Drama Menyusui Part 6: Stop Minum ASIP dan Menyapih Dot

Ya Allah, udah lama sekali ini saya nggak nerusin series #DramaMenyusui. Terakhir itu November 2020 dan sekarang udah 2022 :’) Demi cita-cita blog plan waktu ikut kelas BRT Desember, mari cicil dan selesaikan series ini! *menyingsingkanlenganbaju

Series #DramaMenyusui sebelumnya bisa di baca di bawah ini ya, gaes~

Setelah drama defisit stok ASIP saat Kabay menjelang 6 bulan, Alhamdulillah minum ASIPnya Kabay aman di kisaran 300-400 mL (3 atau 4 kali minum). Nah, setelah masuk fase MPASI, saya udah nggak pulang ke rumah di jam istirahat lagi untuk dbf.

Soalnya nih saya pernah trial hari pertama kerja setelah libur lebaran, saya pulang di jam istirahat seperti biasa. Eeeh, Kabaynya nggak mau nen langsung karena mungkin udah kenyang makan sebelumnya. Hari kedua pun seperti itu. Jadinya, saya memutuskan untuk nggak dbf siang selain hari Jumat.

kabay 1 tahun
Kabay usia 1 tahun, masih gemoy-gemoynyaaa~

Siklus ini berlangsung sampai Kabay menjelang 1 tahun. Karena hasil pumping saya surplus, freezer kulkas mulai kembali penuh dan saya sampai harus minjem freezer di kulkas nenek saya (tetanggaan kebetulan).

Sempet ada seharian di Bogor itu mati lampu! Buibu pejuang ASI yang pumping pasti deg-degan dong gimana nasibnya stok ASIP? Untung aja stok ASIP kan beku ya, jadi mereka saling mendinginkan satu sama lain di freezer. Alhamdulillah, stok ASIP Kabay saat itu masih aman sentosa. Mulai cair tapi baru sekitar 20% nya.

KABAY MULAI MENOLAK ASIP!

Naah, suatu hari saya mau masukin stok hasil pumping sepulang kerja, kok kantong ASIP yang tadi pagi saya turunin masih ada? Di botol dot juga masih ada sisa sedikit. Saya hitung-hitung, hari itu Kabay cuma minum sekitar 100 mL. Ini artinya hanya 1 kantong yang diminum.

Saya tanyalah ke Bapak,

Saya: “Pak, Kabay minumnya gimana?”
Bapak: “Hari ini kayak yang nggak mau minum susu gitu, disembur-sembur, kenapa ya?”
Saya: “Wah, pantes stoknya masih banyak.”
Bapak: “Kenyang makan kali, ya..”

Saya kira, hanya hari itu aja Kabay nggak mau minum ASIP. Mungkin karena kekenyangan makan. Porsi makannya memang nambah banyak dan udah nggak nasi lembek lagi. Sejak usia 8 bulan waktu dibawa mudik ke Jogja, Kabay udah bisa makan nasi utuh.

kabay fase mpasi
“Ngemil dulu, brooo!”

Saya masih tenang-tenang aja kalau gitu. Pumping dan dbf seperti biasa. Tetep yaa kalau menyusui langsung tuh Kabay kayak yang rindu 1 purnama tak bertemu, hihihi… 

BACA JUGA:  Kabay 19 Bulan

Ternyata, kejadian ogah ASIP ini berlangsung beberapa hari! Sampai-sampai, dia ogah dikasih dot juga! Nipple dotnya ditusuk-tusuk pake jari lah, botolnya digelindingin lah, pokoknya nggak mau!

Saya curhat dong tentunya ke buibu geng pumping. Berdasarkan saran mereka, saya coba beberapa alternatif.

  • Kasih ASIP yang masih fresh. Siapa tau Kabay udah nggak mau stok lama.
  • Kasih ASIP hangat, biasanya suhu ruang
  • Kasih ASIP dingin langsung
  • Ganti media ASIP, pakai sendok atau sedotan

Okee, saya coba semua alternatif ini.

pumping asi perah di kantor
Masih pumping di kantor di sela-sela kerjaan

Hasilnya?

Kabay masih nggak mau minum ASIP! Pakai dot udah jelas nggak mau. Dikasih ASIP fresh, hangat, dingin, tetep geleng-geleng. Ganti media pakai sendok dan sedotan, malah disemburrrrr!

Sementara saya masih rutin pumping 2x di kantor, jam 10an dan jam 16.30 menjelang pulang. Sejak Kabay masuk fase MPASI, saya udah nggak pernah pumping dini hari lagi. Sekarang rutinitasnya ganti, bangun subuh buat bikin MPASI.

Kebayang dong itu stok ASIP saya terus bertambah tapi ngga ada yang diminum. Mana neneknya saya udah mulai misuh-misuh pengen pakai freezer-nya lagi. Huh! Alhasil, sebagian stok ASIP lama harus saya ikhlaskan untuk tanaman. ASIP hasil perjuangankuuuuu… Hiks 🙁

Selama sebulan, saya masih berusaha sedemikian rupa agar Kabay mau ASIP lagi. Namun, tetap nihil.

Akhirnya, saya pasrah… Kabay nggak mau minum ASIP lagi? Yaudah…

Saya baca-baca juga, kebutuhan nutrisi anak usia di atas 1 tahun dari ASI itu hanya tinggal 20%, sisanya dari makan. Lalu, Kabay menyapih dot dengan kemauannya sendiri pun udah mengurangi 1 ‘PR’ buat saya. Kan katanya menyapih dot itu lebih menantang dibanding menyapih ASI.

Alhamdulillah, selalu ada hikmahnya :’)

Yang penting, Kabay masih betah menyusu langsung dengan saya. Walaupun kadang, saya sambil megang hp kalau dia lagi dbf. Ups! Jangan ditiru yessss…

Lagi pula, Kabay baru menyusu anteng sambil tiduran tuh kalau mau tidur aja. Kalau biasanya? Waah, posisinya udah jungkir-balik akrobat deh! Buibu yang anaknya udah bertingkah pas menyusu pasti relate, hahaha…

TERUS, GIMANA NASIB STOK ASIP DI KULKAS?

Dengan sangat berat hati, sekitar 8-10 liter saya sedekahkan ke pohon depan rumah :’)

BACA JUGA:  Awal Kehamilan Kabay

“Kenapa nggak didonorkan aja?”

Donos ASIP itu ribet menurut saya, soalnya nggak boleh sembarang kan. Dari nyari yang mau nerima ASIPnya aja harus laki-laki dan Islam. Dari yang nasabnya baik. Terus dijaga biar saudara-saudara kandungnya nggak menikah dengan Kabay dan adik-adiknya (karena jadi saudara sepersusuan). Harus menjaga silaturahmi juga dengan keluarganya. 

Kalau dari kondisi ASIP, usia ASIP ini udah mau 6 bulan di kulkas. Sayanya juga saat itu sedang pengobatan rutin beberapa bulan. Pokoknya menurut saya, better ASIP ini jadi nutrisi alami buat tanaman aja.

Tetapi, saya tetap pumping 2x di kantor.

“Lah, buat apa masih pumping? Kan ASIPnya udah nggak diminum Kabay?”

Buat menjaga demand aja. Soalnya kan saya dbf itu hanya pagi dan malam hari. Kalau siang tetap dikeluarin walau seadanya ajaaa.

hasil pumping stok asi
Berkantong-kantong stok ASIP jadi untuk pohon depan rumah :’)

Hasil pumping-nya udah nggak distok lagi jadinya. Dari botol pumping, langsung saya kasih ke pohon, hehehe… Kalau saya lagi mager nyuci perintilan pompa pun, saya taro aja di chiller kulkas buat dipake besoknya lagi. Toh bukan buat diminum juga. Bebas cucian, deh!

Begitulah perjalanan rezeki ASIP Kabay yang hanya sampai usia 1 tahun. Allah udah menentukan seperti itu.

Nantikan series #DramaMenyusui part 7 tentang MENYAPIH KABAY, yaa :))

11 pemikiran pada “Drama Menyusui Part 6: Stop Minum ASIP dan Menyapih Dot”

  1. Ya Allah itu asi banyak nya.
    Teringat saat saya menyusui, justru asi tidak keluar kasihan putra saya selalu kekurangan hingga dibantu sufor. Malahan, tiga bulan setelah melahirkan, asi berhenti sama sekali.
    Senang banget ya kalau asi subur seperti itu

    Reply
  2. Katanya kalau diperah, ASI makin banyak malah ya Mbak? Kalau nen biasa alias langsung stoknya malah hanya cukup untuk debay.
    MasyaAllah banget perjuangan seorang ibu hingga menyusui begini.

    Reply
  3. Ada ada drama menyusui ya Bu? Saya hanya bisa denger2 / baca2 cerita orang-orang. Lumayan sebagai bekal pengetahuan. Semoga sehat2 terus Ibu dan Kabay

    Reply
  4. Masya Allah bersyukur ya mbak diberi kemudahan ASI seperti ini. Dua anak saya harus nambah sufor, tapi tetep kalau DBF nempel kaya perangko.

    Btw, ASIP nya taruh di gelas pun nggak mau ya? Sayang banget stoknya masih banyak. Dibikin pudding kali ya..

    Anak-anakku kustop minum susu dari botol setelah 1.5. Biar nggak rempong nyuci dan nyeterilin botol, wkwk. Sejak 1.5 tahun udah beralih ke gelas semua. Jadi nggak ada drama nyapih botol deh.

    Reply
  5. Sedih rasanya memang kalo si kecil mulai sedikit menyusui. Tapi sebenarnya hal yang wajar karena si kecil sudah MPASI.
    Drama menyusui ini mengingatkan saya akan drama-drama menyusui anak pertama hingga ke 5.
    Kangen memang mengingat semua yang pernah saya lalui.

    Reply
  6. Prosesnya memang menjadi drama banget ya karena anak punya kemauan tersendiri. Setidaknya enggak terbuang sia-sia ya mba karena pohon-pohon bisa menyerapnya tuh. Mau dikasi ke orang memang pasti malah ribet apalagi ada aturan-aturan tersendiri dalam agama mengenai hal tersebut.

    Reply
  7. Masya Allah ASInya lancar jaya produksinya dan perjuangan mengASIhinya sungguh menginspirasi. Meski ada drama tapi memang sesuai usia anak makin nambah ya making berkurang kebutuhannya.
    Senang jika perjalanan menyusui didokumentasikan seperti ini. Bisa dibaca dan bermanfaat bagi busui lainnya dan jika nanti pengin nostalgia baca ada tersimpan ceritanya. Keren, Mbak!

    Reply
  8. Ibu…perjuanganmu sungguh warbyasaaah. Saya nenen all the time, jadi belum ada drama penolakan. Entah besok menyapihnya gimana. Maunya dipakein botol. Walau susah, tapi pernah coba pakai merk yg saya dapat endorsement, debay mau. Tapi, saya mikir hak bayi untuk dapet nenen langsung dan saya ada di rumah, jadi ya wis lah ..nenen lah sebosenmu. Tar pas waktunya berhenti nenen, baru mulai drama menyapih hihi

    Reply
  9. saya selalu salut dengan perjuangan seorang ibu, ya Allah sehat-sehat mba. Dan baca artikel ini banyak sekali manfaatnya buat saya apalagi tentang ASI seperti ini, saya sering lihat orang pumping waktu di kantor dan menyimpannya dalam kotak khusus gitu, dan memasukannya dalam botol biasanya kalau teman saya

    Reply
  10. Kabay sehat selalu yaa,, udah makin gede aja niih gemessss… btw, emaknya smart banget sih ada lifehack bebas cucian printilan yaa,, set set tinggal masukin ke freezer bsk bs dipakai deh,, mantuul

    Reply

Tinggalkan komentar