menyediakan tempat tinggal yang layak dan relatif murah bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial. Program ini terdiri atas pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya juga bantuan sarana dan prasarana untuk perumahan bersubsidi.

Sejak tahun pertama diselenggarakan hingga tahun 2019, Program Sejuta Rumah sudah berhasil membangun 4.800.170 unit! Wuiiih, tepuk tangan untuk Pemerintah Indonesia! 

Rincian capaian program sebagai berikut:

Tahun 2015: 699.770 unit
Tahun 2016: 805.169 unit
Tahun 2017: 904.758 unit
Tahun 2018: 1.132.621 unit
Tahun 2019: 1.257.852 unit

perkembangan program satu juta rumah
Capaian Program Satu Juta Rumah | Sumber: Instagram @perumahan_pupr

Adapun proporsi pembangunan rumah yang ditetapkan oleh pemerintah adalah 70 persen untuk masyarajat berpenghasilan rendah (MBR) dan sisanya sebanyak 30 persen untuk non MBR.

Nah, salah satu skema pembiayaan untuk Program Sejuta Rumah adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Apa sih itu FLPP?

*****

💰 FASILITAS LIKUIDITAS PEMBIAYAAN PERUMAHAN (FLPP) 💰

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan adalah dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kepada MBR yang pengelolaannya dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 

Melalui FLPP, MBR hanya membayar 5% bunga KPR tetap selama jangka waktu kredit hingga 20 tahun. Uang mukanya pun hanya 1% dari harga rumah. Salah satu syaratnya adalah pekerja dengan maksimal penghasilan 4 juta perbulan. Syarat-syarat lainnya dapat dibaca di bank yang bekerja sama dengan program ini.

Kementerian PUPR melalui PPDPP sejak tahun 2010 hingga 31 Desember 2019 telah mengelola dana FLPP sebanyak 44,37 triliun rupiah untuk 655.602 unit rumah. Pada Tahun Anggaran 2020 pemerintah mengalokasikan anggaran bantuan pembiayaan perumahan sebesar 11 triliun rupiah untuk 102.500 unit rumah berdasarkan Nota Keuangan.

KemenPUPR dan PPDPP menandatangani PKO dengan 37 bank
KemenPUPR dan PPDPP menandatangani PKO dengan 37 bank

Akhir tahun 2019 kemarin, Kementerian PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) telah bekerja sama dengan 37 bank pelaksana, baik konvensional maupun syariah. Hal ini dilakukan agar masyarakat memiliki banyak alternatif. Ini dia daftar bank yang telah bekerja sama dengan PPDPP untuk pembiayaan FLPP.

  1. Bank BTN
  2. Bank BNI
  3. Bank BRI
  4. Bank Mandiri
  5. Bank Artha Graha
  6. Bank Sumut
  7. Bank BJB
  8. Bank Kalsel
  9. Bank Jatim
  10. Bank Sulselbar
  11. Bank Sumselbabel
  12. Bank Papua
  13. Bank Kalbar
  14. Bank NTT
  15. Bank Jambi
  16. Bank Nagari
  17. Bank BRI Agro
  18. Bank KEB Hana
  19. Bank Riau Kepri
  20. Bank Sulteng
  21. Bank Jateng  
  22. Bank Kaltimtara
  1. Bank BTN Syariah
  2. Bank BNI Syariah
  3. Bank BRI Syariah
  4. Bank Sumut Syariah
  5. Bank BJB Syariah
  6. Bank Kalsel Syariah
  7. Bank Jatim Syariah
  8. Bank Sulselbar Syariah
  9. Bank Sumselbabel Syariah
  10. Bank Jambi Syariah
  11. Bank Nagari Syariah
  12. Bank NTB Syariah
  13. Bank Aceh Syariah
  14. Bank Riau Kepri Syariah
  15. Bank Jateng Syariah

Seiring dengan masuknya kita ke era revolusi 4.0, tentunya Kementerian PUPR tidak ingin ketinggalan kereta. Kementerian PUPR melakukan terobosan dengan merilis sebuah aplikasi untuk meningkatkan kemudahan penyaluran KPR bersubsidi, yaitu SiKasep melalui PPDPP.

*****

📱 APLIKASI SIKASEP 📱

Aplikasi SiKasep

Aplikasi SiKasep adalah singkatan dari Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan. Aplikasi berbentuk mobile ini dapat diunduh secara gratis melalui Playstore. Sistem ini disusun untuk mempermudah masyarakat terutama MBR dalam mencari dan menentukan rumah subsidi sesuai yang diharapkannya.

Dengan adanya aplikasi SiKasep, kita bisa dengan mudah mencari perumahan subsidi di lokasi yang kita inginkan. Kalau istilah di aplikasi itu adalah Rumah Sejahtera. Kita bisa melihat detail dari perumahan sejahtera tersebut, mulai dari pengembang hingga foto-fotonya. Pengembang perumahannya pun wajib terdaftar di aplikasi khusus pengembang bernama SiKumbang. Jadi no tipu-tipu atau rumah bodong deh. Aman!

Cara daftarnya pun gampang banget!

Cara daftar aplikasi SiKasep:

  1. Unduh aplikasi dari playstore
  2. Klik daftar
  3. Masukan data diri berupa nama sesuai KTP, NIK, NPWP, no hp dan jumlah penghasilan
  4. Unggah foto selfie bersama KTP dan foto KTP sendiri
  5. Proses daftar pun berhasil!

Cara mencari rumah sejahtera idaman:

  1. Masuk dengan NIK dan password
  2. Tentukan lokasi rumah idaman dengan klik menu ”Lokasi Rumah Idaman Anda”
  3. Klik menu “Perumahan Sekitar Rumah Idaman”
  4. Klik “Lihat” untuk melihat informasi tentang perumahan

Kalau ada perumahan subsidi di sekitar lokasi pilihan kita, peta akan langsung mengeluarkan daftarnya. Jika tidak ada, maka kita bisa memilih lokasi lain dengan mengganti provisi, kecamatan dan kota/kabupaten lainnya.

Selanjutnya kita bisa meneruskan proses pengajuan KPR melalui 37 bank pelaksana yang sudah saya tulis di atas. Kita juga bisa memantau progress pengajuan melalui menu “Cek Status Pengajuan KPR”. Kalau mau mengganti data diri juga dapat dilakukan dengan klik “Profil Saya”. Nanti data berupa nama, nomor NPWP, penghasilan dan nomor HP dapat diubah. Bank pelaksana pun dapat diubah sampai maksimum proses lolos subsidi checking.

Sampai akhirnya semua tahapan di aplikasi SiKasep sudah terlewati dan akad KPR sudah dilakukan, Alhamdulillah, kita sudah punya rumah pertama!

Gimana? Makin gampang kan beli rumah pertamaaa… Adanya aplikasi SiKasep ini sangat mempermudah MBR untuk survey dan mengajukan KPR terjangkau. Apa lagi di masa pandemi ini yang membuat kita harus membatasi kegiatan di luar rumah. Tinggal klik klik dari smartphone di tangan, kita bisa survey rumah subsidi impian kita. Good job, Pemerintah Indonesia!


Punya rumah pertama jadi impian hampir setiap orang. Aplikasi SiKasep ini memang masih butuh banyak pengembangan. Tapi ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Indonesia terus berusaha menyejahterakan rakyatnya dengan effort terbaik. Yuk, kita doakan dan dukung agar Indonesia semakin maju dan rakyatnya semakin bahagia!

Jadi, sudah siap meraih mimpi rumah pertama?

*****

Sumber:
1. https://pu.go.id/berita/view/17760/kementerian-pupr-luncurkan-aplikasi-sikasep-untuk-tingkatkan-kemudahan-penyaluran-kpr-bersubsidi
2. https://perumahan.pu.go.id/berita/view/227/capaian-pembangunan-rumah-tembus-1-25-juta-unit
3. https://pu.go.id/berita/view/17828/implementasikan-aplikasi-sikasep-bagi-pengembang-untuk-dorong-penyaluran-flpp
4. https://pu.go.id/berita/view/17759/kementerian-pupr-tandatangani-pko-dengan-37-bank-penyalur-kpr-flpp-yang-telah-dievaluasi
5. https://perumahan.pu.go.id/ruk/index.php/berita/view/15157/kementerian-pupr-dorong-generasi-millenial-miliki-rumah

21 thoughts on “Aplikasi SiKasep, Raih Mimpi Rumah Pertamamu Makin Sepp!”

  1. Baru Tau kak,, Aplikasi SiKasep dari Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan mau Tau lbih lngkap nya ttg subsido 1 juta rumah ini mau daftar Juga bisa memiliki rumah impiah

  2. Aku fikir SiKasep tadi nama orang. Ternyata aplikasi. Hehee.. Doain ya kak. Moga nanti kami juga bisa bangun rumah sendiri. Meski sekarang masih bareng orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *