Kini, Punya Rumah Pertama Bukan Lagi Hanya Mimpi

Raih Mimpi Rumah Pertama

Sebagai pasangan muda yang baru menikah, kebanyakan target selanjutnya adalah memiliki rumah sendiri. Ada privilege lebih jika sudah punya rumah sendiri meskipun sederhana. Memiliki pengalaman hidup berdua menjadi lebih seru jika tinggal di rumah sendiri. Dari segi parenting pun lebih baik karena kita sebagai orang tua dapat menerapkan gaya parenting berdasarkan value yang dibentuk sendiri tanpa intervensi.

“Kalau punya rumah sendiri itu jadi punya kebebasan untuk renov sesuka kita. Mau ditambahin kayak gimana juga enak aja gitu,” jawab Mas Wit, teman satu tim saya di kantor, saat saya bertanya alasan membeli rumah secara KPR.

Alasan kebebasan pun menjadi salah satu jawaban populer untuk membeli rumah. Baik yang belum berkeluarga maupun yang sudah menikah. Untuk seorang pria membeli rumah sebelum menikah memiliki alasan agar dapat memberikan tempat tinggal kepada istri saat sudah menikah nanti. Ada pun membeli rumah setelah menikah memiliki alasan lain, yaitu agar dapat mengajukan joint income (jika istri bekerja) yang lebih besar untuk syarat pembayaran cicilan rumah. 

Namun sayangnya, belum semua orang mampu untuk membeli rumah. Salah satu alasannya adalah masih lemahnya daya beli masyarakat khususnya generasi milenial. Generasi milenial adalah generasi yang lahir di kisaran tahun 1980 – 2000an awal. Berarti usianya sekitar 20 – 40 tahun di tahun ini. Ya, termasuk saya dan teman-teman saya ini.

Menurut artikel dari website perumahan.pu.go.id, ada beberapa hal yang menyebabkan generasi milenial Indonesia kesulitan memiliki rumah. 

  1. Pengeluaran konsumsi milenial tinggi.
  2. Kenaikan harga rumah belum sebanding dengan kenaikan upah.
  3. Suku bunga pembelian belum karakteristik anak muda.
  4. Kebanyakan milenial adalah pekerja kreatif yang tidak memiliki slip gaji.
PUPR alasan milenial tidak membeli rumah

Perkiraan 81 juta jiwa generasi milenial yang belum memiliki rumah. Tapi tenaang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki solusi bagi generasi milenial agar segera memiliki rumah pertamanya. Ini dia program-program pemerintah untuk membantu milenial meraih mimpi rumah pertama.

Infografis Program Sejuta Rumah

*****

🏠 PROGRAM SEJUTA RUMAH 🏠

Pemerintah melaksanakan Program Sejuta Rumah untuk menyediakan tempat tinggal yang layak dan relatif murah bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial. Program ini terdiri atas pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya juga bantuan sarana dan prasarana untuk perumahan bersubsidi.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam kegiatan Indonesia Housing Forum
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam kegiatan Indonesia Housing Forum 2019

Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015, Program Satu Juta Rumah terus meningkat. Dimulai dari tahun 2015 berhasil membangun 699.770 unit, tahun 2016 sebanyak 805.169 unit, tahun 2017 sebanyak 904.758 unit dan tahun 2018 untuk pertama kalinya capaian Program Satu Juta Rumah adalah 1.132.621 unit.  Data Kementerian PUPR menyebutkan, per 31 Desember 2019 mencapai 1.257.852 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 945.161 unit rumah diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sementara 312.691 rumah bagi masyarskat non-MBR. Wuiih, tepuk tangan untuk pemerintah!

perkembangan-program-satu-juta-rumah-1
Capaian Program Satu Juta Rumah | Sumber: Instagram @perumahan_pupr

Di tahun 2020, meski Indonesia terkena dampak Covid-19, Program Sejuta Rumah tetap berusaha dilaksanakan dengan sesuai protokol kesehatan dan berdasarkan Surat Edaran Dirjen Perumahan No.03/SE/Dr/2020 tentang Pedoman pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Pada Direktorat Teknis Di lingkungan Jenderal Perumahan selama Masa Pandemik Covid -19.

“Untuk capaian Program Sejuta Rumah per tanggal 11 Mei 2020 sebesar 215.662 unit. Kami tetap mengupayakan agar di akhir tahun capaian Program Sejuta Rumah bisa menembus 1.000.000 unit. Sedangkan target konservatif keseluruhan hingga akhir tahun sebesar 900.000 unit mengingat adanya pandemi Covid -19,” terang Direktur Jenderal Perumahan Khalawi Abdul Hamid pada Jum’at, 20 Mei 2020 di Jakarta.

*****

🏠 FASILITAS LIKUIDITAS PEMBIAYAAN PERUMAHAN (FLPP)

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) adalah dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kepada MBR yang pengelolaannya dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 

Melalui FLPP, MBR hanya membayar 5% bunga KPR tetap selama jangka waktu kredit hingga 20 tahun. Uang mukanya pun hanya 1% dari harga rumah. Salah satu syaratnya adalah pekerja dengan maksimal penghasilan 4 juta perbulan. Syarat-syarat lainnya dapat dibaca di bank yang bekerja sama dengan program ini.

Kementerian PUPR melalui PPDPP sejak tahun 2010 hingga 31 Desember 2019 telah mengelola dana FLPP sebanyak Rp. 44,37 triliun untuk 655.602 unit rumah. Pada Tahun Anggaran 2020 pemerintah mengalokasikan anggaran bantuan pembiayaan perumahan sebesar Rp 11 triliun untuk 102.500 unit rumah berdasarkan Nota Keuangan.

Keluarga Bu Annisa, teman segeng pumping saya termasuk penerima manfaat dari FLPP ini. Dia bercerita tentang suaminya yang membeli rumah subsidi di daerah Dramaga, Bogor sebelum mereka menikah, “Rumahnya tipe 36/72 dengan cicilan 900ribuan perbulan. Flat selama 20 tahun!”

KemenPUPR dan PPDPP menandatangani PKO dengan 37 bank
KemenPUPR dan PPDPP menandatangani PKO dengan 37 bank

Akhir tahun 2019 kemarin, Kementerian PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) telah bekerja sama dengan 37 bank pelaksana, baik konvensional maupun syariah. Hal ini dilakukan agar masyarakat memiliki banyak alternatif.

  1. Bank BTN
  2. Bank BNI
  3. Bank BRI
  4. Bank Mandiri
  5. Bank Artha Graha
  6. Bank Sumut
  7. Bank BJB
  8. Bank Kalsel
  9. Bank Jatim
  10. Bank Sulselbar
  11. Bank Sumselbabel
  12. Bank Papua
  13. Bank Kalbar
  14. Bank NTT
  15. Bank Jambi
  16. Bank Nagari
  17. Bank BRI Agro
  18. Bank KEB Hana
  19. Bank Riau Kepri
  20. Bank Sulteng
  21. Bank Jateng  
  22. Bank Kaltimtara
  1. Bank BTN Syariah
  2. Bank BNI Syariah
  3. Bank BRI Syariah
  4. Bank Sumut Syariah
  5. Bank BJB Syariah
  6. Bank Kalsel Syariah
  7. Bank Jatim Syariah
  8. Bank Sulselbar Syariah
  9. Bank Sumselbabel Syariah
  10. Bank Jambi Syariah
  11. Bank Nagari Syariah
  12. Bank NTB Syariah
  13. Bank Aceh Syariah
  14. Bank Riau Kepri Syariah
  15. Bank Jateng Syariah

*****

🏠 SUBSIDI BANTUAN UANG MUKA (SBUM)

Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) adalah subsidi pemerintah yang diberikan kepada MBR dalam rangka pemenuhan sebagian atau seluruh uang muka perolehan rumah. 

Khusus untuk pembelian rumah tapak, MBR akan mendapatkan manfaat pemberian sebagian uang muka KPR melalui SBUM sebesar 4 juta rupiah dan untuk Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sebesar 10 juta rupiah.

Berdasarkan website pu.go.id, syarat MBR yang bisa mendapatkan subsidi ini yaitu:

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Berpenghasilan maksimal 8 juta rupiah
  3. Tidak memiliki rumah
  4. Belum pernah menerima subsidi/bantuan pembiayaan perumahan dari Pemerintah terkait pembiayaan pemilikan atau pembangunan rumah. 

Tahun 2020 ini telah dianggarkan SBUM sebesar Rp600 Miliar untuk memfasilitasi 150.000 unit rumah. Saat ini 3 bank telah menyatakan minat sebagai bank pelaksana, yaitu Bank BTN, Bank BNI, dan Bank BRI. 

*****

🏠 BANTUAN PEMBIAYAAN PERUMAHAN BERBASIS TABUNGAN (BP2BT)

Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) membantu pekerja informal yang memiliki keterbatasan akses perbankan untuk memiliki rumah. Subsidi uang muka yang diberikan sebesar 20 – 30% dari harga rumah (sekitar 21 juta sampai 32 juta rupiah). Sisanya sekitar 70% dicicil oleh penerima subsidi dengan bunga komersil.

Di tahun 2020 ini pun Kementerian PUPR telah mengeluarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13/PRT/M/2019 yang mempermudah syarat memperoleh BP2BT. Salah satunya, terkait ketentuan uang muka yang  harus dimiliki pemohon diturunkan dari semula minimal 5% menjadi 1%. Hal ini sangat meringankan generasi milenial dalam menabung uang muka pembelian rumah.

Program ini diperuntukan untuk pekerja informal yang memiliki tabungan selama 6 sampai 12 bulan di bank pelaksana. Ada 3 bank yang siap membiayai BP2BT ini, yaitu Bank Mandiri, Bank BTN dan Bank BRI. Menurut Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko D. Heripoerwanto, alokasi dana BP2BT sebesar Rp 134,4 miliar bagi 312 unit rumah di tahun 2020.

*****

🏠 TABUNGAN PERUMAHAN RAKYAT (TAPERA)

Nah, Tapera ini yang baru saja disosialisasikan dan sedang hits di masyarakat. Operasional Badan Pengelola Tapera telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera yang telah disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Mei 2020.

Pemerintah berusaha untuk tidak memberatkan masyarakat untuk Tapera. Pekerja hanya perlu menyisihkan 3% dari gaji, itu pun dibagi lagi menjadi 2,5% dari pekerja dan sisanya 0,5% ditanggung pemberi kerja. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melantik Komisioner dan 4 Deputi Komisioner BP Tapera 2019 Silam
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melantik Komisioner dan 4 Deputi Komisioner BP Tapera 2019 silam

Tapera membantu masyarakat untuk menumbuhkan kembali semangat menabung. Apa lagi untuk membeli rumah yang harganya tidak murah. Butuh konsisten dan komitmen tinggi untuk menabung demi meraih mimpi rumah pertama. 

“Butuh niat dan komitmen yang kuat untuk menabung membeli rumah,” Mas Wit menjelaskan kiatnya sehingga dapat membeli rumah di tahun pertama pernikahannya. Tekad ini sejalan dengan tujuan Tapera.

Peserta Tapera adalah calon PNS, ASN, prajurit dan siswa TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pejabat negara, pekerja di BUMN, BUMD, Badan Usaha Milik Desa, perusahaan swasta, dan pekerja apa pun yang menerima upah.

Peserta dengan penghasilan di atas upah minimum dan tergolong MBR akan memperoleh manfaat pembiayaan pemilikan atau renovasi rumah pertama. Sementara itu, peserta dengan penghasilan di atas 8 juta rupiah memperoleh manfaat berupa insentif kemudahan di sektor perumahan selama menjadi peserta, serta pengembalian tabungan dan hasil investasi setelah kepesertaan berakhir. Jika Tapera sama sekali tidak pernah dimanfaatkan, maka peserta dapat mengambil tabungan ditambah hasil investasi di akhir masa tabungan.

rumah pupr
Sebagian rumah yang telah dibangun oleh KemenPUPR | Sumber: Instagram @kemenpupr

*****

Kini, punya rumah pertama bukan lagi hanya mimpi. Pemerintah Indonesia dengan segala upayanya terus berusaha mensejahterakan rakyat, termasuk bidang perumahan ini. Semoga kesejahteraan rakyat Indonesia terus meningkat, terutama di bidang perumahan.

Jadi, siap untuk beli rumah pertama?

*****

Sumber:
1. https://perumahan.pu.go.id/ruk/index.php/berita/view/15157/kementerian-pupr-dorong-generasi-millenial-miliki-rumah

2. https://www.pu.go.id/berita/view/18293/kementerian-pupr-mei-program-sejuta-rumah-capai-215-662-unit
3. https://pu.go.id/berita/view/17828/implementasikan-aplikasi-sikasep-bagi-pengembang-untuk-dorong-penyaluran-flpp
4. https://www.pu.go.id/berita/view/18293/kementerian-pupr-mei-program-sejuta-rumah-capai-215-662-unit
5. https://pu.go.id/berita/view/17759/kementerian-pupr-tandatangani-pko-dengan-37-bank-penyalur-kpr-flpp-yang-telah-dievaluasi
6. https://pu.go.id/berita/view/18122/launching-ssb-dan-sbum-dalam-rangka-stimulus-fiskal-berupa-subsidi-perumahan-tahun-2020
7. https://www.pu.go.id/berita/view/17774/tahun-2020-kementerian-pupr-alokasikan-anggaran-bantuan-subsidi-kpr-flpp-sebesar-rp-11-triliun
8. https://pu.go.id/berita/view/17908/progres-pembiayaan-perumahan-ta-2019-dan-target-2020
9. https://pu.go.id/berita/view/18341/kementerian-pupr-pp-25-2020-diperlukan-untuk-menjalankan-misi-bp-tapera
10. https://pu.go.id/berita/view/16818/menteri-basuki-melantik-komisioner-dan-4-deputi-komisioner-bp-tapera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *