Tips Keuangan untuk Ibu Menyusui, Tas ASI Gabag New Lemon Hazel Siap Menemani

Alhamdulillah, bisa menyusui anak sampai 2 tahun full merupakan sebuah privilege bagi saya dan juga Thariq. Meskipun saya seorang ibu bekerja alias working mom, saya selalu berusaha memenuhi hak anak mendapatkan ASI meskipun melewati berbagai suka dan duka.

Setiap ibu, pasti punya kisah menyusuinya masing-masing. Perjalanan curhat selama mengASIhi, saya tulis di #dramamenyusui series yang udah ada 6 postingan. Padahal tinggal 1 postingan lagi, yaitu drama menyapih tapi belum juga saya tulis, hehehe…

Mulai dari drama bayi kuning, kejar tayang stok ASI perah sampai Thariq ogah minum ASI perah di usia satu tahun. Itu lah untungnya punya blog, bisa baca ulang pengalaman hampir 5 tahun yang lalu. Tuh kaaan, jadi kangen lagi masa-masa kruntelan sama bocil. Apakah ini kode harus punya bayi lagi? *eh

asi hasil perah pumping
Hasil pumping di kantor sambil ngumpul sama geng pumping

Pentingnya Membuat Budgeting dan Daftar Kebutuhan Ibu Menyusui

Kalau dipikir-pikir, keberhasilan perjuangan menyusui juga harus didukung dari berbagai sisi. Salah satunya adalah mengatur keuangan. Menjaga mood ibu tetep hepi selama menyusui (terutama saat pumping) juga butuh biaya, hihihi…

Cung buuu, yang ASI booster-nya itu makanan enak? Minimal nge-gofud gitu kan bu, biar satset tinggal makan karena udah riweuh sama perintilan pumping. Apa lagi sambil ngedrakor. Hormon oksitosin keluar deh ituuu… Tau-tau udah mau penuh aja botol pumping-nya.

Naah, inilah pentingnya kita mengatur keuangan lagi untuk kebutuhan ibu menyusui. Namanya juga udah punya anak ya buuu, pasti nambah biaya belanja. Hitung-hitung biaya kebutuhan anak. 

Setiap anak pasti membawa rezekinya masing-masing. Namun, kita tetap harus mengatur rezeki itu agar lebih optimal untuk tumbuh-kembangnya. Berikut alasan pentingnya mengatur keuangan dan kebutuhan untuk ibu menyusui:

1. Mengontrol Pengeluaran

Budgeting membantu kita memiliki kontrol yang lebih baik terhadap pengeluaran finansial. Dengan menetapkan batas dan alokasi dana untuk kebutuhan menyusui, kita dapat menghindari pemborosan dan menjaga keseimbangan keuangan keluarga. Jangan sampai, kita terlalu jor-joran nge-gofud, eeeh nggak ada alokasi buat nabung. Hmmm…

2. Mengurangi Stres Finansial

Stres itu musuhnya ibu menyusui loh! Apa lagi stres tentang keuangan, duh! Udah mah pusing mikirin kerjaan, bingung mikirin stok ASI perah yang kejar tayang, terus puyeng mikirin keuangan juga. Jadi, mengatur keuangan dengan baik juga meminimalisir sumber stres. Uang bulanan lancar kan bikin ASI lancar juga~ Kasih deh poin ini buat kode ke pak suami, hihihi…

3. Memantau Ketersediaan Perlengkapan

Dengan adanya budgeting, kita juga bisa memantau perlengkapan menyusui dan pumping. Misalnya kantong ASIP dalam sebulan habis berapa kotak? Dulu, saya sering beli stok kantong ASIP dan popok Thariq tuh waktu tanggal kembar di toko oren, kayak 7.7 atau 11.11. Dulu mah lumayan banget cashback dan gratis ongkirnya. Lumayan ngemat pengeluaran kaaan?

BACA JUGA:  Drama Menyusui Part 2: PUTING LECET!

4. Pemilihan Produk dengan Cermat

Dengan membuat daftar kebutuhan dan budgeting, kita bisa melakukan riset kecil-kecilan dan pemilihan produk dengan lebih cermat. Yaaa, monmaap kan kita mah bukan sultan Andara nih yaa, dapet endorse segala macem waktu anak lahir. Jadi dengan keuangan yang terbatas, kita bisa memilih produk-produk yang sesuai dengan kualitas, keamanan, dan kebutuhan kita sebagai ibu menyusui. 

Daftar Perlengkapan Menyusui untuk Ibu Bekerja

Siapin catetan ya, para calon ibu yang bekerja tapi pengen tetap mengASIhi! Ini adalah daftar perlengkapan yang dapat mendukung seorang working mom dalam proses menyusui anak selama 2 tahun ala Mbun:

daftar perlengkapan menyusui untuk ibu bekerja

1. Pompa ASI

Wow, jelas dong yang pertama harus dipunya adalah POMPA ASI. Mau manual atau pun elektrik, itu gimana kenyamanan kita aja. Tapi kalau saran saya, beli yang pompa ASI elektrik double pump. Lumayan menghemat tenaga dan waktu deh. Apa lagi kalau nanti mau power pumping buat ngejar stok ASIP. Kalau mau nyoba, bisa sewa dulu berbagai macam brand pompa. Terus ceki-ceki reviewnya di internet atau tanya teman. Kalau udah cocok, baru beli deh. Beneran investasi loh pompa ASI ini.

2. Kantong atau botol ASIP

Habis diperah, tentunya ASI harus dimasukan disimpan. Kantong ASIP ini berfungsi untuk menyimpan ASIP selama kita di kantor atau di kulkas. Kantong ASI sekarang tuh udah macem-macem deh brand dan motifnya. Dari yang murah sampai yang mahal ada. Silakan berburu ke toko online favorit kalian~ Kalau mau lebih money saving, sebenernya bisa pakai botol ASIP. Tapi emang makan tempat di kulkas. Nah, kalau saya mix antara pakai kantong ASIP dan botol kaca. Biar ga boncos amat gituuu…

Baca juga: Review berbagai merk kantong ASIP

3. Nursing cover

Nursing cover ini berfungsi kalau di kantor kalian nggak ada ruangan khusus pumping. Biar nggak malu atau risih saat pumping. Motif nursing cover juga lucu-lucu bikin gemessss! Pilihnya mendingan yang lebar sekalian biar lebih nyaman. Kalau saya sih cuma punya 1 deh, soalnya di kantor ada ruangan khusus pumping jadi nggak pakai nursing cover.

4. ASI Booster dan vitamin

ASI booster nih penting sih menurut saya. Membantu produksi ASI lebih banyak dan berkualitas saat pumping. Jenis ASI booster apa yang cocok, naah itu balik lagi ke masing-masing. Kalau pengalaman saya waktu menyusui Thariq, ASI booster yang ampuh itu adalah air putih, hihihi… Hemat banget kaaan? Tapi saya nggak nolak kok kalau dibeliin makanan enak buat ASI booster juga~ Kalau ada budget-nya, ASI booster ini boleh banget dibeli.

Kalau vitamin, ini suplemen juga untuk menjaga kesehatan kita. Termasuk penting karena justru ibu menyusui lebih banyak butuh asupan vitamin dibandingkan ibu hamil.

BACA JUGA:  Drama Menyusui Part 5: Kejar Tayang Stok ASIP

Baca juga: Tips Pumping Selama Ibu Cuti Bekerja

5. Ice gel

Kalau di kantor nggak ada kulkas buat nyimpen ASIP, kita wajib punya ice gel untuk menjaga suhu ASIP tetap dingin. Soalnya, ASIP di suhu ruang itu hanya bertahan 2 jam. Sedangkan kita kan minimal 8 jam di kantor. Kasian nanti ASIPnya nggak bertahan lama. Kalau di suhu dingin (kulkas atau pakai ice gel), bisa bertahan selama 24 jam. Jadi, wajib punya, ya! 

6. Tas ASI/Cooler Bag

Ice gel udah punya nih, dimasukinnya ke dalam tas ASI alias cooler bag. Tas ASI berfungsi untuk menyimpan ASIP dan perlengkapan pumping, seperti pompa ASI, kantong/botol ASIP. Pemilihan tas ASI juga penting banget loh! Tas ASI yang berkualitas baik biasanya memiliki lapisan thermal untuk menjaga ASIP tetap dingin. Pilih tas ASI dengan material anti bocor untuk menjaga keadaan cooler bag tetap kering dan tidak lembab.

Pilih cooler bag dengan material anti bocor untuk menghindari adanya rembesan ke dalam tas saat hujan atau ketumpahan benda cair lainnya. Material anti bocor menjaga keadaan dalam cooler bag tetap kering dan tidak lembab. Cooler bag yang lembab dapat menyebabkan ASI menjadi berjamur atau terdapat bakteri lainnya sehingga ASIP sudah tidak aman dikonsumsi oleh si kecil.

kantong asip botol asip
Hasil power pumping tengah malem untuk minum Thariq di pagi hari

Tips Memilih Tas ASI Berkualitas

Sebagai seorang ibu bekerja yang aktif, memilih tas ASI yang tepat adalah langkah penting dalam menunjang kenyamanan menyusui. Berikut adalah beberapa tips memilih tas ASI berkualitas:

  1. Desain yang fungsional dan stylish — Tas ASI sekarang sudah banyak yang ketjeh desainnya. Jadi, nggak hanya fungsional namun juga memiliki desain yang stylish. Tas dengan banyak kantong dan ruang terpisah akan membantu kita menjaga menyimpan peralatan pumping, ice gel dan ASIP.
  2. Material yang tahan lama dan mudah dibersihkan — Pastikan tas terbuat dari bahan berkualitas tinggi yang tahan lama dan mudah dibersihkan. Ini hal penting untuk menjaga kebersihan perlengkapan pumping kita.
  3. Keselamatan dan kemampuan isolasi termal yang baik — bagian dalam tas sebaiknya dilengkapi dengan bahan isolasi yang baik untuk menjaga suhu ASI. Pastikan juga ada fitur keselamatan seperti resleting berkualitas tinggi untuk mencegah tumpahan dan tidak lembab.
  4. Ukuran yang sesuai dengan kebutuhan — Pilihlah tas yang sesuai dengan kebutuhan kita. Jika kita sering bepergian, tas yang ringkas dan mudah dibawa (seperti model ransel) adalah pilihan yang oke. Namun, jika kita memerlukan lebih banyak ruang, pertimbangkan tas dengan kapasitas yang lebih besar.
  5. Ringan dan mudah dibawa — Tas ASI yang ideal seharusnya ringan dan mudah dibawa ke mana pun. Ini akan membuat kita lebih nyaman saat bepergian dan tetap stylish tanpa memberikan beban berlebih.
  6. Mudah dikombinasikan dengan gaya pribadi kita — Akhirnya, pilihlah tas ASI yang sesuai dengan gaya pribadi kita. Apakah girly? Wanita aktif? Karena tas ASI yang sesuai dengan kepribadian kita juga termasuk ASI booster loh!

Tas ASI Gabag New Lemon Hazel: Solusi Tas ASI Berkualitas untuk Ibu Aktif

Tas ASI dari mana kah yang menjawab 6 kriteria tas ASI ideal? Gabag hadir dengan varian terbaru, yaitu Tas ASI Gabag New Lemon Hazel yang tidak hanya fungsional tapi juga tetap ketjeh untuk dibawa ngantor.

BACA JUGA:  Drama Menyusui Part 4: Tips Pumping Sebelum Ibu Bekerja

Tas ASI Gabag terbaru ini memiliki model backpack dengan cooler bag 2 in 1 terpisah di bagian bawah. Sama seperti yang saya punya dulu, varian Radja BIMA. Tapi yang ini lebih keren deh! Bahan yang dipakai adalah polyester dan kulit sintetis jadi nyaman banget buat dipakai. Modelnya adventurous, pas banget menggambarkan seorang ibu aktif. Warnanya cream jadi masih oke dipakai bapak-bapak juga. 

tas asi gabag new lemon hazel

Yang saya suka itu adalah tas ASI ini tersedia slot untuk laptop 11 inch. Jadi emang cucoook dipakai buat kerja kantoran. Seperti biasa, setiap pembelian tas ASI Gabag ini pasti free ice gel 500 mL 2 pcs! Hemat banget ini nggak usah beli ice gel lagi. Apa lagi ice gel Gabag tuh udah terbukti awet dinginnya sampai 16 jam!

Tas ASI Gabag New Lemon Hazel ini punya bagian atas yang cukup besar. Bisa buat diaper bag kalau pergi sama anak atau masukin alat pumping untuk ke kantor. Punya 2 kantong di bagian depan dan di bagian kanan kiri. Lumayan banget buat nyimpen kantong ASIP, spidol untuk nulis keterangan hasil perah, cemilan-cemilan, tumblr minum. Serasa kantong doraemon, hihihi…

Dan tentunya udah tersertifikasi leak proof, yaa… No bocor-bocor club!

Asli deh, saya naksir sama tas ini! Semoga nanti pas punya anak kedua, ada rezekinya beli yang model ini. Aaaamiiin…

Kesimpulan

Sebagai ibu menyusui sekaligus bekerja, memiliki perencanaan keuangan yang baik adalah salah satu kunci untuk memberikan yang terbaik untuk anak dan keluarga. 

Memenuhi kebutuhan ibu menyusui menjadi hal yang penting untuk lancarnya menyusui selama 2 tahun. Gimana? Udah ada yang pernah pakai Tas ASI Gabag juga? Boleh share di kolom komentar yaa…

Happy mom, happy family, happy breastfeeding, mom!

Tinggalkan komentar