7 Cara Tepat Mengumpulkan Dana Darurat

Cara Tepat Mengumpulkan Dana Darurat Cover

7 Cara Tepat Mengumpulkan Dana Darurat – Pandemi tahun ini mengajarkan kita banyak hal, terutama dari sisi keuangan dan kesehatan. Dari sisi kesehatan, kita menjadi aware tentang kebersihan, selalu mencuci tangan sehabis pergi dari luar, mengonsumsi makanan sehat dan juga olahraga teratur. Semua ini kita lakukan agar imunitas terjaga dan kita nggak mudah tertular oleh virus.

Dari sisi keuangan juga membuka wawasan kita tentang pentingnya DANA DARURAT. Mungkin untuk sebagian orang, dana darurat ini nggak jadi prioritas. Atau bahkan belum tahu? Tapi dalam financial planning, justru menjadi lantai dasar dalam piramida keuangan. Dana darurat adalah pengaman keuangan kita jika terjadi kondisi urgent.

Contohnya adalah saat terjadi PHK massal di beberapa perusahaan. Orang yang sudah memiliki dana darurat nggak akan mudah panik karena masih punya dana cadangan untuk memenuhi kebutuhan bulanannya. Tapi orang yang sama sekali nggak memiliki dana darurat atau tabungan akan kelimpungan. Dapur harus tetap berasap, tagihan listrik tetap ada, sekolah anak harus tetap dibayar. Bisa jadi menjual beberapa barang untuk mendapatkan uang atau bahkan berutang.

FUNGSI DANA DARURAT

Seperti namanya, dana darurat adalah dana yang digunakan jika kita berada dalam kondisi darurat. Seperti pemutusan hubungan kerja sehingga sama sekali nggak ada pemasukan, sakit yang nggak ditanggung oleh asuransi, kendaraan yang dipakai untuk bekerja tiba-tiba rusak, bencana alam dan hal-hal lainnya yang dapat mengganggu kehidupan jika nggak buru-buru diselesaikan.

Dana darurat ini kita siapkan sesuai kebutuhan. Nggak ada nominal yang pasti karena setiap orang memiliki kebutuhan dan status yang berbeda. Tapi dana darurat ini harus siap sedia karena kita nggak akan bisa memprediksi kapan kondisi mendesak itu datang.

Baca juga: Buka-Bukaan Tentang Finansial

Jika kamu sudah tahu pentingnya dana darurat, selamat! Kamu sudah beberapa langkah mengerti tentang financial planning. Nah, sekarang bagaimana cara mengumpulkan dana darurat yang tepat?

*****

7 CARA TEPAT MENGUMPULKAN DANA DARURAT

1. BUAT DAFTAR PENGELUARAN WAJIB BULANAN

Siapa yang sudah rajin mencatat pengeluaran? Nah, ini salah satu manfaat kita membuat catatan pengeluaran. Tulis kebutuhan-kebutuhan yang penting, yang harus dibayar setiap bulannya. Seperti bayar zakat, bayar cicilan/hutang, tabungan haji, biaya internet, biaya sekolah anak dan biaya hidup.

Biaya ganti gadget, beli tas cantik atau beli sepeda mahal nggak perlu dimasukin dulu, ya…

*****

2. HITUNG KEBUTUHAN DANA DARURAT

Status kita memengaruhi nominal dana darurat yang harus terkumpul. Kalau menurut sumber yang saya baca, ada acuan universal yang biasa digunakan sebagai patokan dana darurat.

Single (tidak ada tanggungan) = pengeluaran bulanan x 6
Menikah (belum memiliki anak) = pengeluaran bulanan x 9
Menikah + Anak/Sandwich generation/freelancer = pengeluaran bulanan x 12

*****

3. PECAH TOTAL DANA DARURAT MENJADI TARGET BULANAN

Sudah menghitung pengeluaran bulanan lalu dikali menurut status? Kalau melihat angkanya pasti akan bilang, “Wow, gede banget! Emang bisa terkumpul segini?”

Jangan dulu jiper, gaes… Supaya lebih ringan, kita pecah saja dana darurat ini mau terkumpul kapan dan menjadi target bulanan. Lalu sisihkan MINIMAL 10% dari penghasilan. Kalau kamu nggak ada cicilan/hutang, naikkan sampai 40%.

Contoh: NAM DO SAN (Sudah menikah belum punya anak)

Total Penghasilan= 5 juta
Total kebutuhan wajib bulanan= 3 juta
Target dana darurat=  3 juta  x 9 = 27 juta
Minimal alokasi dana= 10% x 5 juta = 500 ribu/bulan
Terkumpul= 54 bulan

Kalau Nam Do San mau mengalokasikan sampai 1-1.5  juta perbulan (sisanya untuk dana have fun), dana darurat bisa terkumpul lebih cepat di 21-27 bulan.

Tetap sesuaikan dengan kemampuan, ya!

*****

4. BUKA REKENING BARU UNTUK DANA DARURAT

Berapa rekening bank yang kamu punya sekarang? Baru 1? Kalau mau keuangan lebih teratur, hukumnya wajib punya lebih dari 1 rekening, loh!

Kenapa?

Biar nggak tercampur antara rekening untuk transaksi harian/bulanan dan dana darurat.

Ingat, dana darurat hanya digunakan saat kondisi urgent! Kalau nggak dipisah, nanti bingung mana uang untuk kebutuhan sehari-hari dan dana darurat.

Baca juga: Mengatur Keuangan Keluarga Jadi Nggak Ribet!

*****

5. SEGERA TRANSFER DANA DARURAT KE REKENING KHUSUS

Karena dana darurat jadi prioritas utama kita, jadi segera sisihkan dana untuk segera ditransfer ke rekening khusus di awal bulan. Kalau ditunda-tunda, takutnya keburu terpakai oleh kebutuhan yang lain.

Untuk yang bilang nggak bisa menabung, berarti harus agak ‘dipaksa’ nabung, nih! Gunakan fitur AUTODEBET di awal bulan dari rekening income ke rekening dana darurat.

*****

6. TENTUKAN INSTRUMEN YANG TEPAT

Kalau sudah mulai agak banyak terkumpul, tentukan dimana kita mau menyimpan dana darurat. Syaratnya adalah LIKUID (mudah diakses dan dicairkan) dan AMAN.

Bisa di tabungan biasa, logam mulia emas, deposito syariah atau Reksadana Pasar Uang (RDPU) syariah. Sisakan 50% dana darurat di tabungan biasa dan sisanya di tempat lain. Lakukan diversifikasi atau pembagian porsi ke beberapa instrumen. Hal ini juga untuk mengurangi godaan dana darurat terpakai untuk hal-hal yang nggak penting.

*****

7. TOP UP DANA DARURAT JIKA ADA KELEBIHAN PENGHASILAN

Prioritas kita pertama adalah dana darurat. Jadi kalau ada bonus gaji, masukan ke rekening dana darurat. Dapet THR? Sebagian langsung top up dana darurat.

Atau punya barang bagus tapi nggak terpakai di rumah? Jual saja. Lumayan kan bisa menambah dana darurat. Ini bisa mempercepat pencapaian target kita loh!

*****

Cara Tepat Mengumpulkan Dana Darurat

Semoga dengan 7 cara ini, dana darurat kamu bisa cepat terkumpul. Bagaimana jika terpakai? Langsung diisi lagi ya, sesuai dengan nominal target.

Punya dana darurat, ibadah lebih khidmat, keuangan selamat, tidur pun nikmat. Semangat mengumpulkan dana darurat!

16 thoughts on “7 Cara Tepat Mengumpulkan Dana Darurat”

  1. Wkwkwk, ngakak pas baca contoh namanya Nam Do San. Demam drakor semuanya. Menarik mba, dana darurat ini sangat membantu. Hanya saja kita harus benar-benar pintar kalkulasi, khususnya buat yang penghasilan bulanannya pas-pasan. Bisa-bisa bulan ini nabung dana darurat, bulan depan udah kepake. Kan lucu. Hehehe.

    1. Drakor fever yaa, hihihi…
      Yang penghasilannya pas-pasan emang agak tricky sih, tapi sesuaikan kemampuan aja. Ya minimal 10% dari penghasilan. Meskipun nanti akan lama kekumpulnya tapi ga kosong banget gitu dana daruratnya…

    1. Resiko kalau simpen di bank emang ada administrasi bank, tapi bisa kita diversifikasi ke instrumen lain kok yang ga ada administrasinya, bahkan dapet imbal hasil yang lumayan walaupun ga gede banget. Seperti reksadana pasar uang atau deposito 🙂

  2. dana darurat emang perlu banget ya mbak untuk dipersiapkan
    karena kita nggak pernah tahu apa yg akan terjadi di depan
    makasih ya mbak uda kasih skema yg jls untuk memperisapkan dana darurat ini

  3. Bener banget nih tipsnya, dana darurat meski di awal berat tapi nantinya bikin hidup lebih nikmat. Ku juga di awal nikah sama suami wajib ada dana darurat di rek tersendiri dan terus ditambah secara berkala. Dan satu waktu beneran terpakai di situasi darurat saat mendadak harus pulkam karena Bapak Mertua meninggal.

  4. Nah ini salah satu masalah aq mbak, belum bisa konsisten buat mengalokasikan dana darurat.
    Sayangnya aq sering tergoda belanja perintilan yang gak penting nih. Kalo bisa konsisten jadi gampang ngitungnya ya.. Hihi..

  5. Kadang kalo memikirkan dana darurat, udah langsung auto kleyengan haha. Tips nya bisa diikuti dengan simulasi gaji yg didapatkan dan juga statusnya. Mantap nih kak thank you yaa semoga semakin banyak yg melek financial jd mengurangi beban jd sandwich generation

  6. Bener juga yaa. Kadang kalau ada lebihan dana malah dibuat jajan
    Bukannya untuk ditabung ke dana darurat. Hmm. Thankyou kak artikelnya lengkap. Auto catettt ini sih

  7. Wah, tipsnya ngebantu banget mbak. Apalagi aku yang konsumtif banget, emang udah wajib punya dana darurat. Huhu kalah start deh, tapi 2021 baru jalan dua hari, siap dipakee tipsnya!

  8. bener banget nih, saya pun sudah mulai melakukanya satu tahun terakhir ini. jadi ada dua tabungan yang tersimpan, pertama tabungan bulanan dan kedua tabungan dana darurat, he

  9. Nah ini, masih jadi peer banget di keluargaku. Soalnya saya dan pak suami tipe yang suka jajan, tau2 eh duit habis hiks. Emang harus memaksakan diri untk disiplin. Terima kasih tipsnya mbak.

  10. Dana darurat adalah yg pertama kali aku kumpulin pas nikah. Targetku saat itu lgs utk 12 bulan. Dan Krn dana darurat hanya dipakai saat kondisi bener2 emergency dan tidak bisa dicover oleh asset lain, asuransi ato tabungan, aku ga mau menyimpan dana ini di saving biasa, Krn pasti tergerus inflasi. Makanya khusus dana darurat aku selalu simpen dlm bentuk LM yg fisik dan digital.

    Untungnya, 2020 nilai emas melonjak tajam, dan LM yg udh lama rutin aku kumpulin dan sbnrnya sudah lama achieved utk 12x gaji, malah melonjak jd bisa mengcover 3 tahun pengeluaran seandainya kenapa2 :D. Itulah untungnya simpen LM. Dan Alhamdulillah aku msh blm prlu utak Atik dana ini Krn gaji suami msh lancar selama pandemi.

    Makanya utk temen2ku yg baru mulai ngumpulin dana darurat, aku slalu bilang hrs disisihkan dr skr, kalo bisa malah sblm nikah, biar makin cepet terkumpul. Ga ada yg tahu kejadian di depan seperti apa. Setelah dana ini terkumpul, baru pikirin investasian asuransi untuk proteksi.itu jg penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *