Mini Project Komunitas Ibu Profesional: MONEY TALKS – #CuanNanBerkah

Mini Project Kampung Komunitas Ibu Profesional

Mini Project Orientasi Kampung Komunitas Ibu Profesinal: MONEY TALKS – #CuanNanBerkah. Komunitas Ibu Profesional memulai new chapter di tahun 2020 ini. Hampir semua sistemnya berubah dari saat saya pertama kali bergabung pada tahun 2018. Namanya juga hidup, harus dinamis dong yaa… Perubahan itu pasti. Oleh karena itu, Ibu Profesional juga harus mengalami continuous improvement karena anggotanya yang semakin banyak tersebar di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri.

Salah satunya adalah tentang Komunitas. Dulu, saya baru bisa ikut komunitas atau rumah belajar (rumbel) kalau sudah lulus kelas matrikulasi. Sekarang kita nggak harus ikutan kelas matrikulasi dulu.

Ibu Profesional membagi kegiatan besarnya menjadi 3 cabang: INSTITUT IBU PROFESIONAL, KAMPUNG KOMUNITAS dan HIMPUNAN SEJUTA CINTA. Salah duanya bisa diikuti berbarengan. Mau ikut kelas aja tanpa ikut komunitas? Boleeeh… Mau terlibat di komunitas sekaligus di sejuta cinta? Silakan… Bebaaas…

Nah, ngomong-ngomong tentang komunitas, sekarang ada orientasinya. Salah satu syarat lulus orientasi adalah membuat mini project untuk aplikasi ilmu-ilmu yang sudah di-share di FB Group. Ini adalah mini project keluarga saya.

*****

MEMULAI DARI YANG KITA SUKA DAN MEMBUAT BAHAGIA

Waktu tugas matrikulasi dulu, MENULIS adalah kegiatan yang berada di kuadran 1 saya. Kuadran 1 ini berisi SUKA dan BISA. Kalau sudah menulis, waaah mata saya berbinar-binar! Waktu nggak bakalan kerasa deh kalau udah di depan laptop tuuuh, hihihi… Jadi, saya ingin mini project ini ada hubungannya dengan menulis.

Pertanyaan adalah: MENULIS APA?

Akhir-akhir ini, saya sedang asik-asiknya mempelajari tentang finansial. Seru aja gitu ngomongin manajemen keuangan, investasi, dana pendidikan dan lain-lain. Padahal dulu waktu sekolah saya paling anti nggak mau jadi bendahara. Jadi sekretaris mulu, hahaha…

Terinspirasi dari IGStory saya tentang “Mengatur Keuangan Rumah Tangga” dan “Dana Darurat” yang (menurut beberapa orang) cukup bermanfaat, kenapa nggak saya lanjutin aja? Setiap saya sharing tentang keuangan ini, saya selalu menyertakan hashtag #CuanNanBerkah.

Kenapa saya memilih hashtag itu?

Tujuan kita mengatur keuangan adalah agar keuangan lebih tertata dan bahkan bisa memperoleh keuntungan alias cuan dalam berinvestasi. Tentunya, manajemen keuangan ini tetap harus dalam koridor syariah menurut Islam. Oleh karena itu, #CuanNanBerkah itu mempresentatifkan niat kita agar memperoleh keuntungan yang penuh dengan keberkahan.

Lalu, kenapa tentang finansial?

Menurut berbagai sumber, literasi keuangan di Indonesia hanya berkisar 38%. Kabar baiknya adalah ini mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya di kisaran 20%. Tapi kabar buruknya adalah kita masih tertinggal jauh dari negara-negara ASEAN tetangga. Misalnya Malaysia yang tingkat literasi keuangannya sudah mencapai 80%.

Jadi, saya ingin mengajak teman-teman semua agar lebih melek finansial. Untuk apa? Untuk kehidupan keuangan yang lebih baik. Memutus rantai sandwich generation misalnya. Atau yang paling mendasar adalah punya dana darurat yang bisa terpakai saat pandemi seperti ini.

Jadi, berbicara tentang keuangan alias Money Talks ini saya lakukan dengan sharing di media sosial. Agar bisa menjangkau pembaca lebih banyak. Satu lagi alasannya adalah karena saya nggak pede kalau harus bicara di depan orang banyak. Jadi, menulis adalah cara terbaik saya berbagi cerita.

*****

PENJELASAN PROJECT

💡 Judul: MONEY TALKS #CuanNanBerkah

📝 Deskripsi Project: Sharing santai tentang literasi keuangan di media sosial (Facebook, Instagram, Blog). Mulai dari dasar keuangan, seperti segitiga keuangan, hingga persiapan dana pensiun. Materi yang dibagikan adalah hasil dari bacaan, diskusi, podcast dan video.

👩👨 Kebutuhan/Susunan Tim: Saya (writer), Kangmas (pembina dan proofreading)

🎯 Sasaran: Teman-teman media sosial yang mulai melek literasi keuangan

Target Waktu: Facebook: setiap Jumat. Blog: sebulan sekali. Instagram: sebulan sekali.

📱 Tempat: Media sosial

💰 Estimasi Dana: Kuota internet yang sudah menjadi budjet bulanan (Rp80.000,00)

Parameter Keberhasilan: Saya berhasil konsisten menuliskan artikel #CuanNanBerkah sesuai target dan bisa bermanfaat untuk teman-teman.

Demikian rencana mini project saya. Sebenarnya saya sudah memulai sesi sharing ini beberapa minggu yang lalu tapi belum rutin diagendakan secara serius.

Semoga menginspirasi 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *